Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Bahaya, Tiga Nagari Berada di Daerah Patahan Semangka

Posted by majalahsaran pada November 30, 2009

Oleh: Andi Saputra

Judul diatas merupakan kutipan dari pernyataan Bupati Solok, Gusmal, pada salah satu koran lokal di Sumatera Barat beberapa hari pasca gempa Paria- man, tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2009 yang lalu. Inti dari berita tersebut adalah Bupati kembali menyampaikan hasil penelitian LIPI pasca gempa yang terjadi pada tahun 2007 lalu, bahwasanya di Kab. Solok terdapat patahan semangka yang meliputi daerah Sumani-Selayo dan Kec. Gunung Talang, termasuk sepanjang jalan lintas Padang Solok. Peneliti itu menegaskan bahwasanya pada kawasan itu sangat beresiko mendirikan bangunan, karena kemungkinan daerah tersebut dapat ambruk. Akan tetapi saat ini warga tidak terlalu mengindahkan himbauan tersebut dan tetap mendirikan bangunan di daerah patahan semangka tersebut.

Seperti kita ketahui, warga Kab. Solok mempunyai memori yang buruk akan gempa. Masih segar dalam ingatan kita pada tanggal 6 Maret 2007 yang lalu terjadi gempa dengan kekuatan 5,8 SR yang berpusat di kaki Gunung Tandikek. Kab. Solok merupakan salah satu daerah yang mengalami keru­sakan terparah akibat gempa tersebut, selain Kab. Tanah Datar, Bukittinggi, Padang Panjang dan Kab. Agam.

Kalau Sumani dikatakan sebagai salah satu daerah yang dilewati oleh patahan semangka, lalu bagaimana dengan Saniangbaka? BMG Regional Padang Panjang beberapa saat setelah terjadinya gempa 2007 menyampai­kan, bahwasanya patahan semangka yang membujur dari Tandikek – Pd. Panjang – Kab. Solok  merupakan penyebab terjadinya gempa.

Kalau kita membandingkan hasil dari penelitian LIPI dan informasi dari BMG Padang Panjang, dapat kita simpulkan bahwasanya patahan semangka membujur dari kaki Gunung Tandikek melewati daerah Padang Panjang, sampai ke Kab. Solok, yaitu Kec. Gunung Talang. Artinya kalau memang Sumani dilewati oleh patahan gempa, kemung­kinan besar Saniangbaka juga dilewati oleh patahan tersebut. Prediksi ini juga diperkuat oleh adanya rengkahan tanah yang membelah nagari  Saniang­­baka, mulai dari Pasia Rawang, Piliang, Surau Tangah, Lapau Manggih, Koto, Piliang Sani, Kapalo Labuh, sampai  Asam Jao. Sampai saat ini pun reng­­kahan itu masih bisa terlihat. Yang paling jelas terlihat di Asam Jao, disitu ada badang jalan yang terban akibat gempa 2007 yang lalu. Kalau begitu peringatan yang disampaikan oleh LIPI kepada Bupati diatas, tentu juga berlaku bagi warga nagari Saniangbaka.

Dalam hal ini tentu akan sulit untuk menuruti himbauan tersebut, karena terbatasnya tanah yang bisa dijadikan untuk pemukiman. Mungkin jalan keluar terbaik dalam mengatasi hal ini adalah dengan kembali kepada kearifan lokal yang telah diajarkan oleh nenek moyang kita terdahulu dalam mendirikan bangunan. Dimana, pada zaman dahulu mereka sebenarnya dalam mendirikan bangunan telah mempertimbangkan dampak dari gempa. Seperti rumah gadang atau rumah-rumah panggung merupakan bangunan yang tahan gempa. Terbukti pada gempa 2007 tersebut, sebagian besar dari rumah gadang dan rumah panggung masih kokoh berdiri, kalaupun ada yang rusak adalah rumah-rumah yang sudah sangat tua dan tidak layak huni.

Sejarah mencatat Sumatera Barat merupakan daerah rawan gempa. Gempa sudah sering terjadi sejak dulu, dan bukan akhir-akhir ini saja. mungkin kita masih ingat kisah orang tua-tua kita tentang gempa Padang Panjang. Saking dahsyatnya gempa tersebut setiap kali ditanyakan kapan merela lahir, sebagian besar dari mereka selalu mengaitkan tahun kelahirannya dengan gempa Padang Panjang “yang terjadi sekitar tahun 1926”. Begitupun setiap ada gempa mereka selalu membandingkan kekuatannya dengan gempa Padang Panjang.

Bagi kita yang tinggal di daerah patahan semangka, mungkin patut mempertimbangkan kembali untuk membangun rumah permanen/beton. Dari pengalaman beberapa kali gempa terjadi, bangunan tersebut merupakan yang paling banyak mengalami kerusakan. Sepertinya rumah gadang atau rumah panggung merupakan solusi yang tepat dalam membangun rumah yang ramah gempa. 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: