Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Wali Nagari Chandra Bahar: Mari Kita Mensucikan Hati dan Pikiran

Posted by majalahsaran pada Agustus 31, 2009

“Saya manusia biasa, bukan manusia super. Saya dapat saja punya kesalahan. Oleh karena itu saya mohon maaf lahir batin kepada segenap dun sanak, kerabat, family, handai tolan, baik yang di rantau, terlebih yang ada di dalam nagari,” demikian kata Wali Nagari Saniangbaka, Chandra Bahar, dalam percakapan dengan Saran.

Wali Nagari dihubungi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan sekaligus Idul Fitri 1430 H. Menurut Chandra, dalam kehidupan keseharian kita tentu ada kata-kata dan sikap yang boleh jadi tidak berkenan di hati. Oleh karena itu, wajar dan wajib bagi kita untuk saling memaafkan. Apalagi dalam bulan suci Ramadhan, kita harus dapat mensucikan hati dan pikiran.

Masalah pensucian hati dan pikiran ini dinilainya sangat penting karena boleh jadi kita selalu bersikap dan bertindak yang jauh dari kesucian hati dan pikiran. Hal ini dapat dilihat dari apakah kita selama ini banyak berprasangka negative, berburuk sangka  terhadap orang lain, apalagi menyebarkan isu atau fitnah. “Dapat saja  tanpa disadari ucapan, tindakan dan sikap tidak terpuji telah kita lakukan. Saatnyalah kini kita membuka pintu maaf, memberi  dan meminta maaf,” ucap Chandra Bahar.

Menurut Chandra Bahar, sebagai Wali Nagari dia terus berbuat atau berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas dan kewajibannya. Namun, dia menyadari dan meyakini, apa yang telah dilakukan itu tentu masih banyak yang belum terakomodasi, penuhi sebagaimana harapan masyarakat banyak. “Karena itulah disadari, saya bukan manusia super, saya tidak dapat berbuat bim salabim, saya punya keterbatasan sebagai manusia biasa,” ucapnya.

Chandra mengatakan, sebagai Wali Nagari dia berbuat sesuai dengan berbagai ketentuan dan aturan yang berlaku dalam menjalankan roda pemerintahan nagari. Ada mekanisme, berbagai perundang-undangan dan peraturan, petunjuk pelaksanaan tugas dan teknis yang mengikat dirinya sebagai wali nagari. Tugas yang diembannya selalu harus dapat dipertanggungjawabkan. “Dalam hal keuangan saja, sekecil apapun, itu ada pertanggungjawabannya. Jika dinilai menyimpang, kita dapat diperiksa. Istilahnya, kalau di pusat, kita dapat diseret KPK,” kata Chandra.

Wali nagari berharap, momen Ramadhan dapat kita manfaatkan untuk berislah, rujuk atau membangun kebersamaan. Dia menilai, hanya dengan kebersamaan yang dilandaskan kesucian hati dan pikiran kita dapat memajukan kehidupan masyarakat nagari. Dengan kebersamaan tanpa pamrih, kita bangun nagari dengan bergotong royong, menjaga lingkungan, melaksanakan kewajiban dengan semangat keikhlasan.

“Mari kita bersama-sama melakukan instrospeksi atau mawas diri. Saatnya kini kita berserah diri kepada Allah Swt, melaksanakan amal ibadah puasa sehingga pada akhirnya nanti kita menjadi manusia yang fitri, bersih. Selamat menunaikan ibadah puasa dan pada akhirnya nanti selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin,” demikian kata Wali Nagari Chandra Bahar. (pr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: