Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Letkol TNI AL Alfi Munir: “ Kalau Ada Orang Lain Bisa, Kita Juga Bisa”

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Alfi Munir berprinsip bahwa apapun yang bisa dicapai oleh orang lain maka hal yang sama sangat mungkin juga bisa kita raih. “Kalau orang lain bisa kenapa kita tidak, toh makannya sama- sama nasi ini “, katanya mantap kepada Tim Saran yang berkunjung ke rumahnya di Komplek Angkatan Laut Ciangsana – Gunung Putri, Bogor pada Jumat,  14 Agustus 2009.

Menjadi tentara bukanlah cita- citanya dari kecil, namun sekali dia menjatuhkan pilihan, maka itu dilakukan dengan sungguh- sungguh.  Memang banyak sekali kedudukan seseorang pada waktu sudah besar tidak sama persis dengan apa yang diangan pada waktu masih kanak- kanak, demikian juga halnya dengan Pak Alfi. Ia mengaku keinginan itu baru muncul setelah tiga tahun lulus Srata I Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang.

Diceritakan bahwa setelah tamat dari Univ Bung Hatta ia sempat mengajar di Universitas M. Yamin Solok selama 2 tahun, dari th 1986- 1988. Setelah itu pergi ke Jakarta dengan maksud mencari pekerjaan yang lebih baik. Saat itulah dia melihat ada informasi penerimaan anggota baru TNI Angkatan Laut  lewat jalur Wajib Militer. Ia pun mendaftar dan setelah diseleksi dinyatakan lulus. Setelah pembinaan di sekolah Wamil selama 3 bulan barulah ia dilantik menjadi anggota baru TNI AL dengan Pangkat Letnan Satu, itu terjadi pada tahun 1990.

Sejak mulai bertugas sudah tiga kali berpindah wilayah tugas, mulai dari Cilandak – Jakarta, terus di Teluk Bayur –Padang dan kembali ke Jakarta. Berbagai tugas, latihan dan pendidikan telah menghantarkannya ke Posisi Letnan Kolonel  (S) dan kini bertugas di Inpektorat Jendral dan Perbendaharaan TNI  Angkatan Laut. Bidang tugas yang diemban, yaitu menyangkut suplai,  sesuai dengan keahliannya yaitu bidang Akuntansi dan keuangan. Mengingat masa aktifnya yang masih panjang, akan sangat mungkin posisi perwira tinggi dapat diraihnya. Walaupun begitu iapun juga menyadari untuk dapat ke situ bukanlah hal mudah. “ Untuk posisi kolonel ke atas itu sudah semakin sulit, karena peluangnya sempit, sementara calonnya sangat banyak ,” jelasnya.

Sebagai Putra Saniangbaka, Letkol Alfi termasuk yang punya perhatian akan kampungnya. Terbukti saat obrolan kami arahkan tentang masalah kampung, ia begitu antusias menaggapi. Salah satu masalah yang menjadi perhatiannya adalah pola hubungan kita dengan Nagari Tetangga. “ Kita kurang pandai berdiplomasi,” ucapnya menenggarai berlarutnya permasalahan tersebut. Ia mempertanyakan kenapa kita tidak dapat mengulang atau melanjutkan keharmonisan hubungan seperti yang telah dibangun oleh orang tua- tua kita terdahulu. Keakraban itu tentu masih kita ingat. Ia memberi contoh seperti seringnya diadakan pertandingan dengan Nagari Tetangga, seperti; tanding Bola Voly, Sepak Bola dan sebagainya.

Kita yakin Pak Alfi tidak sembarang berkomentar, tentu hal itu sudah beliau analisa dan diperhatikan dengan seksama. Mungkin juga keluhan seperti itu ada pada kita semua, namun beban untuk perbaikannya pun tentu ada pada pundak kita semua. Kita tentu kesal dengan kekonyolan sikap dan klaim bodoh dari orang- orang nagari tetangga, tetapi janganlah kita terlalu jauh terpancing oleh kebodohan mereka. Mudah- mudahan untuk masa- masa yang akan datang kita dapat  lebih dewasa dan arif. {yd}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: