Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Proyek P2KP dan PNPM Mandiri di Nagari Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada November 30, 2009

Untuk mempercepat per tumbuhan pembangunan masyarakat pedesaan, pemerintah telah memprogramkan   ber­ba­gai kebijakan,  diantaranya melalui program P2KP dan PNPM Mandiri. Dana yang disediakan pemerintah untuk kedua jenis proyek tersebut  lumayan besar. Tinggal bagai­mana pemerintahan nagari Saniang­­baka bersama Wali Jorong dan kelompok pengelola yang telah dibentuk menunjukkan keseriusan dalam penge­lolaan program dimaksud,  demi menjaga  kepercayaan pemerintah pusat dan daerah terhadap dana bantuan yang akan dan telah dikucurkan.

Proyek  P2KP

Berdasarkan hasil evaluasi  peme­rintah pusat terhadap pengelolaan  dana Proyek P2KP tahun 2008 di 32 Propinsi  di Indonesia,  Sumatera   Barat termasuk yang ber­hasil. Dari keseluruhan daerah kabu­paten dan kota yang ada di Suma­tera Barat, Kabupaten Solok dianggap ber­jalan lancar. Selanjutnya, dari keselu­ruhan daerah kecamatan yang ada di Ka­bu­paten Solok, untuk tahun 2009, maka Kecamatan X Koto Singkarak adalah yang beruntung mendapat jatah. Dan  dari 8 nagari yang ada di Kecamatan X Koto Singkarak,  hanya empat nagari yang diberi kepercayaan untuk menge­lola program P2KP tersebut. Lebih kurang satu miliar dana akan diperebutkan oleh empat Nagari, yaitunya nagari Saniang­baka, Sumani, Kacang dan Tikalak.

Menurut ketua dari pengelola dan P2KP nagari Saniangbaka, Tarmizi Mkt Sutan, pada tahun 2009 telah disetujui  berbagai proyek pembangunan seperti  pembangunan saluran drainase jalan dari Kucai sampai ke Sawahgadang, dengan biaya Rp 83 juta. Sesuai keten­tuan, se­jumlah Rp 13 juta dari anggaran ter­sebut diharapkan  dari swadaya masyara­kat.

Di bidang pertanian, melalui program P2KP tahun 2008, kelompok tani Bukit Carano telah mendapatkan bantuan bibit karet sebanyak 2000 batang dan tahun 2009 sebanyak 3000 batang, ditambah dengan dana pengolahan sebanyak Rp. 10 juta. Proyek pemba­ngunan jalan baru dari Lapau Kincia sampai ke Tampat sepanjang 800 meter, yang telah diusulkan P2KP Saniangbaka, telah mendapat persetujuan dan di survei oleh tim  Pemda Kabupaten Solok.

Menurut Tarmizi Mkt Sutan, untuk selanjutnya telah diajukan usulan pemba­ngunan perkebunan kelompok tani di lokasi Gedung Beo. Sasarannya ialah, untuk peningkatan sumber ekonomi ma­sya­rakat, yang akan mendorong perce­patan pembangunan dalam segala bi­dang.

Semasa menjabat manjadi Wali Nagari, Tarmizi Mkt Sutan, juga pernah mengajukan usulan proyek pemba­ngun­an jembatan dari Lapau Kincia ke Tugu Balai Panjang. Juga proyek normali­sasi Tangaya, dengan membangun dinding tembok permanen di kiri-kanan Tangaya,  mulai dari lapau Kincia sampai ke Pasia Udang, seperti proyek Banda Bakali di kota Padang.

Agar Proyek P2KP ini lebih berhasil dan berdayaguna, sangat diharapkan adanya kemitraan dengan pihak swasta dan LSM yang peduli, serta dukungan pemerintah. Dalam hal ini  Tarmizi Mkt Sutan memberi peluang kepada masya­rakat Saniangbaka yang mau berinves­tasi, sesuai bidang pembangunan yang diminati.

 

Proyek PNPM Mandiri Pedesaan

Sejak tahun 2008,  nagari Saniang­baka telah memperoleh jatah proyek PNPM Mandiri. Proyek tersebut di tetap­kan  berdasarkan kelompok di tingkat jo­rong,  diantaranya berupa simpan pinjam kelompok, bea siswa, dan yang paling monumental adalah dibangunnya PLTA mini di Jorong Aia Angek Saniang­baka.

Pada tahun 2009, nagari Saniang­baka kembali mendapatkan proyek PNPM mandiri. Kali ini berupa pembangunan jalan dari Kapalo Banda sampai Tampat. Dana proyek yang dianggarkan seba­nyak Rp.300 juta,  dengan ketentuan sebesar  Rp.50 juta diantaranya harus bersumber dari swadaya masyarakat. Selain itu, pengerjaannya harus dikelola langsung oleh kelompok PNPM yang di Jorong Balai Panjang. Tidak ada tender-tenderan  kepada kontraktor.  Untuk menyikapi ketentuan pelaksanaan pro­yek tersebut, maka kelompok PNPM diharapkan  bekerja  maksimal, sehingga hasil yang dicapai juga bisa maksimal.

Rahmadsyah S.Ag selaku Ketua Kelompok PNPM Jorong Bali Panjang menjelaskan, untuk penggalangan dana swadaya masyarakat  telah diupayakan  melobi pengusaha Saniangbaka, baik yang ada di kampung maupun di perantauan, termasuk kepada pihak-pihak lain yang sifatnya tidak mengikat. Dikatakannya, sementara ini telah diperoleh dana sebesar Rp 5 juta, yang berasal dari sumbangan H.Lukmi.

Selain itu, ketika berlangsung acara silaturahmi antara pemuda Saniangbaka dengan  H. Syamsu Rahim, balon Bupati Solok untuk Pilkada Tahun 2010 itu secara spontan memberikan sumbang­an berupa 50 zak semen, ditambah lagi 10 sak semen dari rombongan (Dt Y. Pituan).

H.Syamsu Rahim ketika itu juga berinisiatif menghubungi Yonisfar Ja’far agar yang bersangkutan turut membantu. Melalui Syamsu Rahim, Yonisfar Ja’far menyatakan kesediaan­nya secara pribadi untuk menyumbang­kan alat berat (Eskavator), selama tiga hari kerja. Demikian juga H.Suryadi Asmi Dt Rajo Nan Sati, bersedia pula memberikan sumbangan sebagai swadaya masyara­kat demi terlaksananya proyek tersebut.

 

Harapan kepada Masyarakat dan Pemerintahan Nagari Saniangbaka.

Keberhasilan pelaksanaan proyek pembangunan yang direncanakan dan akan dikerjakan,   sangat  terkait dengan si­kap mental masyarakat. Sejauh mana kepedulian, pengertian, partisipati aktif  masyarakat Saniangbaka. Menurut informasi Ketua P2KP, untuk ketiga kalinya proyek jalan Lapau Kincia sampai ke Tampat di setujui, tetapi sebelumnya selalu saja terbentur dengan  masalah pembebasan  lahan.

Dalam hal ini, Wali Jorong Balai Panjang, Erison,  menghimbau warga masyarakat Saniangbaka agar mau diajak kerjasama (kooperatif) dalam pengerjaan proyek pembangunan di dalam nagari. Warga masyarakat jangan mempersulit dengan bermacam-macam tuntutan.

Rahmad Syah S.Ag  selaku Ketua PPK PNPM Jorong Balai Panjang, mengharapkan kepada pemerintahan nagari untuk memberi kemudahan dalam  bidang administrasi dan membantu melakukan sosialisasi kepada masya­ra­kat, sehingga proyek PNPM di Saniang­­baka bisa berjalan dengan lancar.

Sejalan dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok asal Saniangbaka, Ir Edi Sumanto Msi, mengingatkan bahwa proyek–proyek  pembangunan yang di­alokasikan ke Nagari Saniangbaka tidak diperoleh dengan mudah, tapi melalui perjuangan serta rekomendasi anggota DPRD. Diinformasikan lagi bahwa sebenarnya ada banyak sumber dana pembangunan masyarakat nagari yang bisa digaet, sebagai kue pembangunan. Cuma saja, ia agak menyesalkan sikap masyarakat atau kelompok sosial yang ada di Saniangbaka yang kurang rajin membuat proposal dana untuk biaya pembangunan nagari.

Padahal, kalau nagari–nagari lainnya boleh dikata lah  pasa jalan dek nyo. Mereka sudah sangat sering menga­jukan proposal untuk berbagai keperluan dan pembangunan di nagarinya.”Pandangan masyarakat yang menganggap akan ada­nya keterikatan oleh partai politik ter­tentu, perlu diubah. Sebab dana yang ada di tingkat Pemda itu bukan pitih ranggaek nyo, kenapa kita alergi, acuh tapi butuh. Lagi pula pemilu pun sudah berlalu,” kata Edi Sumanto meng­ingatkan. 1 (Nusa)

Satu Tanggapan to “Proyek P2KP dan PNPM Mandiri di Nagari Saniangbaka”

  1. Lelang Subarang said

    Sekedar diketahui, Proyek PNPM ini pada awalnya tidak untuk nagari Saniangbaka, dikarenakan saniangbaka tidak memenuhi persyaratan mengikuti tender (pada saat itu pak wali secara diam-diam pergi hanya dengan kontraktor kepercayaannya, padahal tim yang disyaratkan untuk itu adalah 6 orang) sehingga tidak mendapat ranking dan gagal.
    Akan tetapi karena kebetulan, salah satu nagari yang menang tender tidak layak untuk didanai, akhirnya saniangbaka mendapatkan limpahan proyek tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: