Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Kiprah Urang Saniangbaka di Dunia Militer

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Orang Sumatera Barat konon tidak banyak yang berada di puncak karir dunia militer. Paling tinggi kabarnya hanya sampai pangkat bintang 3 (letnan jenderal). Hal ini berbeda dengan orang Sumatera Utara, banyak yang sampai  menyandang bintang 3, dan bintang 4 pun tidak sedikit, bahkan menjadi pucuk pimpinan ABRI/TNI, misalkan saja Jenderal TB Simatupang, Jenderal AH Nasution, Jenderal Maraden Panggabean dan terakhir  Jenderal Feisal Tanjung.

Mengapa urang awak tidak begitu banyak menonjol di dunia militer? Konon hal ini banyak terkait dengan sejarah masa lalu, misalnya sejak pada masa pemberontakan PRRI tahun 1950-an banyak urang awak seperti sulit meniti karir dengan pangkat tertinggi di dunia militer. Namun, kebenaran ini masih perlu ditelusuri lebih jauh. Hanya, jika urang Minang masih boleh  berbangga, mungkin untuk dunia Polri yang cukup lumayan, yaitu ditorehkan oleh Prof Dr Awaluddin Djamin, beliau selain bintang 4 Polri juga pernah menjabat Kepala Polri.

Tampaknya, kondisi urang awak yang belum ada mencapai bintang 4 atau menjadi orang nomor satu di TNI, terlihat juga pada urang Saniangbaka. Masa Orde Baru urang awak yang berada di dunia militer masih dapat dihitung dengan jari dan pangkatnya pun masih sampai perwira menengah. Namun saat ini, kita dapat berbangga bahwa sudah cukup banyak urang Saniangbaka yang meniti karir di dunia militer. Hanya dalam soal pangkat, kita baru boleh berbangga untuk sampai pada pangkat kolonel.

Dalam hal ini, pangkat kolonel itu kini disandang oleh Ruzel Habib yang masa kecilnya sering disapa dengan Panser.  Pada Ruzellah kini, ada rekor yang diharapkan  dapat dibuat, yaitu menjadi orang pertama Saniangbaka  meraih jabatan perwira tinggi TNI pangkat bintang 1. Ruzel sangat berpeluang menyandang pangkat Laksamana Pertama TNI AL, mengingat usianya yang masih 49 tahun, sementara dia sudah berpangkat kolenel sejak 4 tahun lalu.

Selain Ruzel,   ada sejumlah tokoh urang awak yang karir meliternya terbilang bagus, seperti Letkol Alfi Munir dan Letkol Wahidup yang keduanya juga berada dalam jajaran Angkatan Laut. Tampaknya, urang Saniangbaka di dunia militer lebih banyak memiliki karir bagus di TNI AL. Sementara untuk di TNI Angkatan Darat, rekor pangkat tertinggi tampaknya baru disandang oleh H Syamsul Bahri Palimo Kaya dengan pangkat Letnan Kolonel. Sedangkan TNI AL, pangkat tertinggi adalah kolonel yang kini disandang Ruzel dan sebelumnya juga Salmi Djalal yang kini sudah pensiun.

Akankah urang awak akan banyak terjun meniti karir di dunia militer? Inilah pertanyaan menantang yang patut  kita kedepankan. Sosok tentara atau militer memang berbeda antara masa reformasi saat ini dengan masa Orde Baru. Masa Orde Baru, hidup dalam dunia militer memang dapat menjanjikan banyak hal, tidak saja dalam karir militer tetapi juga sipil. Contohnya, Letkol  (pur) Syamsul Bahri dan juga Letkol Wahidup, pernah dikaryakan sebagai anggota DPRD. Sedangkan kini, dalam era reformasi, militer  tidak lagi leluasa selama masih berkarir. Kini istilah dwifungsi sudah dihapus sehingga tidak ada lagi penugasan kekaryaan pada jabatan sipil.

Bagaimanapun, dunia militer tetap masih menjanjikan dalam menata karir kehidupan seseorang. Memasuki dunia militer dengan segala  atributnya, masih tetap membanggakan, apalagi bila dapat pada jenjang perwira tinggi. Meminjam istilah Letkol TNI AL Alfi Munir, kalau orang lain bisa, kita pun bisa. Artinya meraih posisi puncak di dunia militer bukanlah mengada-ada. Hanya sebagaimana dikatakan Letkol Wahidup, semua memang harus dilalui dengan perjuangan dan kegigihan. Selain itu, kata Kolonel Ruzel,  persiapan juga harus dimiliki, seperti  mental, ideology dan fisik/kesehatan. (pr)

Satu Tanggapan to “Kiprah Urang Saniangbaka di Dunia Militer”

  1. nofri minang said

    di lombok ada 4 orang pemuda saniang baka yang menjadi anggota polisi kenapa tak di lampirkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: