Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Buah Tangan Pubas 2010 Untuk Nagari Diwacanakan

Posted by majalahsaran pada November 30, 2009

Beragam usulan “buah tangan” Pubas 2010 mengemuka pada berbagai forum pertemuan IWS, seperti pembukaan pandam pakuburan, perpus­takaan nagari, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang di­butuhkan nagari, termasuk pengadaan mobil ambulans.

Pulang Basamo Kelima(Pubas V) Ikatan Warga Saniangbaka (IWS) sudah di depan mata.  Hampir se­mua program yang di usung da­lam pulang basamo terdahulu tidak dapat direa­li­sasikan dengan sem­purna. Bercer­min dari kenyataan itu, maka Pubas V ha­rus punya makna lebih. Pubas Saniang­baka 2010 tidak saja seke­dar berangkat ke kampung secara berom­bongan seba­gai unjuk kekuatan (finan­sial)  masya­rakat Saniangbaka di peran­tau­an.

“Logikanya pelaksanaan Pubas 2010 tidak serumit pubas sebelumnya, karena ini bentuk pengulangan. Panitia secara kolektif harus mampu berkaca pada Pubas IV dalam segala hal,” demikian dikatakan H. Chairul Umaiya sewaktu menjadi tuan rumah acara buka puasa bersama, pada 5  September lalu, di kediamannya, Perum Malaka Country, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kesempatan tersebut sekaligus diman­faat­kan untuk bincang-bincang dalam rangka  persiapan atau brand warming (pema­nasan) Pu­bas V 2010.

Pada acara yang dihadiri oleh banyak tokoh pe­rantau Saniangbaka se-Jabode­tabek dan Pengurus IWS tersebut, ber­kembang  wacana seputar oleh-oleh atau buah tangan yang akan ditinggal­kan di kampung. H Azwar Akib, salah seorang  sesepuh IWS mengingatkan agar panitia tidak gegabah dalam mem­buat program. “Cukup satu atau dua program saja, namun berbekas untuk di­ting­galkan. Ini akan lebih berarti  dari­pada menebar uang dengan banyak program, tapi tanpa kenangan,” ujarnya.

H. Chairul Umaiya mengisyaratkan agar panitia pusat dapat mengkoordinasi­kan program dengan semua DPC IWS yang ada. “Ini sangat penting agar program yang ditelorkan tidak memberatkat panitia pusat,” pintanya. Di antara program yang dibahas adalah beberapa wacana yang telah dimuat di Majalah Saran edisi I dan II, yakni pemindahan atau pembukaan pandam pakuburan, perpustakaan nagari, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang dibutuhkan pendu­duk nagari.

Ketua DPC IWS Jakarta H. Andri Novel Rangkayo Sati, yang adalah salah satu kandidat kuat untuk duduk sebagai Ketua Pelaksana Pubas V, menyambut baik arahan dari mantan Ketua DPP IWS tersebut.  Ia menyatakan siap mengem­ban amanah untuk mensukseskan pelak­sanaan kegiatan yang diprogramkan. Rasa optimis juga di sampaikan oleh M. Edrison Kamil, Aidon Fitri, Jufrizal dan fungsional DPC IWS lainnya.

Hampir semua pengurus  DPC IWS Jakarta yang hadir dalam  kesem­patan itu bersepakat akan membawa (satu) unit ambulans, sebagai langkah awal memulai pandam pakuburan baru di luar pemu­kiman penduduk. Di samping itu, kebe­radaan ambulan ini juga sangat penting untuk sarana pelayanan kesehatan warga sehari-hari di kampung.

Rudi Akbar dan Rino Kurniawan SE selaku pengurus teras DPC IWS Bekasi juga menyambut baik rancangan program ini. Dengan semangat nan ndak tabado-bado mereka juga menyatakan siap mendampingi DKI dalam pengadaan ambulans. Selain itu IWS Bekasi juga akan berusaha menggandeng DPC IWS lain, seperti  Bandung atau Yogya dalam  mendirikan Perpustakaan Nagari.

 

Usulan IWS Jabar

Pada kesempatan terpisah, usulan pengadaan mobil ambulans untuk nagari juga dilontarkan oleh sejumlah tokoh IWS dari Jawa Barat, masing-masing Hafrizal Rangkayo Sutan alias Mantari (mantan Ketua DPC IWS Bandung Raya, sekarang Penasehat DPC IWS Bandung Raya),   H.Nursal Chan (mantan Ketua DPC IWS Cimahi), dan H.Nofrizal Amir alias H Ery Buya (Pena­sehat DPC IWS Bandung Raya). Mereka menyampaikan usulan terse­but pada acara Walimatus­safar Calhaj  IWS, yang berlangsung di Gedung Serba Guna IWS Cibi­tung, Sabtu 24 Oktober 2010 lalu.

Menurut mereka, mobil ambulance ini sangat dibutuhkan oleh warga di kam­puang, untuk menolong mengangkut warga yang sakit dan meninggal. Harganya diperkirakan antara Rp 120 juta s/d Rp 200 juta per unit. Jika  seluruh  DPC  IWS  berinisiatif me­ngum­pulkan dana dari sekarang, ditambah dengan sum­bangan dari pribadi warga kita yang mempunyai kemampuan  lebih, ia yakin niat baik tersebut akan dapat diwujudkan.

Dalam pada itu, H.Nursal Chan me­nam­bahkan, kalau bisa lapangan bola di Puruak (Vila) juga diperbaiki dan di­aktifkan kembali pemakaiannya oleh par pemuda kita. Panpel IWS diharapkan mem­berikan bantuan untuk merehab la­pangan bola tersebut, hingga layak di­pakai. Mobil tambangan nagari, kalau bisa, mengantar pemuda pemain bola itu putar  di Vila.

Ketiga tokoh IWS ini juga meminta kepada Panpel Pubas IWS 2010  menen­tukan jadwal tetap acara Pulang Basamo. Itu diperlukan agar DPC IWS seluruh In­do­nesia bergerak lebih dini dalam  meng­­him­pun dana dan mencari sponsor, baik un­tuk membantu warga yang ingin pu­lang kampuang, maupun yang akan di­sum­bangkan untuk nagari. 1  (GS/ Red.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: