Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Saniangbaka Perlu Punya Produk Unggulan

Posted by majalahsaran pada Agustus 30, 2009

Meneruskan Program OVOP (One Village One Product ) yang telah dicanangkan oleh Pemda Kab Solok, maka kita perlu menyambutnya dengan memilih dan mengembangkan produk unggulan yang cocok untuk kita Saniangbaka. Program itu sangat bagus untuk menciptakan lapangan kerja baru demi menambah penghasilan warga kita. Produk apakah yang cocok untuk kita unggulkan? Alternative pilihan cukup banyak seperti ; Bilih, Kripik Maco, kue sangko, Kripik Singkong, Dumayang, Kue Guluang,Mutu,   dan lain lain, atau mungkin ada kreasi baru dari kaum ibu kita.

Untuk merealisasikan program ini sangat diperlukan dukungan dan peran aktif semua pihak, baik jajaran Pemerintah dalam Nagari sampai Pemerintah kabupaten yang punya wewenang sebagai pengatur kebijakan. Selain itu juga pengusaha/ pedagang sukses kita baik yang di kampung apalagi yang dirantau sebagai pendukung permodalan, serta warga sebagai pelaku utama dalam segala proses, mulai dari penentuan pilihan produk, proses produksi dan pemasarannya.

Dukungan Pemerintah tentu sangat diperlukan, di antaranya adalah adanya bimbingan tentang cara bagaimana memulai sebuah usaha. Setelah itu bagaimana melakukan usaha itu dengan baik dan kemudian bagaimana memasarkannya. Tidak kalah pentingnya adalah Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif, seperti kemudahan dalam pengajuan pembiayaan lewat Bank dan diluncurkannya program wisata sekeliling Danau yang tentu akan mengundang pengunjung sebagai konsumen dari produk itu sendiri.

Sedangkan para pengusaha kita yang sudah terbilang sukses sangat perlu memberikan bantuannya dalam hal permodalan. Bantuan itu bisa langsung kepada pihak pihak di unit produksi, atau bisa juga tidak langsung, umpamanya dengan mendepositokan uangnya di BPR yang ada dalam Nagari. Pihak lainnya adalah pedagang kita, baik yang ada di kampung dan di solok. Dukungan mereka sangat  menentukan sekali, terutama dalam hal pemasaran.

Perantau kita yang hilir mudik pulang kampung adalah konsumen utama, daripada membawa produk nagari lain jelas lebih baik membawa hasil olahan urang kampuang sendiri sebagai oleh oleh sekaligus membukti kan  kecintaan dan dukungan demi kemajuan nagari. Tidakkah kita bangga produk olahan anak Saniangbaka ditenteng orang naik turun pesawat. Tapi tentu saja dengan kemasan dan cita rasa yang tidak asal asalan, harus spesial, khas dan bervariasi.

Pihak yang sangat menentukan sekali adalah warga kita di kampung. Merekalah pelaku utama dalam segala proses produksi, mulai dari persiapan, pengolahan, pengepakan,penjualan dan seterusnya. Diperlukan kesungguhan dan keuletan dalam menjalankan usaha itu, apalagi mencapai kesuksesan sangat diperlukan kesabaran. Perlu juga disiapkan semacam strategi/cara  agar menekan resiko kerugian sekecil mungkin.

Sudah saatnya kita bersama serius memikirkan hal ini, karena ini adalah salah satu solusi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan itu akan menambah penghasilan warga dan pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan. Kita yakin hasil olahan urang Saniangbaka tidak akan kalah oleh olahan Nagari lain. Apabila kita bisa memproduksi suatu makanan dengan baik dan didukung oleh pemasaran yang cermat dan tepat, tentu Saniangbaka akan dapat sejajar dengan Nagari lain yang sudah lebih dulu surfive, seperti Bukit Tinggi dengan Sanjainya, Galamai dari Payakumbuh dan lain lain. {Yudiharzi}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: