Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Tim Relawan IWS Salurkan Bantuan

Posted by majalahsaran pada November 29, 2009

Perhatian dan empati mengalir tiada henti terhadap korban gempa, terbukti dengan banyaknya bantuan yang masuk sejak hari pertama pasca gempa. Tidak ketinggalan pula anggota Ikatan Warga Saniangbaka (IWS) dari berbagai cabang di seluruh Nusantara.

Menindaklanjuti hal tersebut pada tang- gal 13 Oktober 2009 diadakan rapat di ru- mah ketua IWS Pa- dang. Tasman Datuk Tan Manggagar. Rapat menyimpulkan perlunya  memben­tuk tim survey/ relawan yang akan me­laku­kan pendataan terhadap korban gempa, sekaligus menjadi panitia pen­distribusian bantuan. Disepakati pula, bahwa sebelum bantuan diserahkan ter­lebih dahulu dilakukan survey ke rumah-rumah anggota yang mengalami keru­sakan akibat gempa.

Berdasarkan data tim relawan IWS Padang, hingga 16 Oktober 2009, telah terkum­pul bantuan dalam bentuk uang yang berasal dari sumbangan beberapa cabang IWS di perantauan dan bantuan pribadi sejumlah Rp. 35.267.000, di samping bantuan sembako dari IWS Solok yang diserahkan sehari pasca gempa.

Pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2009, tim relawan yang terdiri dari  Abel Tasman (Sekretaris Komisi IV DPRD Tingkat I Sumbar), Andi Saputra, Deri Andri, Eka Karjoni dan M Sobri, mulai bergerak mendata rumah/toko warga yang mengalami kerusakan, sesuai dengan laporan dari anggota pada beberapa hari sebelumnya. Sekaligus membagian sembako yang masih tersisa kepada korban yang belum sempat men­jemputnya ke posko “yang berada di Ruko Area Motor Bypass Lubeg.”

Mengingat keterbatasan waktu, pendataan lebih diutamakan terhadap korban yang mengalami kerusakan cukup parah. Setelah seharian bekerja, ternyata memang ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti rumah Bapak Dr. Alirman Hamzah, Tarmizi, dan An (anak Bpk Mukramin). Serta dua buah ruko, yaitu ruko milik Adi Helmi (Area Motor), dan Hamdani Dt.Rangkayo Basa. Yang terakhir kerusakannya sangat parah dan tidak layak lagi untuk ditempati, karena tiang-tiang dari bangunan yang terdiri empat lantai tersebut telah miring dan sangat rawan untuk ditempati. Data korban selengkapnya dapat dilihat pada tabel. Untuk korban jiwa, alhamdulillah tidak dari anggota IWS Padang.

Pendistribusian bantuan diserahkan pada acara arisan bulanan IWS Padang yang kebetulan diadakan sehari setelah survey dilakukan, yaitu pada hari minggu tanggal 18 Oktober 2009, bertempat dirumah Ica Ja’far yang beralamat di Jl. Salak No. 4 Purus Kabun. Arisan tersebut  dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan saling berbagai terkait dengan musibah gempa yang menimpa. Hadir pada acara tersebut sekitar 50 KK dari perkiraan 100 KK warga Saniangbaka yang ada di Padang.

Belajar dari pengalaman gempa di kampuang, pada tahun 2007 yang lalu, dimana bantuan baru dibagikan dua tahun setelah gempa terjadi, dan penerima bantuanpun tidak tepat sasaran. Akhirnya Tim dari IWS Padang mengambil keputusan untuk  langsung membagikan bantuan kepada seluruh anggota IWS yang ada di Padang pada acara arisan tersebut.

Supaya bantuan tepat sasaran, pola pendistribusian bantuan dilakukan de­ngan lebih memprioritaskan kepada mere­ka yang rumahnya mengalami kerusakan yang cukup parah dan  usahanya ter­gang­­gu akibat gempa, seperti ada beber­apa anggota  yang berdagang di Pasar Raya, yang terbakar dan runtuh akibat gempa. Walaupun rumahnya tidak meng­alami kerusakan, namun usahanya lumpuh.

Banyaknya bantuan yang masuk dari sanak saudara yang ada di peran­tauan menjadi berkah bagi para anggota yang hadir, karena setelah didistribusi­kan, akhirnya semua anggota dapat menikmati bantuan. Anggota yang hadir sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Seperti  disampai­kan oleh Bujang, yang tempat usahanya di Pasar Raya runtuh terkena gempa. ”Bantuan ko sangaik gadang bana manfaatnyo di saat takah iko mah. Ambo ndak tau kama ka mangadu lai rah, karano usaho lah mati, lai dicubo mangambangan lapiak di pasa, tapi ka sarat se lai nyeh, karano urang nan ka mambali tu lo nan ndak ado lai rah.”

Bukan saja kerusakan secara fisik yang harus ditanggung, beban hidup pun jauh melambung tinggi. Kebutuhan pokok menjadi sulit didapat, sehingganya harga-harga menjadi tidak terkendali. Dalam kesempatan tersebut, Ketua IWS Padang juga mengucapkan terima kasih kepada para dunsanak yang ada di perantauan, atas bantuan dan empati yang telah diberikan kepada warga IWS Padang. “Semoga apa yang telah diberi­kan menjadi amal shaleh hendak­nya, dan bermanfaat bagi warga yang menerima bantuan. Dan juga kami men­do’akan semoga para dunsanak yang ada di perantauan dilebihkan rezkinya oleh Allah di masa yang akan datang,” katanya dengan nada terharu. 1 (AS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: