Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Menambah Halaman

Posted by majalahsaran pada November 29, 2009

Assalamu‘alaikum Wr Wb

JIKA pembaca mencermati Majalah SARAN sejak edisi pertama hingga ketiga, ten¬tu akan tahu bahwa edisi keempat ini secara fisik berbeda dengan edisi sebe¬lum¬nya. Jumlah halamannya ada pe¬nambahan, yakni dari 44 halaman (ter¬masuk sampul) menjadi 52 halaman.

Sejujurnya, penambahan tersebut semula tidak kami rencanakan. Namun ke¬¬tika edisi ini dalam proses lay-out pracetak, ketahuan bahwa begitu banyak repor¬tase dan naskah kiriman pembaca yang belum tertam¬pung. Kami segera berkonsultasi dengan Dewan Redaksi, untuk mencarikan solusi. Akhirnya di-putuskan untuk menambah sejumlah 8 halaman, sehingga kumulatif menjadi 52 halaman.

Penambahan tersebut ternyata juga belum mampu menampung kiriman nas¬kah yang membludak. Mau tidak mau kami terpaksa melakukan regrouping dan seleksi naskah. Untuk reportase peris¬tiwa yang berbeda waktu, namun dengan  tema isu yang sama, kami gabung dan sunting ulang.  Sedangkan naskah yang nilai informasinya tidak terlalu terikat dengan waktu, atau timeless, kami putus¬kan untuk menunda pemuatannya.

Proses seleksi atas naskah-nakah yang belum kebagian ruang itu dilakukan oleh dewan redaksi, dengan memberi kode pada print-out draft naskah. Analog dengan istilah fiqih, dilakukan klas¬i¬fikasi mulai dari level wajib, sunat, mu¬bah, makruh, sampai “haram”.  Selanjut¬nya  print-out draft naskah diserahkan ke-pada tim penyunting, untuk diolah dan diproses lay-out.

Apapun istilahnya, maksudnya tak lain hanya sekedar menentukan prioritas untuk pemuatan pada edisi ini, bukan sesuatu yang bersifat permanen. Oleh sebab itu, mohon dimaklumi jika ada kontributor yang naskahnya belum di¬turunkan pada edisi ini, bukan tidak mung¬kin akan tampil pada edisi beri¬kutnya, baik secara eksk¬lu¬sive atau di¬rang¬kum dengan naskah-naskah lain yang mengangkat isu sama.

Sebagai pengasuh, kami merasa bersyukur atas respons warga IWS yang sedemikian antusias mengirimkan naskah-naskah. Kami sangat yakin, tentu akan ada yang kecewa, baik karena naskahnya ditunda pemuatannya, atau digabung dengan naskah lain, atau mungkin tidak dapat kami muat karena berbagai pertimbangan. Untuk itu, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Pada pengantar kali ini, kami merasa tidak perlu lagi menyajikan resume isi edisi ini. Kami persilahkan pembaca untuk menyimak langsung halaman demi halaman.

Terimakasih, dan selamat membaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: