Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

DPC IWS Jakarta Angkat Kaum Lemah

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Bulan Ramadhan 1430 H. (2009) merupakan tahun pertama bagi pengurus DPC IWS Jakarta periode 2009 – 2013. Pasca pemilihan pengurus akhir Mei tahun lalu, segenap anggota mengukuhkan kembali H. Andri Novel sebagai nakhoda di kepengurusan  ini untuk  melanjutkan program kerja yang telah dirintisnya  beberapa tahun lalu.

Andri dinilai dapat banyak lebih bebuat karena berbekal dukungan dari kawan-kawan dan partisipasi yang kuat dari masyarakat Saniangbaka yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Tahun pertama kepengurusan ini menjadi tonggak sejarah Organisasi urang awak dalam usaha pengentasan kemiskinan melalui program zakat. Zakat mal yang dikumpulkan oleh pengurus tahun kemarin, dengan total pengumpulan sebanyak Rp. 54.500.000,- (Limapuluh empat juta limaratus ribu rupiah). Dari Jumlah itu telah dibagikan kepada 79 Mustahik dengan nilai 39,5 Juta. Sisa uang sebanyak Rp 15 Juta inilah yang menjadikan DPC IWS Jakarta sebagai pencatat sejarah baru dalam IWS.

H. Andri Novel Ketua DPC IWS dan juga Penanggung jawab Pelaksanaan Pengumpulan Zakat mal ini menjelaskan “Lima Juta dari uang itu telah kami berikan kepada salah seorang warga kita sebagai biaya melanjutakan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Anak / Kemenakan kita itu adalah Reska, suku Piliang. Sedangakan  Sepuluh juta sisanya itu kami jadikan sebagai pemberdayaan mustahik dengan memberikan modal usaha. Dalam hal ini kami bagi kepada dua orang Mustahik yaitu (1) Eva –Yuler  suku Sumpadang di Prumpung dangan usaha Depot Jamu dan Pulsa. (2) Asmawati suku Koto di Prumpung dengan usaha kios Sembako.”

“Dalam teknis pelaksanaannya kami tidak memberikannya dalam bentuk tunai. Sebelum memberikan modal terlebih dahulu kami mengetahui kebutuhan mustahik sesuai dengan usahanya. Barulah setelah itu kita belanjakan senilai alokasi dana yang kita angarkan,” jelas Gusmadi, Bendahara DPC IWS Jakarta.

Saat ditanyakan tentang status modal yang diberikan, H Andri Novel menjelaskan bahwa dana itu bukan dalam bentuk pinjaman, yang harus dikembalikan dalam waktu tertentu. Akan tetapi merupakan pembagian lepas, namun mustahik yang bersangkutan tetap dalam pantauan  Pengurus. “Ini zakat dari masyarakat kita  yang harus dibagi lepas tanpa ikatan. Harapan kita semoga mustahik bersangkutan  terlepas juga dari status  itu, dan mudah-mudahan di tahun mendatang berobah posisi menjadi muzakki (pemberi zakat),” tegasnya.

Muzakki yang dihubungi SARAN juga menjelaskan hal yang sama dengan penuh rasa haru. Beliau juga telah merasakan manfaat dari apa yang telah dilaksanakan oleh DPC IWS Jakarta ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pengurus IWS Jakarta, atas usaha dan perhatiaannya pada kami kaum lemah. Mereka telah berbuat untuk kami,” ujar Eva saat ditemui di tempat usahanya. Beliau juga berharap program ini terus berlanjut agar lebih banyak lagi kaum lemah yang terangkat secara ekonomi. Dia juga berharap program ini dapat ditiru oleh pengurus IWS di daerah lain. (GS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: