Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Gema Saran

Posted by majalahsaran pada Agustus 29, 2009

Saran Menuju Regenerasi

Oleh Musfiardi Amwa, SPd

Pada rapat evaluasi majalah Saran, 25 Juli 2009 di Taman Wiladatika Cibubur, muncul sebuah gagasan positif tentang perlunya gerakan kaderisasi untuk pengelolaan media ini. Gagasan ini dimunculkan bertujuan untuk menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup Saran pada masa mendatang. Agar kehadiran majalah ini di tengah urang awak tidak tersendat-sendat, kadang terbit kadang tidak seperti yang pernah terjadi selama ini. Itulah sebabnya dalam tubuh pengelola Saran diperlukan adanya regenerasi.

Pengelola Saran dan penulisnya sampai saat ini, masih didominasi oleh wajah-wajah lama. Periode awal penerbitan buletin Saran digerakkan oleh Group Gang Bluntas Salemba yang terdiri dari Aktifanus Jawahir, Usman Yatim, Ifwandi Syafei, Hardizal Bahar dan Suryadi Putra yang berada di bawah naungan IPPSB Jakarta (Aktifanus, Saran 1 2009). Waktu itu seperti diakui Aktifanus penerbitan bulletin itu hanya dibekali oleh semangat yang tinggi, walau secara financial sangat kekurangan. Sebagian dari pengasuh awal Saran itu masih aktif sampai sekarang, seperti Usman Yatim, Ifwandi Syafei, Suryetman Yasin, dan Ikhlas Bahar.

Pada pertengahan tahun 1980an, di tengah tidur panjang Saran, pernah muncul media baru bernama Suara Saning Bakar (SSB) yang dimotori oleh pengurus IPPSB Jakarta waktu itu antara lain Zulkifli Mak Etek, Adlim Gani, Bathtriek Bahar, Zadelfia, dan beberapa tokoh muda yang sedang menuntut ilmu di beberapa perguruan tinggi di wilayah Jabotabek. Namun sayang, SSB pun tak berumur panjang, tenggelam sampai sekarang.

Namun Usman Yatim yang waktu itu menjadi Ketua IWS Jakarta bersama Suryetman Yasin dan Ikhlas Bahar mencoba lagi menerbitkan Saran, sampai beberapa waktu lamanya sampai  acara pulang basamo 2006, tetapi setelah itu fakum lagi.

Begitulah keadaannya salama ini, Saran terbit tidak begitu rutin, lebih dari satu tahun menghilang dari peredaran.

Awal tahun 2009 Saran muncul lagi dalam format majalah dan pengelolaan yang baru.

Di samping perubahan penampilan, pengelola Saran saat ini sudah mulai ikut dikelola oleh beberapa generasi baru, wajah baru, namun masih didominasi beberapa wajah lama pengasuh  Saran dan SSB, dua generasi yang dulu sempat menunjukkan kebolehannya dalam mangasuh media, kini sudah bersatu di bawah pimpinan H.Sudasril Darwis, ada Usman Yatim, Suryetman Yasin, Ifwandi Syafei, Zulkifli ME, Ikhlas Bahar, Bathtriek Bahar ditambah generasi baru seperti Eklafi Aska, Yudi Harzi, Syaiful Kamil, dan Jufrizal Gindo Sutan, dan Musfiardi Amwa yang berdomisi di Bandung.

Para pengasuh ini sesungguhnya menyadari, bahwa mengurus Saran ini tak lebih dari pengabdian sebagai bentuk kecintaan kepada nagari Saniangbaka yang membutuhkan keikhlasan dan semangat tinggi, dan berdasarkan niat itu walau dibayangi kejenuhan, Usman Yatim Cs tetap eksis mengawal Saran dan apapun kendala yang muncul, Saran mesti tetap terbit.

Dengan keberadaan Majalah Saran saat ini, bagaimanapun upaya benah diri telah dan sedang dilakukan, kritik dan suara sumbang tetap akan muncul dari pembaca. Ini wajar terjadi, terlebih bila menyororti isi dan penulis masih di isi oleh wajah-wajah lama, mengakibatkan kebosanan/kejenuhan para pembaca. Hal ini benar-benar menjadi topik hangat keberlangsungan hidup majalah ini ke depan. Apakah harus dibiarkan seperti apa adanya, ataukah ingin dilakukan perubahan.

Apabila terus mengandalkan tenaga yang masih aktif saat ini tentulah tidak efektif, sehingga perlu ada langkah langkah strategis untuk mengatasinya. Sesungguhnya inilah kendala besar yang sedang dihadapi pengelola saat ini, terutama dalam hal belum terlihatnya kader-kader baru yang mempunyai semangat tinggi dan prima yang mau bekerja sama dalam organisasi.

Pada suatu kesempatan menanggapi masalah ini, H.Syamsul Bahri meminta kepada warga Saniangbaka untuk dapat berpartisipasi menyumbangkan berbagai gagasan dan tulisan dalam bidang apapun. Dia juga minta janganlah takut salah dalam menulis, yang penting ada kemauan keras untuk terus belajar dan belajar,  hingga bermanfaat bagi nagari dan masyarakatnya.

Majalah Saran akan memberikan honor transportasi dan penulisan, serta pendidikan dan latihan jurnalistik kepada warga yang bersedia menjadi koresponden Saran untuk beberapa wilayah  strategis.

Inilah tantangan yang disodorkan oleh pengelola saat ini. Nah, siapa yang siap menjawab tantangan ini? Tentu yang akan menjawab adalah generasi muda penerus urang Saniangbaka di mana saja, kampung halaman dan perantauan.

Yakin dan optimis, gerakan regenerasi/kaderisasi harus disosialisasikan terus, kita tidak kekurangan sumberdaya. Lihatlah betapa banyaknya orang-orang pintar  Saniangbaka yang sarjana bahkan doktor, begitu pula generasi muda yang sedang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi dan itu juga bisa kita lihat di maillist-maillist Saniangbaka, blog-blog Saniangbaka dan situs saniangbaka.org di internet sudah banyak urang awak berbicara dan menulis di sana.

Sekarang berpulang pada kita semua, marilah kita jawab tantangan ini bersama-sama, minimal untuk pembelajaran langsung maupun tidak langsung yang bermanfaat kepada diri sendiri dan orang lain. (Musfiardi Amwa).

8 Tanggapan to “Gema Saran”

  1. assalamualaikum,

    untuk redaksi majalah saran, batanyo ciek, apo buliah mangirim tulisan a majalah iko. kalau buliah kama di alamatkan.

    salam
    esha tegar putra

  2. miko said

    Aslm.
    moga sukses u redaksi.
    btw lai bisa memperoleh data demografis, geografis nagari bapak pengasuh SARAn?????????
    TQ………

  3. ada ide tambahan untuk majalah saran, bisa ndak di akomodir penawaran dan permintaan dari seluruh anggota2 IWS di seluruh Indonesia, di buat dalam format 2 halaman dan ada halaman tambahan kupasan bisnis dari kampuang.
    siapa tau bisa di distribusikan secara masal.
    tiap2 daerah di buatkan redaksi beritanya dan di kirim ke redaksi pusat Majalah Saran.
    terima kasih dan salam kemiteraan

    donivingky
    symphonia promo
    022-91545101

  4. Mau tanya, apakah penulis (Musfiardi Amwa) ini alumni IKIP Negeri Malang (Sekarang Universitas Negeri Malang)? Kalau betul, saya adalah teman kuliahnya. Bisakah minta nomor kontak atau alamat email Musfiardi? Terima atas perhatian dan bantuannya.

    Salam,

    Masuki (Uki)

  5. Briptu.Medika Andesba,SH said

    Assalammualaikum wr.wb.

    Salam sejahtera bagi kita semua, yang terhormat para datuk,tokoh ulama,tokoh adat dan saudaraku dalam IWS yang saya cintai dan saya banggakan, alhamdullillah pada kesempatan ini saya ingin berpartisipasi dalam saran untuk perkembangan Desa SaningBakar tercinta.
    Alhmduliillah, kegiatan pulang bersama se Indonesia sebentar lagi akan tiba, oleh karena itu kita warga IWS sangat senang dan bahagia dalam acara yang biasa di laksanakan 4 tahun sekali, adapun kegiatan tersebut hampir selalu bertepatan dengan piala dunia.sungguh sangat bahagia bagi keluarga besar IWS dalam acara pulang basamo, adapun banyak kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh panitia, seperti perlombaan bulutangkis se IWS, dan kegiatan lainnya. kita keluarga IWS tentu banyak yang merantau di seluruh indonesia bahkan ada yang di luar negeri, dengan ini tentu menjadi kebahagian kita bahwa ternyata keluarga besar IWS sangatlah banyak.dan inyaaallah pada kesempatan pulang basamo sekarang ini akan ada pengangkatan datuk dan gelar.
    Pada kesempatan ini saya ingin memberi saran untuk perkembangan Desa Saning Bakar sebagai berikut :
    1. Mari kita tata infrastruktur Desa kita yang tercinta menjadi indah
    2. Membuat Surau Gadang yang indah, dan di jadikan pusat ibadah Saning Bakar
    3. Setiap Kepala keluarga menyumbang dana untuk pembanggunan desa dan dikelola oleh yang berwenang
    4. Membuat Rumah Gadang setiap sudut jalan
    5. Menjalin silaturahmi yang kuat
    6. Membantu saudara kita yang tidak mampu sekolah maupun pendidikan kuliah
    7. Mengadakan uang kas untuk kepeluar sosial
    8. Membantu saudara kita yang belum bekerja
    9. Menciptakan ladang usaha

    Inysa allah jika kita tulus menjalankan semuannya, maka akan mudah dalam perkembangan desa Saning Bakar untuk menata infrastruktur dan budaya, serta akan mempererat silatuhrahmi kita.Amin

    mohon maaf jika ada kata yang salah dan tidak berkenan semoga menjadi pandangan kita untuk lebih maju dan mengembangan adat minang serta kebersamaan walau kita jauh namun kita tetap satu hati satu rasa untuk bersilaturahmi.

    Terimakasih.
    Wasalam.

    Briptu. Medika Andesba,SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: