Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

IWS Jakarta Kembali Kumpulkan Zakat Maal

Posted by majalahsaran pada November 29, 2009

Ini adalah yang ke empat kalinya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Warga Saniangbaka (IWS) Jakarta mengelola Zakat Mal dari Warga IWS se-Jagodetaksi (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi). Pengumpulan zakat yang ber­langsung dalam bulan Ramadhan 1430 Hijriyah yang baru lalu itu, mendapat sam­butan positif dari para Muzakki. Untuk itu, pengurus DPC IWS Jakarta secara kolek­tif tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada ma­sya­­rakat Saniangbaka di Jabodetabek

“Sebagai orang yang dipercaya me­nge­lola zakat, kami merasa puas,” kata Aidon Fitri, Ketua Bidang Kesra DPC IWS Jakarta. Menurutnya, tingkat keper­cayaan warga IWS di Jakarta dan sekitar­nya sudah semakin membaik. Hal ini terlihat dari me­ningkatnya penerimaan zakat secara signifikan. Jika dibanding de­ngan tahun lalu, terjadi peningkatan hingga menca­pai sekitar 115%, yaitu dari Rp 25,5 juta naik menjadi Rp 54,1 juta. Keper­cayaan yang diberikan para muzak­ki itu membuat pengurus lebih bersema­ngat untuk melayani masyarakat,  khusus­nya dalam menyalurkan zakat mal tersebut.

Dijelaskannya, kegiatan pengum­pulan dan penyaluran zakat maal oleh IWS Jakarta, sesungguhnya telah di­mulai sejak tahun 2006, sebagai peng­ganti pengelolaan zakat fitrah. “Pada tahap awal kami hanya mengum­pul­kan zakat dari kalangan pengurus saja. Namun tahun ini agak lebih luas, karena sebagian warga telah mulai memahami program yang kita jalankan,” paparnya.

Berbeda de­ngan periode se­be­lum­nya, pe­nge­lolaan zakat maal tahun ini tidak dibagi habis pada mustahiq. “Pe­ngurus sudah dan sedang melaksa­nakan program  mustahiq binaan,” kata Jufrizal, Ketua Bidang Organisasi DPC IWS Ja­karta. Lebih lanjut Jufri menje­laskan, pe­nya­luran zakat kepada musta­hiq binaan ini merupakan program baru bagi warga dan pengurus IWS. Oleh sebab itu, pe­ngurus tengah mempersiap­kan perang­kat penun­jangnya, seperti petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).  Salah satunya ialah, ada meka­nisme uji kelayakan bagi calon mustahiq binaan. “Maksudnya tak lain, agar program ini bisa terlaksana dengan hasil se-optimal mungkin,” urainya.

Bagi mustahiq yang punya keingin­an dan kemauan untuk membangun usaha, pengurus IWS akan memberikan bantuan modal usaha dari uang zakat mal tersebut. Para mustahiq yang telah lulus uji kelayakan, akan dibina agar menjadi wira-usaha yang tangguh, sehingga pada tahun berikutnya tidak lagi menjadi ba­gian dari mustahiq, bahkan harus men­jadi bagian dari muzakki.

Dari jumlah Zakat sebanyak Rp. 54,1 juta tersebut, telah disalurkan kepada mustahiq secara langsung sebanyak Rp. 39,5 juta,  yang terdiri dari  79 mustahiq, masing-masing mendapat Rp. 500.000,-.

Selain untuk untuk mustahiq yang ingin berwira-usaha, pengurus juga akan menyalurkan zakat mal kepada mereka yang kesulitan biaya dalam melanjutkan pendidikannya. “Tahun ini, kami telah meng­anggarkan Rp 5 juta untuk bea­siswa bagi salah seorang warga IWS yang akan melanjutkan studinya di Al-Azhar, Kairo, Mesir,” kata Jufrizal.

Pembagian zakat mal kepada mus­tahiq dilaksanakan di rumah kediaman salah seorang warga IWS, H Nurman Noor, di bilangan Pisangan, Jakarta Timur, pada 18 September 2009, ber­te­patan dengan 28 Ramadhan 1430 H. Pem­bagian zakat mal dipimpin langsung oleh Ketua DPC IWS Jakarta, H. Andri Novel Rangkayo Sati, didam­pingi oleh hampir semua jajaran kepe­ngurusan serta Ibu-ibu Bundo Kan­duang DPC IWS Jakarta.

Acara pembagian zakat mal ini juga diisi dengan siraman rohani, dengan meng­hadirkan penceramah Drs. Yulnas­man Yasin Pakih Kayo, mantan Ketua Bi­dang Ekonomi DPC IWS Jakarta. Dalam ceramah singkat selama 15 menit itu, pak Pakih Kayo menjelaskan secara lugas tentang pengertian zakat, status zakat bagi muzakki, serta kedu­du­kan mustahiq terhadap zakat itu sendiri.

Ketika ditanya mengenai sisa zakat yang belum terbagi senilai  Rp.14,6 juta, Jufrizal mengatakan bahwa DPC IWS Jakarta akan melakukan rapat koordinasi secepatnya, untuk membuat Juklak dan Juknis,  sebagai aturan yang mengikat bagi para mustahiq, dan pedoman bagi pengurus dalam melakukan peng­awasan. 1 (GS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: