Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Arsip untuk ‘Cerpen’ Kategori

Asa Yang Hilang

Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011

Oleh Afriyadi Sutan Bagindo

Entah mengapa pagi ini terasa enggan beranjak pergi dan dingin yang masih menusuk, menahan buliran embun yang mau jatuh di daun keladi samping rumahku. Juga hamparan sinar mentari pagi telah meninggi masuk menyeruak di antara celah ventilasi kamar tidurku. Di sana aktifitas kehidupan telah bergerak menemukan titik temunya. Begitu juga adik perempuanku Naila, yang masih duduk di kelas satu SD, juga mau berangkat bersama kakaknya, Bintang,  ke sekolah. Walaupun begitu tetap saja pagi ini terasa hampa tanpa warna. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Tinggalkan sebuah Komentar »

Rinduku pada Tapian Pasia Muaro Kapeh

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Oleh  Giems

Aku baru saja pulang dari pekerjaan rutinku di sebuah pasar kecil di kawasan  Jakarta pusat. Kepenatanku terobati ketika buah hatiku langsung menyonsongku masuk rumah. Anak- anakku yang masih kecil adalah buah cintaku dengan perempuan kampung yang perkasa, sederhana dan berhati selembut salju. Sepuluh tahun lebih kami mengarungi  bahtera kehidupan, suka dan duka kami  hadapi bersama. Sesekali terdapat perbedaan pendapat dalam berbagai hal, namun semuanya dapat kami kami hadapi dengan baik. ”Cinta tanpa kebahagiaan adalah neraka kehidupan”,  mungkin itulah makna rumahku adalah sorgaku. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Tinggalkan sebuah Komentar »

Rinduku Pada Tapian

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Oleh Giems

Aku baru saja pulang dari pekerjaan rutin ku di sebuah pasar kecil dikawasan  Jakarta pusat, kepenatanku terobati ketika buah hatiku langsung menyonsongku masuk rumah.Anak- anakku yang masih kecil adalah buah cintaku dengan perempuan kampung yang perkasa, sederhana dan berhati selembut salju. Sepuluh tahun lebih kami mengarungi  bahtera kehidupan, suka dan duka kami  hadapi bersama, meski sesekali terdapat perbedaan pendapat dberbagai hal. Namun semuanya dapat kami kami hadapi dengan baik.”Cinta tanpa kebahagiaan addalah neraka kehidupan”,  mungkin itulah makna Rumahku adalah sorgaku. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.