Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Suryadi Asmi SE MM, Kini Bergelar Datuk Rajo Nan Sati

Posted by majalahsaran pada Agustus 31, 2009

Tidak seperti  biasanya,  suasana   Saniangbaka Sabtu, 8 Agustus 2009, tepatnya di Balai Gadang, di depan    balai-balai adat serta  kiri kanan jalan mulai dari lapangan Balga  hingga ke Balai Lalang berjejer ucapan selamat berupa karangan bunga dan mobil pribadi yang parkir memenuhi jalan dan gang hingga sampai ke lapangan Balai Lalang.  Semua itu   menandakan  tengah dilangsungkan acara yang penuh nuansa adat Minangkabau yaitu batagak gala  penghulu kaum suku koto : H. Suryadi Asmi  SE  MM, dengan gelar Dt Rajo Nan Sati. Beliau  merupakan kebanggaan  dan harapan  orang Saniangbaka  yang  sukses  dalam meniti karirnya, sebagai  Direktur Utama Bank Nagari Sumatera Barat.

Sekitar Jam 08.00 Wib pagi,  sebagian dari kaum ibu sudah mulai berdatangan ke Balai Gadang manjujuang jamba. Sementara  beberapa orang  panitia terdiri dari orang suku Koto dan jurainya orang suku Sikumbang sibuk mengatur penerimaan dan memposisikan  jamba tersebut. Maabeah alek dan karajo lainnya, mulai dari persiapan  hingga selesainya acara, panitia dalam kampuang tersebut dibantu dan bekerja sama dengan kepanitiaan  dari Bank Nagari cabang Solok serta Ikatan Pemuda Pelajar Saniangbaka (IPPSB) Padang.

Prosesi  acara batagak penghulu suku Koto Dt Rajo Nan Sati dimulai  setelah hadirnya  calon penghulu suku Koto H Suryadi Asmi SE MM, pemangku adat  penghulu suku nan salapan, dubalang adat Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo SE MM serta  para undangan   yang di antaranya terdiri dari sejumlah  tokoh Minang  seperti Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh asisten II,Syafrial, Vita Gamawan Fauzi, Ir H Azwar Anas, Leonardi Harmayni Dt bandaro Basa, (Ketua DPRD Sumbar ) Alis Marajo Ketua LKAM Sumbar,  Marwan Paris Ketua S3 (Solok Saiyo Sakato), Yunasril Anga Ketua Umum DPP IWS bersama rombongan.

Acara dipandu oleh Nasir yang tampil mengesankan, diawali dengan  pembacaan kalam  ilahi kemudian kata sambutan, pidato pengukuhan gala Panghulu  sebagai  selingan  berupa musik tradisional minang  grup Gumarang dari Padang panjang dan anak randai dari Saniangbaka. Acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Ridwan Husen  selaku P3NTR Saniangbaka. Usai  shalat  zhuhur berjamaaah  di Masjid raya Saniangbaka, Dt Rajo Nan Sati  diarak keliling nagari yang diiringi oleh H Fauzi Bahar MSi (Walikota Padang)  dan pemangku adat yang ada dalam nagari Saniangbaka serta keluarga karib kerabat.

Masyarakat  Saniangbaka tumpah ruah memadati lokasi acara batagak Panghulu  suku Koto. Sebagian besar warga masyarakat baru kenal nama sang Datuk baru sehingga antusias ingin melihat secara langsung dan lebih dekat sosok panghulu  suku  Koto H Suryadi Asmi SE MM. Mereka turut menjadi saksi pada detik-detik  pengambilan sumpah Panghulu.  Buku yang berisi profil  Suryadi Asmi Datuk Rajo Nan Sati dan Nagari Saniangbaka yang disediakan panitia sewaktu berlangsungnya acara menjadi  rebutan sebagian amak-amak yang hadir dengan tujuan   untuk dibaca-baca atau  sebagai  kenang-kenangan.

Berikut komentar terhadap pengangkatan Suryadi Asmi Datuk Rajo Nan Sati:

  Mustafa kadir (Ketua Panita Pelaksana)
Selaku ketua panitia, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama yang baik  dan kehadiran para undangan  pada  acara batagak gala kaum suku Koto  Dt Rajo Nan Sati. Adanya riak-riak kecil  merupakan suatu hal yang wajar maka dalam hal ini  panitia menyadarinya karena keterbatasan waktu serta kemampuan, untuk itu tidak ada kata yang pantas diucapkan  selain kata maaf  kepada masyarakat atas segala kesalahan dan kehilafan. Pengangkatan Suryadi Asmi Datuk Rajo Nan Sati merupakan kebanggaan bagi masyarakat Saniangbaka karena beliau bukan saja tampil dalam skala nagari tetapi juga seorang tokoh tingkat provinsi Sumatera Barat.

  E.Dt Palindih (Ketua KAN Saniangbaka)
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa di nagari Saniangbaka terdapat 60 gala  penghulu, tetapi sekarang gelar yang  masih dihidupkan adalah sebayak  29  gala, untuk  itu pihak KAN akan berupaya mendorong kaum yang ado tunggua gala panghulu berupo  saluk, keris dan tungkek masih tasimpan untuk dapat dipakaikan  kembali.  Dengan  adanya acara batagak gala penghulu H Suryadi Asmi SE MM dengan gala Dt Rajo Nan Sati  maka mari dicabik leba dan dikambang lawehkan dimano sajo barado.

  Dasrizal Chandra Bahar ( Wali Nagari Saniangbaka )
Dalam  sambutan dan komentarnya  menyatakan  bahwa sebagai kepala pemerintahan nagari Saniangbaka merasa bangga  dan sukses   atas terselenggaranya acara batagak gala Panghulu suku Koto Dt Rajo Nan Sati. Dalam acara seperti ini  perlu koordinasi  yang lebih baik lagi sehingga tidak ada hal-hal yang tertinggal dan terlupakan  apalagi kesalahpahaman. Selaku kepala pemerintahan nagari, kita telah  berupaya membantu  secara maksimal. Dengan telah dikukuhkanya  gala Dt Rajo Nan Sati mudah-mudahan ke depan  KAN Saniangbaka agar lebih eksis mengemban  pungsi dan perannya serta mengatasi persoalan yang ada dalam nagari.

  Gusmal  SH MM Dt Talelo Basa (Bupati Solok, Ketua LKAM Kabupaten Solok)
Mengingatkan tugas dan pungsi seorang penghulu serta perlunya Panghulu yang intelektual, maka H SA Dt Rajo Nan Sati adalah kebanggaan kabupaten Solok khususnya nagari Saniangbaka. Sumpah seorang penghulu yang diikrarkan di antaranya  ka ateh indak bapucuak  ka bawah indak baurek di tangah–tangah digirik kumbang, bakato bana  mahukum adia. Salah satu tugas penghulu mamaliharo harato jo pusako, anak kamanakan, kok jauh baulangi kok dakek bakatandoi maka Dt Rajo Nan Sati harus dan wajib acok pulang kampuang.

  Alis Marajo (Ketua LKAM Sumatera Barat)
Saniangbaka dari sudut sejarah adalah nagari yang cukup disegani, tampek baguru soal adat  tertuang dalam pepatah : Singkarak Saniangbaka camian taruih koto piliang. Saniangbaka termasuk nagari tuo  dalam langgam adat alam Minangkabau. Hal ini merupakan tantangan bagi nagari Saniangbaka dalam mengembalikan  atau mambangkik batang tarandam.

  Ir H Azwar Anas (Sesepuh Gebu Minang)
Sebagai sesepuh minang  yang turut hadir lebih banyak memberi nasehat bagi orang minang dalam menyikapi perkembangan  dan pengaruh global sekarang. Sekiranya ada masalah dalam  kehidupan keluarga, kaum dan kampuang pungsikanlah  para niniak mamak. jangan lansung ke Polisi.

  Ir Edi Sumanto( Anggota DPRD kab Solok)
Saya sebagai orang Saniangbaka merasa bangga dengan ketokohan dan jabatan penting   H SA Dt Rajo Nan Sati sekarang ini, diharapkan nantinya dapat mengayomi anak kemenakan khususnya suku Koto Raso yang selama ini menempel ka suku Koto yang ada. Demikian juga  secara sosial dan ekonomi menopang sendi kehidupan serta pembangunan di nagari Saniangbaka.

  H. Syukri Suid ( Pengusaha Saniangbaka )
Acara pengangkatan gala penghulu kaum suku Koto Raso Dt Rajo Nan Sati ini   cukup sukses . Disarankan dan  diharapkan kepada panghulu yang ada dalam nagari Saniangbaka ke depanya agar lebih memberi perhatian dalam masalah urusan anak kemenakan, seperti  dari segi SDM nagari Saniangbaka punya potensi,  akan tetapi kenyataannya masih banyak  anak kemenakan yang terhenti pendidikannya lantaran  persoalan ekonomi dalam hal ninik mamak turutlah membantu memberikan jalan keluar persolan tersebut.

Acara Batagak gala Panghulu kaum suku Koto  Dt Rajo Nan Sati   merupakan yang terbesar sepanjang sejarah  yang ada selama ini di nagari Saniangbaka, sebagaimana yang diungkapkan oleh A.Dt Mudo Nan Kuniang, selaku panghulu paling tuo  dalam nagari Saniangbaka. Diharapkan acara  seperti ini mempunyai makna dalam mengangkat martabat penghulu sebagai tertuang dalam pepatah berikut :  Nan tinggi tampak jauh, Nan gadang  jolong basuo, Kayu gadang ditangah padang, tampek balindung kepanasan, tampek bataduah kahujanan, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda,Pai tampek batanyo, Pulang tampek babarito. Biang nan akan manambuakan, Gantiang nan kamamutuihkan, tampek mangadu sasak sampik.  (NJ)

Mengenal Sosok Suryadi Asmi

H Suryadi Asmi  SE MM  nan hangat dan rendah hati  dan kebapakan  ini lahir  di Sungai Penuh, 21 Desember 1954. Dia hidup di tengah–tengah keluarga  pedagang  hasil bumi di Sungai Penuh. Beliau merupakan putra ke 3 dari 9 bersaudara  pasangan Asmi St Sinaro Bungsu (suku Sumpadang) dan ibu Rohani (Suku Koto) yang keduanya berasal dari Saniangbaka.

Suryadi Asmi menamatkan  sekolah Dasar  di SD  No 8 Sungai Penuh, kemudian melanjutkan  ke SMP No 1 Sungai Penuh (tamat tahun 1970), SMA Sungai Penuh (tamat tahun  1973) dan selanjutnya  menamatkan pendidikan  Perguruan tinggi  di Universitas Andalas Padang (1981) dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dan terakhir  berhasil  meraih  gelar Magister Managemen di Universitas Negeri Padang (2005).

Pada tahun  1979 Suryadi Asmi menikah  dengan wanita  kelahiran Padang Panjang  tahun  1956 yaitu Dra  Hj Syamsurmaini (suku Pisang) yang merupakan putri  dari pasangan  SY.Dt Tumanggung dan Rubama.Pernikahan  dengan wanita  yang akrab  dipanggil “Mai” ini telah dikarunia seorang putri dan 3 orang putra yaitu : dr  Nana Maya Suryana (lahir tahun 1980), Fandy Suryadi SE (lahir tahun 1983), Riyadi Suryananda (lahir tahun 1988) dan Ferdhanata (lahir  tahun  1993).

Melalui masa kecil di tengah keluarga yang harmonis  dan pekerja keras  menjadikan Suryadi Asmi  yang kerap dipanggil “ Sur” oleh orang tuanya  ini menjadi  sosok yang disiplin, tahan tempa, berkemauan keras  dan bertanggung jawab. Disamping dukungan  serta bimbingan  orang tua keluarga  dan teman hal tersebut telah  berhasil  membawa  beliau  kepada  kesuksesan  sampai seperti  saat sekarang ini. Kecintaannya  kepada negeri Minangkabau  sering dipresentasikan dalam  mengartikulasikan  kata “asmi “  di belakang namanya dengan “Asli Minang” walaupun itu sebenarnya nama orang tuanya.

Saat  ini beliau memimpin PT Bank Pembangunan Naerah (Bank Nagari) Sumatera Barat, sebagai Direktur Utama. Beliau  memulai karirnya  di Bank Nagari pada tahun  1982 sebagai petugas  bagian  Penilaian Pembiayaan  Kantor Pusat  Bank nagari, kemudian menduduki  beberapa jabatan      seperti : Petugas  Bagian SP3LK  Kantor Pusat (1983),  Kuasa Umum Cabang Muara Labuh (1984), Kepala Bagian  Pembinaan  Kredit Kantor Pusat (1984), Counterpart P3K Bank Indonesia Padang (1986), Detasering pemimpin  cabang Sijunjung (1987), Pemimpin  Cabang Solok (1991), tugas rangkap  sebagai  pemimpin cabang Sawahlunto  (1991), wakil pemimpin cabang utama Padang (1997), Pemimpin devisi pengkreditan (1999). Tugas rangkap  sebagai  Pjs  pemimpin devisi APK (2000), Pelaksana tugas  sementara  Direkksi (2000), staf  devisi SDM  dan Umum (2000), pelaksana  tugas  sementara  Direksi (2000), pemimpin direksi cabang Jakarta (2000), pemimpin Devisi  hukum  dan Sekretariat (2003), tugas  rangkap Pjs  pemimpin  devisi SDM, hukum  &  Sekretariat (2003), tugas rangkap  sebagai  Pjs  pemimpin  Devisi SDM & hukum & sekretariat (2004), Direktur  Pemasaran (2004-2007) dan selanjutnya  diangkat sebagai Direktur Utama  PT Bank Pembagunan Daerah  Sumatera Barat  periode  2008-2012. Di bawah  naungan  kepemimpinannya  selama ini, berkat  rahmat  dan hidayah  dari Yang Maha Esa, instansi  di mana  ia  bernaung telah berhasil  menorehkan  beberapa prestasi yang membanggakan .

Selain itu jabatan  sosial kemasyarakatan  yang diamanahkan sekarang berupa  sekretaris Alumni Fakultas Ekonomi  Unand, Ketua Umum Solok Saiyo Sakato Padang dan salah seorang Ketua S3 Pusat. Suryadi Asmi saat bertugas di Jakarta sempat pula menjadi salah seorang Ketua DPP IWS (Ikatan Warga Saniangbaka).    (NJ/ disalin dari buku :Frofil SA. Dt Rajo Na  Sati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: