Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Chandra Baha, Wali Nagari Pilihan Masyarakat Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Masih segar dalam ingatan warga masyarakat Saniangbaka nan di kampuang bahwa 22 Agustus 2007  adalah hari  pemilihan  Wali Nagari (Pilwana) Saniangbaka. Berarti hingga sekarang  lebih kurang 2,5 tahun sudah perjalanan kepemimpinan Dasrizal Chandra Bahar sebagai Wali Nagari Saniangbaka  periode 2007 – 2012. Kegiatan Pemilihan wali nagari yang ketika itu berlansung dengan begitu demokratis sehingga tak kalah hebohnya dengan Pemilu Pilpres, diawali  dengan kampanye serta penyampaian visi  dan misi  dari para sang kandidat di Gedung Pertemuan Saniangbaka. Visi dan misi yang disampaikan mengisyaratkan  akan dibagaimanakan  serta dibawa ke mana  Saniangbaka  natinya.

Pilihan Masyarakat Saniangbaka

Terpilihnya  Dasrizal Chandra Bahar sebagai Wali Nagari Saniangbaka merupakan suatu amanah, kepercayaan  yang diberikan rakyat, tidak saja dipertanggungjawabkan di atas dunia. Tetapi  juga mahkamah Tuhan, maka semestinya amanah tersebut jangan disia-siakan, tunaikan tugas dengan segenap kesanggupan. Memang tanggung jawab  Wali Nagari tidak ringan, tapi cukup berat  dan kompleks.

Warga masyarakat yang baik tidak semata-mata menyerahkan tanggung jawab pembangunan nagari sepenuhnya kepada pemerintahan Nagari. Tugas yang berat tersebut tidak bisa dipikul sendiri oleh Wali Nagari maka perlu dukungan yang tulus dari semua lapisan masyarakat baik yang di kampuang maupun yang di rantau. Sekiranya ada  masukan salurkan melalui lembaga BMN (Badan Musyawarah Nagari).

Harapan masyarakat Saniangbaka   tertumpanglah sudah kepada orang nomor satu di Saniangbaka tersebut. Harapan itu adalah berlansungnya  suatu pemerintahan yang lebih  baik lagi dari pemerintahan sebelumnya, terwujudnya kehidupan masyarakat Saniangbaka  nan sejahtera. Wali Nagari sebagai pemimpin  mempunyai tanggung jawab moral untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dengan menggali dan memanfaatkan potensi yang ada. Untuk mencapai  tujuan bersama tersebut  perlu proses dan waktu, perlu kemampuan dan kemauan Wali Nagari.

Banyak faktor yang mempengaruhi ketercapaian tujuan  pembangunan, di antaranya optimal dan bersinerjinya  seluruh warga masyarakat dan kelembagaan, struktur yang ada dalam nagari.  Lembaga yang ada dalam nagari seperti KAN, BMN, MUI, Organisasi kepemudaan, Bundo Kanduang, PKK. Sementara struktur dalam pemerintahan nagari  itu sendiri ada Wali Nagari, sekretaris, seksi pemerintahan, Ekonomi pembangunan Sosial dan Budaya, Kepala  Jorong,  yang kesemuanya itu adalah sebagai mitra kerja utama dalam membangun dan memberdayakan masyarakat Saniangbaka tercinta. Bagi daerah Kabupaten Solok dicanangkan dengan Tiga pilar pembangunan yaitu : Pilar Ekonomi Keraknyatan, Pilar Pendidikan dan Pilar Kesehatan.

Menjalankan roda pemerintahan

Dasrizal Chandra Bahar yang berkantor di Bailai Panjang, kantor Wali Nagari yang terbilang megah dibandingkan dengan kantor wali nagari disekitarnya. Sebagai Wali Nagari, Dasrizal Chandra Bahar sebelumnya tentu sudah mengenal banyak permasalahan nagari serta menyiapkan jurus atau  strategi dalam menjalankan roda pemerintahan dengan  berpedoman atau mengacu pada tugas dan wewenangnya sebagai  Wali Nagari. Program yang dijalankan  disamping melanjutkan kepemimpinan wali nagari sebelumnya tentu juga ada terobosan-terobosan  untuk  bersama-sama membangun nagari Saniangbaka.

Dalam suatu wawancara  dengan Saran, Dasrizal Chandra Bahar menuturkan, mestinya lembaga  dan struktur yang ada dalam nagari  manjalankan tugas dan pungsinya  masing-masing, jangan mencampuri apalagi saling mencurigai, Kepala  jorong  sebagai  perpanjangan tangan Wali nagari harus  loyal kepada atasan, warga masyarakat dengan tulus mau berpartisipasi   dan  taat pada yang  memimpin, dalam bahasa agama disebut Ulil amri minkum, kemudian  yang perlu disadari mayarakat kemauan untuk mengubah karakter yang melekat pada sebagian masyarakat : taimpik ndak diateh, takuruang ndak didulua, Tagilincia di batu alia).

Keberhasilan dan  PR Pemerintahan Nagari

Dalam masa kepemimpinan Dasrizal Chandra Bahar, Wali Nagari Saniangbaka hingga sekarang ini diakui sudah banyak program pembangunan hasil Musrenbang yang terealisasi.  Itu  merupakan  sebuah capaian  keberhasilan,   akan tetapi belum semua bidang program yang telah direncanakan dapat terselesaikan,   masih banyak  yang menjadi pekerjaan rumah  (PR) yang harus dituntaskan Pemerintahan Nagari nantinya bersama masyarakat.

Pencoran  jalan ke Jambak secara bertahap, jalan korong kampuang dengan sumber dana dari DAK, APBD,  Pembuatan PLTA mini di Jorong Air Hangat dari dana PNPM Mandiri, pengerasan beberapa kilo  meter jalan di jorong Air Hangat dari dana APBD,  Pembangunan  Mushala di Pasia Udang. pembanguan kantor wali nagari dari swadaya masyarakat. Pada masa kepemimpinan Dasrizal Chandra Bahar, Perbukitan Nagari Saniangbaka   beberapa kali dijadikan rute kegiatan Ofroad dengan bekerja sama dengan Kodim 0309 Wirabraja Solok.

Rencana program pembangunan yang dianggap sebagai pekerjaan rumah  bersama   di antaranya adalah penyelesaian persoalan perbatasan   yang baru sampai pada tingkat meredam, pembangunan gerbang batas nagari dengan Sumani,  jembatan Balai Lalang,  penghijauan kawasan lapangan Vila yang sumber dana sudah dialokasikan dari DAUN dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan jalan Kepalo Banda  sampai ke Air Hangat yang nyaris tidak jadi dengan sumber dana  PNPM Mandiri. Kontraversial proyek PDAM  pengadaan air bersih   yang sumber airnya dari wilayah Saniangbaka, pengelolaan aset  pohon kina di hutan Gedung Beo. Pembinaan d bidang pendidikan dan agama, olahraga, generasi muda   dan masih banyak lainnya yang perlu manjadi perhatian.

Peluang dan tantangan

Jujur kita masyarakat Saniangbaka mengakui dan mesyukuri bahwa Allah SWT sebagai khaliq telah ciptakan alam nan subur  untuk nagari Saniangbaka. Perhatikan  ada danau untuk kalau masyarakat ingin menjadi nelayan. Ada sawah luas terbentang  kalau mau  bertani.  Ada  bukit dan hutan  untuk usaha berladang subur dan ada sumber air yang berlimpah untuk sumber kehidupan.

Semua itu tinggal lagi bagi masyarakat Saniangbaka. Orang daerah lain (ranglua) saja merasa betah dan sejahtera hidupnya tinggal di ranah Saniangbaka.   Tentunya  tidaklah wajar kiranya  jika terlontar ucapan masyarakat Saniangbaka yang menyatakan “kehidupan di kampung lebih kejam dari pada di rantau”. Kalau ada itu adalah ekspresi orang –orang yang tak pandai beryukur.

Dari segi sumber daya manusia masyarakat Saniangbaka punya potensi yang bisa diandalkan  dan diperhitungkan, banyak orang pintar  di Saniangbaka yang telah sukses dalam berbagai bidang kehidupan, banyak pedagang dan pengusaha sukses dari Saniangbaka, ada  yang menjadi pejabat, anggota DPR, ada banyak sarjana malah sudah ada yang bergelar Doktor, juga ada yang sukses berkarir dalam dunia militer, hanya saja sekarang  pertanyaannya adalah  kenapa masih banyak orang yang diharapkan seperti diatas meminggirkan diri untuk berbuat dalam membangun nagari sesuai dengan bidang dan kadar kemampuannya. Kenapa masih ada warga masyarakat Saniangbaka merasa tidak terpanggil hatinya sehingga enggan berbuat untuk nagari Saniangbaka, kebanyakan  alasan yang dikemukakan sangat egois mereka  lari dari tanggung jawab moral sebagai warga Saniangbaka.

Bagi wali nagari, SDA dan SDM yang dipaparkan diatas merupakan suatu tantangan dan peluang yang harus disikapi dengan arif dan bijak. Apabila suatu potensi SDM yang ada tidak bisa dikelola dengan baik  maka Saniangbaka tak akan pernah bangkit, ibarat lidi  bila di susun dan diikat akan menjadi sapu yang bermanfaat bagi manusia, demikian juga kalau masyarakat Saniangbaka dari seluruh komponen bersatu, “saciok bak ayam sadanciang bak basi” kondisi demikian  bisa  mempercepat pembangunan nagari Saniangbaka.

Memimpin dengan logika

Terkadang gagasan, teori seorang pemimpin belum tentu sesuai dengan kondisi lapangan. Seorang pemimpin  yang baik dengan diplomatis mau merendah dan belajar dari pengalaman pendahulu, mau membaur,  bertukar pikiran dengan banyak pihak demi kebaikan. Hal  inilah yang  dimaksud  dengan logika air.

Air yang sifatnya mengalir  apabila berbagai  sumber  air itu disatukan dalam satu wadah  akan menjadi bentukan yang baru. Jangan seperti batu  yang tak pernah bersatu  beberapa buah batu bila bertemu  tetap saja tidak bisa disatukan. Demikian  pula hendaknya pemimpin dengan yang dipimpin dalam suatu pemerintahan yang tak mau satu hati, tidak mau bermusyawarah (baiyo-iyo), jangan harap pemerintahan negeri itu   akan maju, malah yang ada hanyalah kemunduran.

Masih ada waktu

Sisa masa kepemimpinan  Dasrizal Chandra Bahar  yang  lebih kurang separoh  periode berarti masih ada kesempatan  atau waktu bagi wali nagari kita Saniangbaka untuk terus berbenah, meningkatkan kinerja melalui program-program yang lebih populer sehingga  mendapat tempat di hati masyarakat   demi memberikan yang terbaik  untuk Saniangbaka.  Memang Wali Nagari, Dasrizal Chandra Bahar, punya kelemahan dan siapapun pasti juga punya kelemahan, maka tugas kita warga masyarakat membantu sisi yang lemah tersebut.

Seorang pemimpin, termasuk Wali Nagari, mestinya memang harus menjadi teladan dalam berbagai hal sampai kepada hal-hal yang detail dalam kesehariannya. Masyarakat cenderung berkaca pada pemimpinnya dan menjadi wali nagari harus  siap dikritisi.

Kata orang bijak, jadi pemimpin ibarat  pohon beringin yang setiap saat diterpa oleh angin bahkan  badai  namun semakin dihembus akan semakin kokoh menemukan dan menyadari posisinya. Bila tidak mau  diterpa angin jangan jadi pohon beringin jadilah  rumput saja. (Nusa)

Satu Tanggapan to “Chandra Baha, Wali Nagari Pilihan Masyarakat Saniangbaka”

  1. mobil88 said

    wah…wah…wah menurut http://mobil88.wordpress.com tulisan Anda dalam blog ini cukup menarik….sukses ya !!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: