Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Al-quran di mata At-Thabari

Posted by majalahsaran pada Agustus 30, 2009

Psikologi  Legendaris Muslim dari Persia

Ali bin Rabban al- Tabari awalnya adalah penganut zoroaster. Lalu ia memutuskan untuk masuk Islam, karena begitu kagum dengan AL-QURAN. Sang psikolog terkemuka itu mengaku tidak pernah mnemukan tulisan maupun bahasa yang lebih hebat dan sempurna dari al-quran.

Pengakuannya al-Tabari  terhadap kehebatan al-quran itu di kutip MSM Saifullah dalam karyanya yang bertajuk Topics Relating to The Quran: Ijaz, Grammarians & jews. “Apa yang di katakan quran itu adalah benar. Kenyataannya adalah saya tak menemukan satu buku pun dalam bahasa Arab dan Persia serta dalam bahasa India atau Yunani yang sempurna seperti Alquran.” Tuturnya.

Adikarya Sang Psikolog

1. Firdaus al-Hikmah (“Paradise of Wisdom”)
2. Tuhfat al-Muluk (The King’s Present”)
3. Hafzh al-Sihhah (“ The Proper Care of Health”), mengikuti pengarang Yunani dan India.
4. Kitab al-Ruqa (“Book of Magic orAmulets”)
5. Kitab fi al-Hijamah (‘Treatise on Cuping”)
6. Kitab fi Tartib al-‘Ardiyah (“Treatise on the Preparation of Food”)

Dunia psikologi islam mengenalnya sebagai pencetus terapi penyakit jiwa. Psikolog legendaris muslim dari abad ke-9 M itu bernama lengkap Abu al-Hasan Ali ibnu Sahl Rabban al-Thabari. Selain dikenal sebagai psikolog dia juga menguasai ilmu lain yaitu, fisika dan kedokteran. Namanya tetap dikenang berkat karya –karya tulisnya yang sangat berpengaruh.

Lewat kitab Firdaous al-Hikmah yang ditulisnya pada abad ke-9 M, dia telah mengmbangkan psikoterapi untuk menyembuhkan pasien yang mengalami gangguan jiwa. Al- Thabari menjelaskan, pasien kerap kali mengalami sakit karena imajinasi atau keyakinan yang sesat, untuk mengobatinya, kata Al- Thabari dapat dilakukan melalui “ konseling bijak”  terapi ini bisa dilakukan oleh seorang dokter yang bijak dan punya humor yang tinggi. Caranya dengan membangkitkan kembali kepercayaan diri pasiennya. Pemikirannya di abad  9 ternyata masih relevan sampai sekarang.

Psikolog kenamaan itu lahir pada 838 M. Ia merupakan keturunan Yahudi Persia yang menganut Zoroaster. Menurut SN Nasr, dalam karyanya bertajuk Life Sciences, Alchemy and medicine Al- Thabari semasa hidupnya telah berpindah keyakinan menjadi seorang muslim. Awalnya, dia berasal dari keluarga Yahudi dari Merv di Tabaristan. Karena itu nama belakangnya di namakan Al- Thabari sesuai dengan nama daerah asalnya.

Lalu dia memutuskan hijrah ke dunia Islam pada saat klhalifah Abassiyah, Al-Mutassim (833-842) berkuasa, sampai kepemimpinan al-Mutawakkil.( 847-861). Al- Thabari berasal dari keluarga ilmuwan , ayahnya Sahl Ibnu Bishr merupakan seorang ahli pengobatan dan astrolog dan ahli matematika yang terkenal. Dia tergolong keluarga bangsawan dan banyak orang-orang di sekitarnya memnaggilnya Raban yang artinya ‘pemimpin kami’

Sang ayah adalah guru pertama bagi Al- Thabari. Dari ayahnya ia mempelajari ilmu pengobatan dan kaligrafi. Sebagai seorang pemuda berotak encer, Ali juga sangat mahir berbahasa suriah dan yunani. Nama besarnya dicatat dan diabadikan dalam karya muridnya Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi alias Rhazes, fisikawan agung.

Al- Thabari dinilai muridnya sebagai seorang guru yang berdedikasi yang tinggi. Tak heran jika murid-muridnya juga meraih kesuksesan sama seperti dirinya, salah satunya al-Razi. Ia mengajari al-Razi ilmu pengobatan saat menetap di wilayah Rai. Lalu dia hijrah ke Samarra dan menjadi sekretarisnaya Mazyar ibnu Marin. Meski begitu ia kalah pamor dibanding muridnya al-Razi.

Kitabnya Firdaus al-Hikmah atau (Paradise of Wisdom) merupakan adikarya sang psikolog. “Ia menghasilkan karya pertamanya dalam bidang pengobatan. Dia merupakan orang pertama yang mengusung ilmu kesehatan anak-anak dan bidang pertumbuhan anak,” ujar Amber Haque dalam bukunya berjudul Pschicologi from Islamic Perspective: Contributions of Early Muslim Scholars and Chalenges to Contemporery Muslim Psichologists.

Kitabnya yang monumental itu diterjemahkannya ke dalam bahasa suriah. Al- Thabari memiliki dua kompilasi untuk karyanya yang dinamakan Deen al-Doulat dan Hifdh al-Sehhat. Adikarya sang ilmuwan itu bisa ditemukan di perpustakaan Universitas Oxford, Inggris. Al- Thabari tutup usia pada tahun 870 M, namun namanya tetap abadi dan diingat sepanjang masa.

Kitab Firdaus al-Hikmah berisi tentang sistem pengobatan yang dibuat dalam tujuh bagian. Buku pertama itu dikategorikan sebagai ensiklopedia kedokteran dan dibuat dalam tujuh volume dan 30 bagian, dengan total 360 bab.

Dalam kitabnya itu, Al- Thabari membagi ilmu pengobatan dalam beberapa bagian, antara lain : ilmu kesehatan anak dan pertumbuhan anak serta psikologi dan psikoterapi. Di bagian pengobatan dan psikoterapi, Al- Thabari menekankan kekuatan antara psikologi dan pengobatan, dan kebutuhan psikotrapi dan koseling pada pelayananpengobatan pasien.

Menurut Amber Haque, Al- Thabari menuliskan dalam risalahnya untuk mengobati pasien gannguan jiwa membutuhkan konseling dan psikoterapi. Ia melakukan pendekatan dengan bantuan  konseling pada pasien sehingga pasien mengungkap isi hati mereka serta perasan yang mengganggu.

Ia juga mengajarkan kepada dokter supaya memberikan perhatian tidak hanya dalam bentuk pengobatan, namun juga dalam bentuk berdialog  inilah upaya yang diyakini ali akan membantu suksesnya sebuah pengobatan.

Pemikirannya dalam bidang psikologi banyak mempengaruhi al-Razi. Melalui kitab yang ditulisnya yakni El- Mansuri dan Al- Hawi, al-Razi pun telah berhasil mengungkapkan definisi symptoms (gejala ) dan perawatan untuk menangani sakit mental dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan mental.

Al- Razi juga tercatat sebagai psikolog pertama yang membuka ruang psikiatri di sebuah rumah sakit di kota Baghdad. Pemikir  lainnya yang menyumbangkan pemikiran untuk pengobatan penykit kejiwaan adalah Farabi. Ilmuwan yang termahsyur ini secara khusus menulis risalah terkait psikolog sosial dan berhubungan dengan studi kesadaran.

Hingga kini, sebanyak lima karya Al- Thabari masih teap tersimpan di perpustakaan  dan telah dibandingkan  dan di edit oleh Dr. Mohammad Zubair Siddiqui. Menurut dia, buah pikir Al- Thabari sungguh sangat mengagumkan dan berguna. (Dikutip Oleh Gindo Sutan dari ….?)

Satu Tanggapan to “Al-quran di mata At-Thabari”

  1. andriagungshop said

    ass.wrwb
    salam kenal
    menambah ilmu dari tulisan anda..
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: