Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

E. Dt Palindih : “Kok Ndak Talok Lai, Rancaklah Pulang Kampuang “

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Diam- diam, seorang tokoh kita di Kerapatan Adat Nagari (KAN), E. Dt Palindih punya perhatian terhadap warga Saniangbaka yang ada di rantau. Beliau mempehatikan bahwa di antara mereka ada yang kehidupannya masih susah. “Wakatu ambo sampai ka Jawa, masih nampak dek ambo sebagian warga yang hidupnya masih susah, seolah mereka memaksakan diri untuk bertahan,” kata Datuk.

Kalau kondisinya sudah begitu sulit, beliau menganjurkan untuk kembali lagi saja pulang kampong. ”Kok ndak talok rasoe lai hiduik di rantau, rancaklah pulang kampuang,” ucapnya pada SARAN beberapa waktu lalu.

Dt Palindih meyakinkan, kehidupan di kampung sudah semakin baik. Sejalan dengan terus ditingkatkannya pembangunan baik sarana, maupun prasarananya, maka banyak hal yang bisa dilakukan. ”Sekarang sedang berjalan pembangunan jalan dari Kapalo Bando ka Tampat,” ucapnya. Memang waktu itu sedang dilakukan pengerjaan  jalan itu oleh pemborong.

Himbauan itu begitu ia tekankan dan berpesan agar jangan lupa memuatnya di majalah Saran, “Tolong tulihkan bana imbauan amboko di majalah Saran,” ucap Datuk.

Mengenai lahan garapan, Datuk waktu itu menyampaikan kebijakan KAN, yaitu mempersilahkan para dunsanak untuk menggarap lahan milik para datuk pangulu yang tidak terpakai, tentu saja dengan terlebih dahulu memberi tahu. “Silahkan manfaatkan, tapi tidak untuk dimiliki. Artinya tidak boleh disertifikatkan apalagi dijual,” jelas Datuk.

Apa yang disampaikan Datuk Palindih didukung Pak Wali Dasrizal Candra Bahar,” Himbauan itu positif sekali, itu bana yang kita harapkan, malah kini orang bi barabuik lahan,” kata Pak Wali.

Pak Wali mengaku tidak ketinggalan dalam pembukaan lahan tersebut,” Ambo sadang di pondok bana kini ko mah”.

Beliau berharap agar jalan baru tersebut dapat berdampak positif bagi perekonomian urang awak, supaya tidak sia-sia apa yang diperjuangkan. Sebab meraih proyek itu tidaklah mudah, ada usaha keras untuk mendapatkannya.

Himbauan itu jelas ditujukan kepada warga yang sudah nggak kuat lagi  bertahan di negeri orang. Sementara bagi yang masih kuat ekonominya, apalagi yang sudah mapan, tentu saja perlu tetap bertahan. Justru dari warga mapan itulah dibutuhkan bantuannya berupa zakat, infaq, sedekah dan juga infestasinya,  agar tercipta pula kemapanan ekonomi di kampung. (yd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: