Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Membenahi Sarana Ibadah di Mas­jid Raya Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada November 30, 2009

Secara bertahap dan sesuai kemampuan, pengurus Mas­jid Raya Saniangbaka terus berupaya untuk membenahi fasi­litas sarana dan prasarana, agar jamaah lebih nyaman dalam beribadah.

Ketika  pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1430 H lalu, pengurus Masjid Raya Saniangbaka — sesuai dengan target semula  — telah berhasil merampungkan penge­coran halaman depan gedung MDA. Area ini dimanfaat­kan untuk barisan shaf kaum ibu-ibu jamaah shalat  Idul Fitri. Jamaah yang hendak  menunai­kan shalat Idul Fitri memenuhi bagian dalam dan halaman  masjid, hingga  sampai  memenuhi jalan raya depan Masjid.

Seperti biasa, sebelum pelak­sanaan Shalat Idul Fitri,  Panitia Hari Besar Islam (PHBI) mengkoordinir pengumpulan infaq  dari Jamaah. Infaq yang terkumpul masing-masing untuk Pembangunan Masjid Raya sebanyak Rp. 11.979.700, untuk anak yatim Rp. 6.570.000, untuk MTs Muhammadiyah  Rp.5.004.000, dan untuk pembangunan Kantor Wali Nagari sebesar Rp.2.500.000.

Di luar itu, ada pula infaq untuk yang dikumpulkan oleh  IWS Solok pada akhir Ramadhan 1430 H, yang diperuntukkan bagi pemba­ngunan  Masjid Raya, yakni berupa uang sebanyak Rp.22.900.000 dan beru­pa 50 sak semen de­ngan nilai uang Rp.2.500.000. Inisiatif IWS Solok  yang setiap tahunnya me­nge­lola pe­ngum­pulan infaq  untuk Mas­jid Raya  tersebut dipuji oleh banyak pihak, seraya berharap agar gerakan ter­se­but ditiru oleh IWS  di daerah lainnya.

Syafri Malin selaku  Ketua Seksi Ima­rah Masjid Raya Saniang­baka, mengi­nformasikan  bahwa infaq yang ter­kum­pul dari Jamaah Shalat Tarwih pada Ra­ma­dhan 1430 H berjumlah Rp 17.950.000, sudah termasuk  di dalam­nya infaq yang dikirimkan oleh warga  Saniangbaka dari berbagai daerah  di perantauan. Selain itu, ada pula infaq khusus untuk anak yatim, sebanyak  Rp. 8.653.800.-.

Dijelaskan  bahwa total infaq yang terkumpul untuk pembangunan mesjid nantinya akan digunakan untuk peng­gantian  biaya  pengecoran halaman  Mas­jid Raya dan MDA. Biaya yang sudah terpakai adalah sebesar Rp. 62.000.000, yang dananya dipinjamkan oleh H Syukri Suid.  Juga untuk  pengecatan teralis besi di lantai II, yang  menelan  biaya sebesar Rp.  1.525.000.

Menjaga Silaturrahmi

Shalat Idul Fitri 1430 Hijriyah di Masjid Raya Saniangbaka, dilaksanakan pada hari Minggu 20 September 2009. Bertindak sebagai khatib, Teuku Darwis Muas, pim­pinan Pondok Pesantren Bah­rul Ulum Padang. Dalam khutbahnya be­liau menguraikan ten­tang pentingnya menjaga hubungan silahturrahmi sehari-hari,  baik dalam lingkup  kecil  seperti sesa­ma anggota  keluarga, kerabat  maupun di tengah-tengah  pergaulan masyarakat.

Selaku  hamba ciptaan  Tuhan di muka bumi  ini, terkadang manusia  sering  lupa  atau kilaf,  mengabaikan  persoalan  yang menyebabkan  terputus atau  rusak­nya  jalinan silaturahmi. Padahal bila seorang hamba  memutuskan silaturahmi,  akan menyebabkan dia terhalang untuk masuk sorga-Nya Allah SWT. Oleh sebab itu, khatib mengajak  kaum muslimin untuk menyadari, merenungi kembali  untuk senantiasa  hati–hati  dalam men­jalani  kehidupan  yang penuh  dengan  masalah,. sehingga   perjalanan hidup yang dilalui senantiasa mendapat  ridha dari Allah SWT . 1  (Nusa)

Satu Tanggapan to “Membenahi Sarana Ibadah di Mas­jid Raya Saniangbaka”

  1. TANGAYA said

    percuma mesjid gagah, tapi kegiatannya gak ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: