Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Gerbang Utama Saniangbaka yang Memprihatinkan

Posted by majalahsaran pada Agustus 31, 2009

Gerbang itu sebagai Pintu utama Nagari yang merupakan wajah terdepan Saniangbaka dan  haruslah mencerminkan kondisi nagari sesungguhnya.

Dampak dari gempa yang melanda Sumatera Barat lebih dari dua tahun lalu, tepatnya pada Maret 2007 masih meninggalkan bekas  di daerah ini, khususnya di nagari kita Saniangbaka.

Secara umum beberapa bangunan yang hancur karena   musibah itu telah diperbaiki dan dapat dikembalikan fungsinya seperti semula. Baik yang dibangun secara perorangan atau keluarga untuk rumah tinggal, swadaya untuk fasilitas umum, maupun subsidi dari pemerintah daerah untuk instansi dan bangunan tertentu. Namun tapal batas sebagai gerbang untuk memaski nagari terlihat sangat memprihatinkan.

Menurut Atrizon S.Pd, ketua Badan Musyawarah Nagari (BMN) yang  dikonfirmasi  oleh team Saran lewat telepon menjelaskan “Seharusnya gapura ini telah selesai, karena anggaran yang dialokasikan untuk itu telah cair”.

Lebih lanjut ketua BMN menjelaskan bahwa alokasi dana untuk pembangunan itu dari anggaran APBD  tahun 2007 saja  senilai Rp. 10 juta dan ditambah lagi Rp.15 juta pada anggaran 2008, dari total anggaran Rp. 25 juta itu baru diperkirakan terpakai 20 persennya saja.

Kondisi ini sangat disayangkan, apalagi Gerbang itu sebagai Pintu utama Nagari yang merupakan wajah terdepan Saniangbaka dan  haruslah mencerminkan kondisi nagari sesungguhnya. Gerbang yang merupakan icon atau  simbol Saniangbaka tidak semestinya terbengkalai lebih dari dua tahun.

Pada kesempatan lain Atrizon menjelaskan sebenarnya untuk anggaran tahun  2009 ini akan kembali didiajukan  sebanyak Rp. 15 juta lagi namun melalui berbagai pertimbangan,  anggaran itu urung diajukan karena  realisasi dari anggaran sebelumnya belum  dipergunakan secara maksimal oleh Pemerintah Nagari. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan polemik di masa mendatang.

Dalam hal ini secara khusus Ketua BMN juga menghimbau tokoh masyarakat dan Lembaga Nagari  Saniangbaka untuk ikut mendorong pemerintah (Wali Nagari ) malakukan percepatan pembangunan Gapura ini.

Gerbang atau gapura ini sesungguhnya adalah cerminan riil sebuah tempat atau lokasi di mana gaya bangunannya (arsitekturnya ) secara ekplisit akan menggambarkan kondisi riel sebuah nagari. Gerbang yang hancur dan berantakan jua menggambarkan kondisi di dalamnya dalam segala segi kehidupan baik sosial, ekonomi. moral dan apalagi pertahanan dan keamanan. (Gindo Sutan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: