Jika anda adalah keluarga nelayan atau urang pamasia di sekitar Pasia Alahan, atau minimal pernah menikmati enaknya dan gurihnya lauk bilih Saniangbaka, tentu anda akan dengar beberapa huruf yang terdiri dari huruf l, u, k, a, h, yang disebut-sebut oleh konsumen lauk bilih pada saat transaksi jual beli lauk bilih dilakukan, Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ‘Adat Nagari’ Kategori
”Lai Lauk Lukah ko Yuang”
Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kato-kato Kiasan dalam Budaya Minangkabau
Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011
Sebagai orang Minang sudah sepatutnyalah kita melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur seperti dalam bertutur kata dalam keseharian sangat kental oleh pengaruh Islam. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Begitulah, telah terjadi asimilasi yang begitu kuat antara agama (Islam) dengan adat. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Memahami Pituah
Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011
“Alam takambang jadi guru”, begitulah bunyi falsafah yang dipakai oleh orang Minang. dalam menjalankan kehidupan seahari-hari, semua orang minang seakan dituntut untuk dapat belajar dari alam semesta. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Galia
Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011
Oleh Abu As-Sajjad
Kata yang pendek ini seakan bermakna kalimat penuh yang sangat akrab di telinga kita sehari-hari. Penggalan kata ini seolah olah telah memenuhi syarat satu kalimat dalam tata bahasa Indonesia (Subjek, Pediket, Objek). Sesungguhnya ini baru prediket (dalam tata bahasa). Ini juga merupakan perdiket (cap atau label ) bagi sifat jelek seseorang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Mangecek, Beranjak Filosofi Alam
Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010
Oleh Esha Tegar Putra
Alam takambang jadi guru, filosofi utama yang selalu dipakai oleh masyarakat Minang, baik di kampung atau di perantauan. Filosofi ini dikenal sebagai ikhwal cara masyarakat Minang dalam memandang dan memaknai alam yang terbentang. Alam sebagai ruang lapang yang harus dipelajari sebaik mungkin, sebagaimana alam merupakan refleksi dari proses kehidupan manusia. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tradisi Puaso Maso Saisuk
Posted by majalahsaran pada Agustus 30, 2009
Oleh Cucu Angku Ambo
Sahuuurrttt, sahuuuurrrt, sahurrrrtt ibu-ibu, mande-mande, mamasak lah lai, jam di surau tangah alah menunjukkan pukua duo, sahuurrrrt. Mamasak lah lai piiikkkk!!!! Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »
Struktur Masyarakat Minangkabau
Posted by majalahsaran pada Agustus 30, 2009
Oleh B. Mario Lelo Sati
1. Paruik
Susunan masyarakat Minangkabau terkecil disebut ‘’Paruik”. Jika di-Indonesiakan secara harfiah artinya “Perut”. Yang dimaksud paruik di sini adalah suatu keluarga besar atau famili, yang semua anggota keluarganya berasal dari satu perut. Setiap anggota yang berasal dari satu perut dinamakan saparuik. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Nagari | Tinggalkan sebuah Komentar »