Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Serka Yoni Efrizal: ” Saya Siap Berkordinasi Dengan Pak Wali Dalam Menjaga Nagari”

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Terhitung sejak Akhir Juli 2009, Serka (Kopassus) Yoni Efrizal sudah  berpindah tugas ke Kodim 0309 Solok. Itu berarti dinasnya sudah dekat dengan kampung,  dan tentu akan punya banyak waktu untuk ikut melakukan sesuatu terhadap Nagari tercinta. “ Saya siap berkoordinasi dengan Pak Wali dalam rangka menjaga Nagari”, ungkapnya pada Saran beberapa waktu lalu.

Orang kedua setelah Alm Pak BK Sudaryono yang menjadi anggota kesatuan elit angkatan darat, Kopassus, yang dulunya bernama RPKAD  tersebut tiada lain adalah Putra Pak Ahmad. Awal masuknya di kesatuan Kopassus adalah pada th 1992, yaitu dengan pangkat Prada. Perjalanan dinas di Pasukan Elit itu adalah selama 17 tahun, dan posisi kepangkatannya sekarang sudah berada pada  Sersan Kepala. Namun ia mengaku mengingat ibunya yang sudah tua dan sering sakit- sakitan, maka atas permintaan sendiri ia keluar dari kesatuan itu dan memilih berada tidak jauh  dengan ibunya, yaitu di Solok.

Kita berharap keberadaan Serka Yoni Efrizal di Solok akan menambah kewibawaan dan harga diri anak urang Saniangbaka di hadapan masyarakat sekitar. Kita yakin yang akan dibangun kedepan adalah kewibawaan yang bermartabat. Yaitu tingginya raso sagan dari pado raso takuik.  Sebagai mantan anggota pasukan elit tentu Pak Yon sudah faham akan hal itu.

Kepada kami melalui sambungan hand phone, beliau menceritakan bahwa diawal masuk ke Kopassus dulu terbilang cukup sulit. Bayangkan dari 3000 orang mendaftar, hanya yang diterima sekitar 150 an orang untuk bisa ikut pendidikan di Medan. Dari jumlah tersebut hanya 15 orang yang dipilih untuk dibina di Jakarta untuk menjadi anggota Kopassus. Setelah digembleng, sebanyak 5 orang dinyatakan gagal, dan sisanya itulah yang resmi dilantik.

Pertama bertugas, Pak Yon di tempatkan di Grup 1 Kopassus di Serang. Sempat juga ikut dalam operasi ke Timor- Timur pada tahun 1995- 19996. Di wilayah tersebut tentu tugasnya adalah menghadapi perlawanan para pemberontak Fretilin. Namun beruntung selama bertugas di sana tidak ada diantara anggota Pasukannya yang jadi korban, mungkin karena sudah dipersiapkan secara khusus itulah mereka lebih handal dalam menghadapi musuh.

Memang keberadaan Pasukan Kopassus di situ cukup disegani, “ Keberadaan pasukan kita cukup membuat ciut nyali para pemberontak,” ucap adek dari Pak Daf itu menjelaskan. Daerah perlawanan yang terjadi waktu itu adalah di Bobonaro, Same dan Hatulia. Mereka tidak berani berhadapan langsung dengan pasukan kita, tetapi lebih banyak melakukan perlawanan dengan bergerilya dan menyamar sebagai orang biasa.

Pada th 2000 beliau mengalami kecelakaan dalam bertugas di Serang.  Waktu itu akan ada kunjungan Bapak Presiden RI. Selagi naik–naik  melakukan pembersihan di salah satu kantor, keinjak palang papan yang ternyata sudah lapuk, lalu terjatuh dan rahangnya terhempas ke tembok. Akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit. Dia lalu menjalani perawatan sampai waktu  6 bulan lamanya. Bekas dari jahitan akibat kecelakaan tersebut masih terlihat sampai sekarang.

Abang dari Heri, Lef dan Ben ini berpesan hendaknya ada generasi penerus yang bisa melanjutkan kesuksesannya untuk bisa masuk ke Pasukan Elit Angkatan Darat tersebut. Di situ katanya akan dapat pelatihan yang didapatkan oleh tentara dipasukan lain. “ Percayalah, walaupun tidak dengan gaji yang besar, tetapi masa depan kita cukup terjamin,”, katanya seperti berpromosi. {yd}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: