Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Pulang Basamo, Momen Untuk Bangkit

Posted by majalahsaran pada Agustus 31, 2009

Perantau Saniangbaka bersemangat akan mengadakan kembali acara Pulang Basamo  pada liburan 2010.  Suasana penuh semangat tersebut terlihat sekali dalam rapat pembentukan Panitia di rumah H. Andri Novel, Sabtu, 8 Agustus 2009, yang dihadiri oleh berbagai komponen, baik dari DPP IWS yakni Ir Ikhlas Bahar, Ir Adlim Ghani,  juga dari utusan DPC IWS Bekasi yaitu Drs Yulnasman Yasin dan Masdar Bahar, serta segenap jajaran Pengurus DPC IWS Jakarta.

“ Diharapkan ajang Pulang basamo kali ini dapat lebih sukses dibanding sebelumnya, baik dari segi kuantitas  maupun kwalitasnya,” demikian harapan Yulnasman yang disampaikan disela sela rapat. Hendaknya acara Pulang basamo 2010 nanti dapat dijadikan sebagai momentum bangkitnya Nagari Saniangbaka menuju kemajuan dan kesejahteraaan.

Banyak usulan berkembang yang disampaikan dalam rapat tersebut, yang semuanya bertujuan untuk menjadikan acara Pulang Basamo nanti lebih bermakna dan bermanfaat terutama untuk masyarakat di kampung kita Saniangbaka.

Memang Pulang Basamo adalah hajatan besar, seharusnya dampaknya juga besar. Akankah momentum kali ini  kembali hanya menjadi sekedar ajang melepas taragak, bernostalgia, lomba ini dan itu serta seremonial pidato sambut menyambut belaka, setelah itu rombongan kembali balik ke rantau tanpa meninggalkan suatu hal berarti. Sementara kampungpun akan kembali sunyi sepi, dan kembali merana dengan segala permasalahannya.

Masa pulang basamo adalah kesempatan untuk melakukan banyak hal. Saat itu segala potensi yang dimiliki , baik tenaga yaitu para pemuda energik, ahli fikir yaitu para sarjana kita, serta materi yaitu fulusnya urang rantau, semuanya lagi berkumpul tumpah ruah di dalam Nagari. Bila potensi sebesar itu ditambah rasa nasionalisme/kecintaan ka Nagari semuanya dapat diarahkan dengan baik, maka dampaknya tentu akan luar biasa.

Tidakkah kita ‘cak inan’ bisa seperti nagari lain yang sudah lebih maju dibanding kita, seperti Sulit Air, Koto Sani, Paningggahan dan lain lain. Maju yang dimaksud adalah ketahanan dan kemandirian mereka dalam hal ekonomi. Walaupun mereka juga banyak tergantung dari bantuan rantau, tapi hasil pertanian dan perikanan yang mereka miliki dapat menambah kesejahteraan bagi warganya yang tidak merantau.

Peluang Ekonomi.

Mari kita berhitung, diduga pada Pulang Basamo kemaren jumlah warga yang pulang baik yang ikut rombongan atau yang pulang sendiri sendiri termasuk yang dari Padang dan Solok bisa mencapai 1500 orang. Bila masing-masing membawa uang rata2 Rp 2jt, maka potensi capital saat itu adalah Rp 3 milliar. Padahal total perantau kita mungkin tidak kurang dari angka 8 ribuan.

Baru berapakah yang terserap atau yang beredar dalam nagari? Setahu kita yang lebih banyak menikmati adalah para pedagang di Solok dan Bukittinggi, karena warga kita pada berbelanja kebutuhan pokok dan oleh-oleh di sana, karena memang di sanalah banyak tersedia berbagai kebutuhan. Sedangkan yang tersedia di nagari paling hanyalah untuk keperluan sarapan pagi seperti lontong, kopi, teh talua dan sebagainya.

Katanya yang juga paling kanyang itu adalah pedagang emas di Solok, karena urang awak pada berebut membeli emas, mungkin untuk investasi atau untuk perhiasan. Ini adalah bukti bahwa capital yang dibawa oleh perantau itu sungguh luar biasa sekali.

Melihat potensi ekonomi yang sungguh sangat luar biasa itu maka kita perlu melakukan antisipasi dan memanfaatkan momentum Pulang Basamo itu sebagai peluang untuk menancapkan kebangkitan ekonomi di kampung. Jangan sampai Nagari hanya mendapatkan kuah dan tulangnya saja sementara dagingnya dinikmati oleh nagari lain.

Diantara antisipasi yang perlu dipersiapkan adalah terciptanya sentra produksi oleh-oleh di Nagari kita, dan satu lagi yang dirasa perlu adalah adanya pasar sebagai tempat memasarkan segala produk juga berbagai kebutuhan lainnya. Maka dengan itu segala produk kita, baik bidang pertanian, perikanan dan industri rumah tangga dapat langsung dijual. Untuk ini mungkin Balai Jumat di Balai Panjang dapat kita kembangkan.

Dapat juga kita dirikan semacam bazaar atau pojok makanan dan oleh-oleh yang berbasis jorong atau di balai-balai yang kita punya. Kalau pasar Balai Jumat aktifnya hanya satu kali atau mungkin bisa dua kali seminggu, maka bazaar makanan dan oleh oleh dapat dibuka setiap hari.

Pada kesempatan Pulang Basamo itu kita juga dapat melakukan banyak hal besar karena saat itu kita lagi berkumpul basamo, maka dengan barami-rami tentu yang berat  akan terasa ringan, sehingga dengan itu memungkinkan terjadinya perubahan yang mendasar dalam kehidupan di Nagari, baik dari segi keberagamaan, social, ekonomi, keamanan dan sebagainya.

Saatnya juga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai keadaan, kebiasaan dan berbagai kebijakan. Kalau kita temukan adanya suatu yang baik tentu perlu kita pertahankan dan lanjutkan, tetapi bila kita temukan suatu yang buruk maka jelas akan kita tinggalkan dan tidak kita ulang kembali. Yang jelas apapun yang dilakukan tetap harus dalam bingkai kebersamaan.

Adalah para Ulama dan Guru sebagai pihak terdepan untuk menentukan mana hal buruk dan jelek  yang patut kita tinggalkan, saatnya kita semua menurut apa yang dikatakan oleh Ulama dan Guru kita agar kita selamat baik dunia maupun di akhirat kelak.

Sedangkan dari segi social pulang basamo adalah momentum untuk mensosialisasikan tata tertib dan peraturan Nagari, juga ajang silaturahmi sesama keluarga dan teman akrab yang sudah lama tidak berjumpa. Dan di segi ekonomi, pulang basamo adalah kesempatan luar biasa untuk melakukan terobosan penciptaan peluang ekonomi dan lapangan kerja baru di kampung agar tercipta iklim kemandirian menuju sebuah kemajuan. {yd}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: