Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Wali Nagari Dasrizal Chandra Bahar

Posted by majalahsaran pada November 30, 2009

“Kami Melakukan Penggeseran”

Mensiasati sering tersendat cairnya dana dari atas (Pemkab), Wali Nagari Dasrizal Chandra Bahar melakukan kebijakan ‘penggeseran‘, yaitu peng­alihan penggunaan keuangan. Di antara yang sempat kena pengalihan itu adalah Anggaran Pembangunan Gapura perbatasan dengan Sumani.

Dalam percakapan telepon de­ngan Yudi dari Majalah Saran, di­se­butkan bahwa pembangunan gapura itu sudah dianggarkan sebanyak Rp 25 juta dalam dua tahun anggaran (2008-2009).”Yang sudah terpakai untuk gapura itu seba­nyak Rp 10 juta,” jelas Dasrizal. Jadi, sisa­nya yang Rp 15 juta itulah yang sudah terpakai untuk keperluan lain. “Kami mela­kukan pergeseran, dan itu untuk menye­lamatkan nyawa kami pula,” ujarnya.

Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab banyaknya pertanyaan di tengah masya­rakat tentang kenapa ga­pura yang sudah lama di­bangun itu belum juga selesai.

Lebih lanjut Dasrizal me­maparkan tentang ke­ter­sen­datan cairnya dana itu bisa sampai 6 bulan. Kondisi itulah katanya yang mem­buat dia harus melakukan kebijakan ‘pengge­seran‘ tersebut. “Sekarang saja gaji kami belum turun sejak bulan Juni lalu,” tambahnya.

Tidak dijelaskan kenapa ke­tersendatan gaji yang hanya sampai enam bulan tetapi proyeknya ter­bengkalai sampai dua tahun. Apa­lagi kabarnya pembangunan gapura itu baru berbentuk tiang fondasi.

Ketika ditanyakan mengenai kebijakan pengalihan anggaran tersebut kepada salah satu Pengurus Badan Musyawarah Nagari (BMN), disebutkan bahwa pengalihan per­untukan anggaran itu hanya bisa dilakukan bila sudah dibahas dan mendapat persetujuan BMN.

Sepertinya bagi Dasrizal hal tersebut tidak masalah, yang penting semuanya bisa dipertanggungja­wabkan. “Toh semua ada kwitansinya di Bendahara,” jelasnya lagi. Diapun mempersilahkan pihak yang berkepen­tingan untuk meme­riksa semuanya. Ha­nya saja dia mengaku pertanggung jawaban­nya bukanlah kepada masyarakat, tetapi ke­pada Bawasda. 1  (Yd)

6 Tanggapan to “Wali Nagari Dasrizal Chandra Bahar”

  1. Zihunt said

    oi sanak sado alahe,…
    urusan nagari yo urusan basamo, kada awak juo, samoe dunsanak awak atau karabek dek awak, kok ado masalah di kmpuang nan agak tarumik (pitih, pitih pitih) yo ancak diandok-andok an snut,.. tau lo anak2 ketek nan jlong gadang nyo karuah e lo aia tu gai, beko ancai wak dek e gah,.. baa dek sanak dah?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: