Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Arisan dan Pengajian di IWS Rayon Padalarang Bandung

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Rayon Padalarang sebagai bagian dari DPC IWS Bandung Raya dalam beberapa bulan terakhir ini telah aktif mengadakan pertemuan sebagai ajang menjalin silaturahmi warga Saniangbaka yang ada di wilayah tersebut.

Acara arisan bulanan yang dilaksanakan secara bergiliran juga diisi dengan ceramah agama. Ini penting dilakukan agar acara arisan tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan kumpul-kumpul dan pengumpulan uang, yang lebih penting memanfaatkan kesempatan itu untuk menambah pengetahuan tentang agama sebagai sarana kebutuhan rohaniah.

Pada acara pada tanggal 6 Februari lalu, yang diadakan di rumah Edri baik arisan maupun pengajian  dihadiri oleh 30 orang warga Saniangbaka yang ada di Padalarang. Muslim sebagai salah seorang pengurus rayon mengatakan kegiatan ini telah berlangsung sejak 6 bulan lalu dan berjalan lancar sampai saat ini.

Penceramah dalam acara ini adalah Ustad H. Encep A. Mukhlis. Turut hadir pada waktu itu tokoh Saniangbaka dari kampung yaitu Dartukni Manti Panduko Rajo yang kebetulan sedang berada di sana karena menghadiri acara resepsi keponakannya di Cimahi.

Ustad Encep dalam ceramahnya bertemakan Rukun Selamat. Yang dimaksud dengan rukun selamat ini katanya, hal-hal yang dapat memberikan keselamatan pada kita sebagai umat manusia baik di dunia maupun akhirat. Ada 3 rukun selamat yang patut kita ketahui, yaitu bersih aqidah, hubungan yang baik dengan sesama dan latihan diri.

Bersih aqidah antara lain membersihkan keyakinan kita terhadap keberadaan Allah dan kekuasaannya. Yakin bahwa Allah itu ada dan satu, tidak ada bapak, ibu dan anak. Yang kedua adalah menjaga hubungan  baik dengan sesama muslim maupun dengan umat lain. Menjaga hubungan ini sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat sehingga pertikaian, salah paham dan fitnah dapat dihindarkan.

Sedang yang terakhir adalah melatih diri baik pisik maupun hati. Ustad Encep, walaupun melatih diri dan hati sangat sulit dilakukan tapi itu perlu dilakukan. Dia mencontohkan dalam melatih hati untuk dapat bersabar dalam menghadapi segala godaan dan cobaan.

Dalam kesempatan itu, Dartukni menyampaikan beberapa kabar dari kampung baik yang bersifat kondisi kehidupan masyarakat maupun kondisi pemerintahan. Mengenai kondisi masyarakat, Dartukni menjelaskan bahwa sebagian masyarakat di kampung saat ini telah beralih mengolah lahan pertanian perkebunan seperti menanam cengkeh, coklat dan karet dan telah menghasilkan sangat memuaskan. Sedangkan yang menanam bawang, cabe dan tanaman lainnya agak kurang memuaskan.

Mengenai pemerintahan terutama masalah Wali Nagari yang beberapa waktu terakhir ini sangat hangat dibicarakan baik antar warga maupun dunia maya, sudah dapat diselesaikan melalui musyawarah para tokoh dan pemuka masyarakat. Lebih lanjut Dartukni yang mantan Kepala Desa Balaimansiang ini mengatakan bahwa Wali Nagari yang memilih adalah warga kita yang di kampung, jadi kalau ada masalah biarlah urang awak yang di kampung yang menyelesaikan. Sebagai tokoh dalam nagari, dia juga berharap untuk acara Pulang Basamo nanti agar kesan yang ditinggalkan untuk membantu kesejahteraan masyarakat di kampung baik berupa pembangunan fisik maupun non fisik atau dalam bentuk pertanian dan perkebunan.

Acara yang berlangsung khidmat ini, diselingi dengan kegiatan arisan dan pengumpulan dana yang akan disumbangkan untuk MTQ Kecamatan X Koto Singkarak yang diadakan di Masjid Raya Saniangbaka pada tanggal 23 dan 24 Februari. (Musfiardi Amwa).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: