Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Tuah Tentara, Tumbuhnya Rasa Aman dan Percaya Diri

Posted by majalahsaran pada September 5, 2009

Tentara adalah lambang keberanian dan kedisiplinan. Adanya  Figure pemberani pada suatu keluarga atau kelompok merupakan suatu kebutuhan, dan keberadaannya  akan menumbuhkan perasaan aman dan percaya diri pada keluarga atau kelompok tersebut, malah  menjadi sebuah kebanggaan yang kadang –kadang diekpresikan secara berlebih. Yang jelas semua orang akan bangga bila punya kedekatan dengan seorang pemberani seperti tentara. Memang, di mata negarapun tentara mendapat tempat terhormat karena mereka mengemban tugas yang sangat berat.

Demikian  pula Tentara ditengah masyarakat Saniangbaka, keberadaan mereka  begitu dihormati. Karena memang sejak dulu para kesatria tersebut telah banyak berjasa pada Nagari dan warga Saniangbaka, apalagi warga kita yang ada diperantauan. Selalu bila terjadi suatu masalah terutama yang berhubungan dengan urusan keamanan diri dan keluarga serta dalam urusan berhadapan dengan petugas maka pihak  pertama  yang dituju adalah tokoh militer tersebut. Merekalah dinilai  yang paling tahu cara menghadapi persoalan itu.

Peran tersebut telah dilakoni oleh semua  Ksatria kita sejak dahulu hingga sekarang. Kalau jaman dahulu pahlawan ksatria lebih diperankan oleh  para jago silek, maka jaman sekarang tumpuan perlindungan itu ada pada tokoh militer. Namun tuah kebesarannya hampir sama, yaitu tumbuhnya perasaan aman dan percaya diri, dengan mendengar nama saja orang sudah segan apalagi bila mereka bertindak. Itulah manfaat  utama dari adanya nama besar seorang berpangkat di tengah keluarga dan kelompok tidak terkecuali Nagari kita Saniangbaka.

Hal yang paling banyak terdengar masyarakat  tentang jasa tokoh militer Saniangbaka terutama yang merantau di Jakarta adalah di masa aktifnya Bapak H. Syamsul Bahri Panglimo Kayo, terutama populernya itu  di saat beliau masih berpangkat Mayor. Sampai –sampai ada yang masih memanggil beliau  dengan Mayor.  Padahal pangkatnya  sudah sampai  Letnan Kolonel. Saking populernya saat itu , diketahui bahwa orang yang bukan anak Saniangbakapun mengaku sebagai ponakan beliau.

Begitulah, memang Pak Letkol begitu dekat dengan masyarakat sebagaimana juga tokoh militer kita yang lain, seperti Pak Mayor Hasan Latif, Letkol Salmi Jalal, Kolonel Ruzel, Letkol Wahidup dan lainnya,  walaupun tentu cara  pendekatan masing- masing  ke masyarakat berbeda- beda. Tentu banyak sekali cerita tentang pengabdian mereka terhadap Nagari.  Yang pasti Nama besar mereka sangat dibutuhkan oleh Nagari  Saniangbaka dan tentu saja juga bangsa kita Indonesia. (yd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: