Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Letkol Laut (PM ) Drs Wahidup, Pendakian Panjang Menggapai Cita-cita

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Kegagalan  bukan berarti kalah, akan tetapi merupakan  kesuksesan yang tertunda, dan keyakinan untuk menang adalah faktor utama yang harus dimiliki untuk mewujudkan tujuan mulia. Inilah kata-kata yang pas untuk melihat perjalanan karir Letkol Laut (PM ) Drs Wahidup,

salah satu urang Saniangbaka yang boleh disebut sukses dalam menapak karir di dunia militer.

Bila kita melihat kondisinya kini, seolah semua yang diraihnya terlihat begitu mudah. Kenyataannya, banyak telah yang dia lalui, bagaikan sebuah pendakian panjang untuk menggapai apa yang dia cita-citakan. Kegigihan dan tekad untuk terus berjuang merupakan modal utama untuk melewati masa-masa sulit.

Jiwa dan semangat  keprajuritan yang tak kenal menyerah sudah dimilikinya sebelum dia benar benar dinobatkan sebagai prajurit sejati. Setidaknya terlihat dari lika-liku perjuang bapak dua anak ini dalam menempuh masa- masa sulit dalam menggapai cita -citanya.

Setelah melalui pendidikan dan meraih gelar Sarjana Pendidikan  bidang Olahraga  di Institut Kejuruan dan Pendiddikan  (IKIP) Padang, sekarang Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 1986, Drs. Wahidup melangkah dengan pasti memasuki dunia militer dengan mendaftar di jalur  Wajib Militer (Wamil) –  jalur yang disediakan pemerintah untuk para sarjana dengan pangkat pertama Letnan Satu (Lettu) – dengan mengambil TNI-AD.

Usaha yang ditempuhnya kandas di Bandung setelah melalui berbagai rintangan dari Padang (kota tempat mendaftar ). Bagi Suami Elwisma (Onang) ini kegagalan  bukan berarti kalah, akan tetapi merupakan  kesuksesan yang tertunda, karena beliau juga menyadari kegagalannya bukan semata-mata karena  faktor dari dirinya akan tetapi lebih pada faktor di luar dirinya. Hal ini dibuktikannya dengan kembali maju pada periode berikutnya (6 bulan), Pada periode kedua, Ninik mamak rang Sikumbang ini kembali dihadapkan pada pendakian terjal yang teramat  sulit untuk  ditaklukkan, dan dia kembali mengalami hal yang sama.

Kegagalan demi kegagalan yang dilalui tidak serta merta mematahkan semangat  Buya (panggilan akrab kawan samo gadang).  Kesabaran dan usaha keras (Ikhtiar dan do’a) adalah kunci sukses mencapai tujuan. Begitu tekad yang terpatri dalam jiwa bapak yang lahir 49 tahun lalu ini. Betapa tidak, jika tanpa didasari oleh kekinan yang kokoh, maka perjalanan telah dilalui akan menjadi tanpa nilai dan menjelma menjadi  penyesalan panjang. Ditambah lagi oleh  beban sosial yang teraamat berat  yang serta merta menganggap perjuangan ini  di luar kebiasaan normal orang Saniangbaka. “Bahkan saya sempat dianggap sudah tidak masuk akal karena tak mau berhenti menjalani perjuangan ini. Kata-kata miring dari lingkungan sekitar tidak menyurutkan sedikitpun semangat saya untuk menjalani tes berikutnya,” ucapnya.

Namun pandangan yang miring itu dapat  dibuktikannya pada periode berikutnya. Pada periode ketiga ini beliau mengharungi samudra kemiliteran dengan haluan yang berbeda. Kegagalan adalah pelajaran berharga yang tak dapat dinilai dengan barang apapun. Untuk yang terakhir ini mantan guru ngaji dam imam Surau Randah Tinggi (Sikumbang –Lapau Manggih) ini mulai memutar haluan dari TNI-AD ke  TNI –AL.

Perjuangan yang dibarengi dengan do’a baik pribadi maupun orang-orang yang dekat secara emosional dengannya membuahkan hasil yang cukup memadai. Sekaligus  menjadi bukti indahnya sebuah perjuangan hidup dalam menggapai cita-cita sampai sekarang. Wahidup kini menyandang pangkat Letkol Laut dengan tugas POM-AL di Armada Bagian Barat (Armabar) sebagai Kadisprov (Kepala Dinas Provos).

Dalam kesempatatan tatap muka dengan team Saran, pak Letkol kita ini berpesan buat generasi muda Saniangbaka sekarang untuk tidak cepat putus asa dalam menggapai suatu tujuan mulia, dan harus punya kekuatan moral dalam menggalang semangat perjuangan itu. Hakekat hidup itu adalah perjuangan

Letkol Wahidup atas nama penegak hukum (Pomal) juga berpesan pada masyarakat Saniangbaka di manapun berada untuk senantiasa taat dan tertib pada  hukum baik formal maupun non farmal agar dalam menjalani kehidupan ini senantiasa berjalan lancar dan damai. (Gindo Sutan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: