Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Aneka Harapan Masyarakat Saniangbaka Terhadap Pulang Basamo 2010

Posted by majalahsaran pada Agustus 31, 2009

Tanpa terasa  Pulang Basamo 2010 kian dekat. DPP IWS dan  pengurus IWS dari berbagai daerah   tentu tengah    mempersiapkan dan mensosialisasikan dengan suatu harapan  agar bagaimana   Pubas 2010 kali ini lebih baik dari  sebelum-sebelumnya.  Semuanya itu tentu tak lepas dari partisipasi aktif  dari semua warga Sanianagbaka  baik yang ada  di perantauan maupaun yang ada di kampuang .

Pulang Basamo sebagai tradisi sekali 4 tahunan sarat  dengan  nilai –nilai  dan makna kebaikan di antaranya, kekeluargaan, kebersamaan,  cinto ka nagari. Khusus bagi dunsanak  kito di rantau orang, yang  ikut  pulang  basamo setidak-tidaknya akan mendapatkan  beberapa manfaat  : pertama  sebagai tonikum, spirit  dalam  mengadapi  lika liku perjuangan  hidup, bahkan bisa dimaknai  sebagai sebuah moment yang mengingatkan hakikat perjalanan hidup manusia  di muka bumi ini  yang suatu saat pasti  juga akan kembali pulang menghadap Tuhan sang pencipta. Yang kedua : bagi dunsanak kito yang  punya anak atau cucu yang besar di rantau  akan menjadi media untuk memperkenalkan  nagari  sebagai tanah tumpah darah  sehingga nantinya  tumbuh rasa memiliki  dan kepedulian terhadap Saniangbaka.

Bagaimana    komentar  dan  harapan warga kita yang di kampuang : berikut  kita simak petikan  hasil wawancara  Koresponden Saran  dengan beberapa tokoh  dan  warga   masyarakat  Saniangbaka di bawah ini  :

1.    Dasrizal Candra Bahar (Wali Nagari Saniangbaka)
Perlu adanya  pemberitahuan secara resmi dan segera dari DPP IWS  agar kegiatan Pulang Basamo 2010  bisa  terencana  dengan baik., kunci sukses kegiatan tersebut  adalah kekompakan panitia   sehingga warga  masyarakat  baik yang pulang basamo maupun yang di kampuang  mau berbaur sehingga  betul –betul bisa menikmati suasana yang berkesan terjalinnya silaturrahim serta indahnya kebersamaan.
Program yang direncanakan sebaiknya  tidak perlu banyak-banyak  akan  tetapi ada suatu yang monumental, bisa menjadi kenangan  atau buah tangan  dari kegiatan Pubas 2010, seperti  pembangunan lapangan bola kaki, penyelesaian gapura gerbang batas nagari dengan Sumani atau pepustakaan nagari .

2.    E .Dt Palindih ( Ketua KAN Saniangbaka)
Secara umum atas nama KAN siap membantu demi  suksesnya Pubas 2010 dan setelah adanya  kesepakatan    dalam kepengurusan KAN  tentang kegiatan apa saja yang akan diadakan  kemudian  baru  dikoordinasikan  dengan panitiaan  Pubas  2010 yang terbentuk. bisa saja diadakan kembali kegiatan : batagak  gala, pengangkatan  penghulu dsb. Kemudian  diharapkan  dalam   Musbang program kegiatan yang diagendakan jangan terkesan masak pagi  habih patang. Maksudnya betul –betul bisa ditindak lanjuti  dan bermanfaat bagi masyarakat nan di kampuang

3.    Atrizon S.Pd (Ketua BMN Saniangbaka )
Satu  hal yang menarik  dan perlu  dipujikan  dari kegiatan  Pubas   2004  adalah adanya bus  gratis yang disediakan panitia bagi warga rantau yang ingin pulang    Dari segi pelaksanaan  kegiatan  program, jadwal perlu dievaluasi  untuk  diperbaiki dan ditingkatkan  pada Pubas  2010. sehingga   kegiatan  yang telah disusun  panitia  tidak ada  berdempet dengan  kegiatan  bermisi pribadi. Dalam hal ini nantinya perlu ada koordinasi dan  komitmen antara panitia yang di kampuang dengan panitia yang di rantau.  Sebaiknya dalam Pubas  2010 nanti program  yang dibuat diarahkan untuk penyelesaian pembangunan lapangan bola kaki Puruk yang sudah  sekian tahun tidak dimamfaatkan.  Sebab  perlu jadi bahan renungan bagi warga Saniangbaka  betapa  susah payahnya  para  tokoh perintis  dalam membangun lapangan tersebut, kenapa kita generasi sekarang  tidak melanjutkan perjuangan tersebut.

4.   Ridwan Husen (P3NTR  dan Kepala MTsM Saniangbaka)
Dari segi manfaat: pertama,  Pubas merupakan  moment yang tepat dalam  menguatkan silahturrahmi  antara sesama warga saniangbaka. Karena di dalam kegiatan tersebut  yang ditonjolkan  rasa kebersamaan, persaudaraan   Yang kedua, Pubas adalah dalam rangka  membangun Saniangbaka  ke depan. karena  dalam  Musbang nantinya  diharapkan   masukan-masukan  tentang “ baa lai Saniangbaka “yang  kira-kira bisa menjawab persoalan  yang ada selama ini. Sebagai contoh dalam bidang pendidikan diharapkan  adanya  warga kita yang mampu untuk menjadi orang tua asuh dalam pembiayaan pendidikan  anak-anak Saniangbaka  yang  berekonomi lemah tetapi berprestasi .
Dari kegiatan  perlombaan, sebaiknya lombanya yang meraknyat seperti pacu biduk, pacu lari, pacu goni, jalan santai  tarik tambang, panjat pinang, sepeda lambat. Kalaupun ada badminton  pesertanya  agar dibatasi sehingga tidak menyita waktu. Tempatnya sebaiknya terpusat  di nagari Saniangbaka   dengan memanfaatkan  gedung  serba guna , Aula SMA 2.

5.    Tarmizi Mangkuto Sutan (mantan Wali Nagari)
Yang penting  dalam kegiatan Pubas 2010  adalah rasa kebersamaan, masing –masing kita warga nagari harus memanahami peran  dan pungsi kita di tengah –tengah masyarakat. Bila  rasa kebersamaan sudah mantap kegiatan  apapun yang kita adakan  dalam nagari bisa berjalan dengan baik. Program yang diharapankan  berupa  perbaikan sikap mental  warga nagari, pada hal dari segi Sumber Daya Manusia (SDM ) nagari Saniangbaka cukup potensil  cuma sayang tidak terkelola dengan baik.
“Nagari Saniangbaka Nan Sejahtera” yang menjadi misi  Pubas 2004 dulu  hendaknya lebih dipertegas lagi.

6..  Syafri Bayman (MPK MTsM Saniangbaka)
Warga kito yang pulang basamo tahun 2010 nanti  jangan  hanya  sekedar pulang-pulang begitu saja ,akan tetapi  dengan pulang basamo tersebut   hendaknya  ada bekasnya bagi masyarakat di kampuang  dan disarankan  kepada  DPP IWS  dalam Pulang Basamo nanti juga memberi perhatian dalam bidang pendidikan  dalam bentuk  pemberian dana Bea siswa kepada putra- putri Saniangbaka  yang berprestasi untuk biaya  kuliah di Perguruan tinggi. Banyak  putra-putri Saniangbaka dari segi  intelektualnya mampu  tapi tak mampu   dari segi ekonomi.

7.   Bundo Maryati (Pengurus  Bundo Kanduang )
Dalam Pulang Basamo  2010 nanti  semestinya   diadakan pula temu ramah antara Bundo kanduang yang di kampuang dengan  Bundo kanduang yang ada di tingkat IWS Dengan  pertemuan tersebut  diharapkan terjalinnya  silahturrahmi . Dari segi perlombaan nantinya  sebaiknya   diadakan lomba  yang bernuansa  adat. Seperti lomba  babaju kurang nan basiba, lomba pidato  Adat, lomba pasambahan antar suku dll. Dengan lomba seperti demikian  akan  bisa  memperkenalkan, menumbuhkan kecintaan  generasi muda  akan  kekayaan  budaya anak nagari.

8.  Akhyar  Rky Batuah  (Wali Jorong Balai Tingkah)
Memperhatikan Pubas  sebelumnya   Tahun 2004, sebenarnya sudah banyak kemajuan, tidak ada lagi warga kita yang pulang tidak membaur, sudah mau bertegur sapa, tidak ada yang kerjanya hilir mudik dengan kendaraan pribadinya.
Dari segi program  yang dicanangkan nantinya  tidak usah banyak-banyak apalagi muluk-muluk  dan jangan tinggal di atas kertas saja, tapi bisa  nampak hasilnya  atau bisa ditindak lanjuti. seperti pembangunan  jalan lingkar  Kapalo banda  sampai ke Jorong  Aia Hangat

9.  Yunisbar Marah Banso  ( Ketua Pemuda ]
Dengan adanya Pubas 2010  diharapkan bisa menguatkan tekad  untuk membangun Saniangbaka, tidak saling menyalahkan, menyatukan hati antara warga masyarakat  kita yang selama ini terkesan tidak kompak   kurang rasa memiliki, masa bodoh terhadap persoalan yang ada dalam nagari. Terkait dengan persoalan batas yang distatus guokan belum selesai –selesaianya bagi anak muda jangan pernah ada rasa  gamang, apapun yang terjadi  harus kita  hadapi dan diperjuangkan demi tumpah  darah Saniangbaka.
Yang perlu jadi perhatian  dalam kegiatan  pulang basamo   2010  adalah persoalan dana dan disiplin  waktu, bagaimana  panitia  bisa mematuhi  time schedule yang telah dibuat.  seperti jadwal kedatangan  rombongan pulang basamo jangan mendahului jadwal yang telah  ditetapkan  sehingga panitia nan di kampuang  yang menanti tidak kucar kacir.  Yang jelas   pemuda yang di kampuang  siap berpartisipasi mensukseskan kegiatan Pubas 2010. .

10. Elmandri ( Pengurus MDA Bahrul Ulum )
Sebagai orang yang berdomisili ± 22 tahun di Saniangbaka  akan tetapi  kiprahnya  dalam  berbagai kegiatan  di Saniangbaka tak diragukan lagi. Persoalan   dalam nagari  yang perlu dibicarakan dalam Pubas 2010 untuk dicari pemecahannya  seperti masalah  kebersihan  nagari, Tangaya, kurangnya fasilitas umum, diantaranya lapangan yang memadai  untuk acara-acara nagari  sehingga tidak mengganggu  kenyaman pemakaian jalan raya.  Kalau disepakati nanti pelaksanaan   Sholat dua  hari Raya  bisa saja dipusatkan  di lapangan Puruk

Demikian petikan wawancara Saran  dengan  beberapa tokoh dan warga  masyarakat  Saniangbaka  semoga  bisa menjadi  masukan  bagi  panitia Pubas 2010  termasuk DPP IWS dan IWS  yang ada di berbagai  daerah. Tekad  cinto  ka nagari Saniangbaka  harus  selalu digelorakan  dalam sanubari kita warga Saniangbaka  sehingga   Pubas 2010  kali ini  betul-betul  berjalan dengan  baik, membawa  kemajuan dalam berbagai bidang  kehidupan masyarakat  Saniangbaka  tercinta dan masyarakat di Saniangbaka nan di kampuang siap menanti warga rantau  dalam kegiatan  Pubas 2010.  (NJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: