Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Baralek Gadang Makan Latur Di GSG IWS CIBITUNG, 12 September 2009

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Ketua Bidang  Pendidikan dan Dakwah,  DPC IWS Bekasi, Drs Yulnasman Yasin, pada waktu selesai acara pelantikan Pengurus DPC IWS Bekasi  di bawah pimpinan ketua Baru, Rudi Akbar, menyatakan bahwa acara makan basamo, berbuka puasa, atau latur akan direncanakan pada  Sabtu,l 12 September 2009, di Gedung Serba Guna IWS  di Cibitung, Bekasi Jawa Barat.

Makan Basamo, alias Latur, selalu diadakan, minggu terakhir Bulan Ramadhan,dengan mengundang, seluruh warga IWS se Jabodektabek, Bandung,  Semarang, Yogyakarta. Acara diisi dengan ceramah Agama Islam dari Ulama Kondang , Saniang Baka. Untuk acara Latur tahun ini, Ketua Bidang Dakwah Yulnasman Yasin, akan merencanakan mengundang penceramah  (Ulama ) kondang  Jakarta dan Sumatra Barat.

Yulnasman Yasin berharap kepada seluruh Warga Saniangbaka di manapun berada, untuk dapat  hadir beramai ramai, dengan membawa keluarga, anak-anak, untuk makan  buka bersama  alias latur, di GSG IWS Cibitung, dalam rangka merperkuat dan memperkokoh tali silaturrahmi di antara kita Warga Saniangbaka.

Kegiatan latur ini boleh disebut sebagai baralek gadang atau perhelatan akbar karena dihadiri banyak tokoh. Pada Acara Latur ini, Ketua Umum DPP IWS Yunasril Anga, akan memberikan, pengarahan  dan sambutannya , dan diharapkan juga kehadiran tokoh –tokoh  Saniangbaka yang berhasil menjadi Anggota Legislatif, seperti, H. Tabrani  Syahbirin, Anggota DPRD Tingkat I Provinsi Banten, Abel Tasman Anggota DPRD Tk I Sumatra Barat, Zulfadli Anggota DPRD Tk II Kodya Solok ,Edi Sumanto, anggota DPRD Tk II Kab. Solok.dan Wali Kota Padang :H. Fauzi Bahar, Suryadi Asmi SE Datuk Rajo Nan Sati, Diretur Bank Nagari Sumatra Barat, dan diharapkan juga kehadiran Tokoh IWS, Tokoh Nagari da adat, pada acara Latur ini.

Mudah-mudahan sehari sebelum acara latur,  DPP IWS dapat mengadakan pertemuan    pimpinan DPC IWS seluruh Indonesia dengan para tokoh tersebut diatas, kata  anggota Panasehat DPC IWS Bekasi Sudirman Pakih Mudo dan IS Datuk Bandaro Aceh. (ISDT )

Kaba Rantau

Yeni Elfida Ikut Berpameran di Departemen Perindustrian

Salah seorang pengrajin Sulaman Benang Emas asal Saniangbaka, Yeni Elfida, 49 tahun Suku Sumpadang, dan suaminya Maiyunis Malin Mandaro, 54 tahun, ikut pameran Sumatra Barat Food dan Craft Fair II, Plasa Pameran Industri di Gedung Departemen Perindustrian, jalan Gatot Subroto Kav, 52-53 Jakarta selatan dari tanggal 4-7 Agustus 2009. Dia ikut pameran atas nama Dekranasda Sumatra barat, mewakili, Kapupaten Solok.

Pameran ini merupakan bagian dari Program Pemerintah untuk pemberdyaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah serta Pelestarian kekayaan Budaya Nasional.Pameran ini dibuka langsung oleh Mentri Perindustrian RI, Fahmi Idris.

Diutusnya mereka dalam kegiatan sulaman ini karena hasil kerajinannya dinilai bagus, sehingga pantas diorbitkan ke pentas Nasional. Ini merupakan bagian dari Promosi Produk serta kekayaan Budaya Minang Kabau untuk dipasarkan ke masyarakat lebih luas. Sulaman Benang Emas memang merupakan salah satu ikon dan sudah menjadi sebuah industri rakyat yang patut dilestarikan, bahkan lebih ditingkatkan lagi.

Disamping kerajinan Sulam Benang Emas, juga menampilkan masakan Khas daerah Solok, seperti; kue talua, dumayang, karipik dan sebagainya. Acara ini juga diikuti oleh utusan dari seluruh kabupaten dan Kota yang ada di Sumatra Barat.

Dipilihnya Yenny karena dia adalah salah seorang Perajin yang hasil Sulamannya punya cirri khas tersendiri, yang cocok untuk pakaian Adat lebih- lebih untuk acara hajatan. Untunglah Yenny masih tetap setia mempertahankan serta terus melestarikan kerajinan ini, diharapkan usahanya dapat  terus meningkat, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga setelah dipromosikan begitu jauh, tentu harus bersiap- siap pula mengantisipasi bila terjadi permintaan yang banyak.

Yeni Elfida, Suku Sumpadang adalah anak ketiga, dari Amwa Datuk Mudo nan Kuniang, suku Balaimansiang, tokoh Adat Saniangbaka. Yeni merupakan salah seorang  ahli, atau pengrajin Sulaman Banang Ameh, yang sudah sangat langka dimiliki oleh Nagari Saniangbaka, Selain itu masih ada juga pengrajin sulam banang Ameh, di antaranya adalah ;Upik Guslinarti, suku Pinyangek, Linda Piliang, Mailis Suku Koto,Yul Suku Piliang, Nurhayaty Suku Sumpadang.

Sulaman Banang Ameh, yang diproduksi oleh pengrajin Saniangbaka ini adalah ; Dalamak,Garendeang,Pelaminan,Tabie langik-langik, Tirai Dulang, Tirai Carano, Kampia Sirih, Saruang banta Kurisi, Hiasan dindiang, Kasua Gaboyo, tampek duduak marapulai, dan bermacam –macam Sulaman banang ameh lainnya, yang dibuat saesuai dengan pesanan. “Namun hal menyulitkan bagi kami adalah dalam pemasaran hasil pruduksi kami,” ucap Yeni.

Yeni Elfida Ibu tiga anak ini; Asep Kurniawan 26 Tahun, Wawan Setiawan 23 Tahun, Annisa Yelvina 21 Tahun, mengatakan, perhatian Pemda  Kabupaten Solok, memang sangat  besar. “Perhatian itu dengan diikutsertakannya kami dalam setiap pameran dan kepelatihan,” ucapnya.

“Namun usaha ini belum bisa menjadi  sarana bagi  kami untuk menjadi lahan mata pencaharian andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Uusaha ini hanya sebatas pengisi waktu luang, sedangkan untuk membuat, satu  Sulaman Bang emas ini, memerlukan waktu yang lama sehingga minat dari para remaja putri kita sangat kurang, walaupun kita telah berusaha. Hitungannya bara awak dapek pitih mangarajoannya,” kata Yeni.

Yeni menghimbau kepada para pengusaha Saniangbaka di perantauan untuk dapat membantu kami , baik di bidang dana maupun pemasaran. Semoga Ketua Umum DPP IWS  Pak Yunasril Anga dapat membantu kami, karena beliau, usahanya  di Bali, sebagai tempat kunjungan wisata mancanegara yang sangat terkenal itu. Ambo kiro  Bali adalah tempat pemasaran yang paling ideal,” kata Yeni.

“Mudah-mudahan dengan adanya perhatian dari Pengusaha urang awak Sulaman Banang Amek Saniang baka  ini tetap lestari, mudahan-mudahan bisa menjadi tompangan hidup,” ujarnya lagi.

Yeni ikut pameran ini  mewakili Kabupaten Solok. Selain Sulamam Banang Ameh Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak, juga dipamerkan produk Pondok Pesantren Dr.M.Natsir, Batu Bagiriak Alahan Panjang, jenis Produk, adalah Juice Markisa “ Arosuka “. (MA/ISDT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: