Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Ketua BMN Atrizon. SPd: Jadi Pemimpin Masyarakat Harus Siap Dipuji dan Dimaki

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Diandaikan dalam sistem Pemerintahan Negara republik Indonesia  maka BMN  (Badan Musyawarah Nagari) sama posisinya dengan DPR. Berbicara tentang  kiprah BMN Saniangbaka periode 2006 s/d 2012  banyak sudah  sumbangsih pemikiran serta pengorbanan  lainnya  yang diberikan untuk nagari.  Hal itu sesuai dengan tugas dan fungsi BMN dalam membangun, memajukan nagari Saniangbaka.

Hanya saja keberhasilan kinerja lembaga ini tidak berdiri sendiri, banyak faktor yang mempengaruhi. Untuk mengupas sejauh mana BMN Saniangbaka telah berbuat, sesuai dengan   amanah yang diberikan masyarakat diwakilinya,  ikuti wawancara Saran dengan Atrizon. SPd, Ketua BMN Nagari Saniangbaka, sbb :

Bagaimana keanggotaan dari BMN Saniangbaka ?

Jumlah keanggotaan BMN sebanyak 11 orang, terdiri dari utusan suku masing-masing satu orang yang ada dalam  Nagari  ( 8 suku ) ditambah dengan perwakilan dari KAN, MUI, Bundo Kanduang dan dari Pemuda. Keanggotaan sudah sesuai dengan ketentuan Perda Pemerintahan Kabupaten Solok  Nomor : 7  Tahun 2006

Salah satu fungsi BMN  adalah  di bidang Legislasi, apa saja yang telah diprogramkan BMN dalam hal ini?

Rencana Peraturan Nagari (Raperna) yang telah dirumuskan dan diusulkan oleh pemerintahan nagari telah banyak disyahkan oleh BMN, mengenai  pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintahan nagari. Dalam hal ini BMN mempunyai hak untuk mengontrol jalan tidak Perna.

Adapun  Perna  yang telah disyahkan  di antaranya K3 Nagari, tentang  leges berupa ketentuan – ketentuan  berapa biaya Administrasi yang dikenakan kepada warga masyarakat untuk  setiap pengurusan apakah itu urusan pembuatan Akta Kelahiran, KTP,  Surat Nikah, Tagihan Rekening Listrik   dan lain-lain yang semua itu sudah ada ketentuannya untuk PAN (Pendapatan Asli Nagari)  dan itu nanti di pertanggungjawabkan pengunaannya oleh pemerintahan Nagari kepada BMN.

Penyusunan APB nagari merupakan bagian dari fungsi BMN, bagaimana pelaksanaannya ?

Secara bekala BMN melakukan pembahasan tentang APB (Anggaran Pendapan Belanja) Nagari. Sumber-sumber dana pemasukan dan pengeluaran Nagari sudah dianalisa dalam rapat BMN. Sumber pemasukan keuangan dan pembangunan  nagari berupa dana DAUN, DAK yang semuanya sudah ada pos atau Mata Anggaran Kegiatan (MAK) nya secara baku.

Demikian juga halnya dengan dana PAN. Itu melalui pengesahan  dari BMN. Jadi tidak  ada istilah pergeseran-pergeseran. Kalaupun ada keadaan atau alasan tertentu   untuk merubah itu harus melalui Rancangan Perubahan Anggaran yang juga disahkan oleh BMN. Keuangan nagari berupa dana DAUN, DAK, PAN  Wali nagari   sekali setahun  membuat laporan pertanggungjawabannya kepada BMN, dalam hal ini BMN  berhak  meminta  laporan, menyetujui, mengesahkannya.

Dalam bidang pelestarian Adat, Adakah BMN punya tanggung jawab ?

Sebetulnya dalam Anggaran Pendapatan Belanja  (APB) Nagari Saniangbaka  setiap tahun  ada dianggarkan, akan tetapi anggaran ini sering tidak terpakai, akhirnya digunakan sebagai pengganti pengeluaran lainnya. Tidak terlaksananya anggaran ini disebabkan oleh tidak adanya proposal yang masuk atau tidak adanya komitmen untuk memperhatikan bidang kelestarian budaya anak Nagari.

Adakah BMN punya agenda pertemuan koordinasi secara rutin?

Sebagai sebuah lembaga penting dalam mengontrol jalannya  roda pemerintahan di tingkat Nagari, BMN  mengagendakan pertemuan anggota  minimal 1 x  dalam sebulan  dan tidak tertutup kemungkinan diadakan 1 x  15  hari  atau  1  x semingu  dikarenakan  adanya sesuatu dan lain hal   yang sifatnya mendesak  sehingga diharuskan adanya pertemuan guna menyikapi persoalan yang mengemuka secara segera.

Mengingat aktivitas anggota BMN yang banyak kesibukan di siang hari, maka rapat-rapat anggota BMN biasanya diadakan pada malam hari. Lama waktu rapat dibatasi sampai jam  23.00 Wib  atau jam 11 malam dan tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan-penambahan waktu bila ada pembahasan yang tidak tuntas.

Bagaimana bila ada anggota BMN tidak hadir  dalam pertemuan   yang diagendakan?

Dari segi tingkat kehadiran, anggota BMN sekarang sudah cukup lumayan bila dibandingkan dengan BMN sebelumnya dengan rata rata kehadiran  95 %. Sekiranya ada anggota BMN tidak hadir  atau tidak mengabulkan undangan rapat. Bila ada  anggota yang tidak bisa  hadir biasanya ada memberi  tahu  atau minta izin, Kemudian  apabila tidak ada pemeberitahuan sama sekali saya selaku ketua menanyakan lansung atas ketidak ahadirannya.

Bagaimana komitmen BMN dalam membangun nagari?

Umumnya yang duduk di lembaga BMN adalah mereka yang sudah punya komitmen. Posisinya sebagai anggota  BMN  didasari oleh rasa tanggung jawab, amanah. Yang jelas sebelum jabatan  ini  diterima secara pribadi saya sudah mengukur kemampuan  saya dalam berbagai hal.

Begitu juga semestinya bagi pemegang amanah jabatan sosial kemasyarakatan  lainnya yang hakekatnya adalah sebagai pelayan atau abdi masyarakat, kalau bicara masalah gaji memang tidak rasional.

Maka, perlu diwanti-wanti sebelum menerima jabatan atau amanah yang diberikan. Katakanlah menjadi wali nagari, menjadi ketua KAN, menjadi anggota BMN,  tanyakan pada diri kita terlebih dahulu  apakah saya mampu mengorbankan  waktu nantinya. Apakah saya mampu  dari segi ekonomi, apakah  saya mampu dari segi pengetahuan  dan  apakah saya  menjunjung tinggi nilai kejujuran, apakah saya sudah  siap mental dipuji atau dicaci. Kadang-kadang kita sudah berbuat yang baik orang tetap berpikiran negatif juga.  Tetapi kalau tidak siap ya kacau dan tidak jalan amanah yang dipercayakan jadinya.

Sebetulnya Bagaimana kaitan   peran  BMN dengan Wali Nagari?

BMN adalah mitra kerja sejajar Wali Nagari, dalam hal ini BMN selalu mengawal jalan roda pemerintahan. BMN secara aktif dan kreatif akan bersama Wali Nagari berupaya semaksimal mungkin menggali potensi nagari Saniangbaka. Jadi dalam hal ini sangat diperlukan suasana hubungan yang harmonis. bukan saling menyalahkan antara keduanya sehingga apa yang menjadi Visi dan Misi Pembangunan mewujudkan Saniangbaka Nan Sejahtera tidak retorika saja.

Apa himbauan anda  sebagai Ketua BMN terhadap Masyarakat Saniangbaka?

Dalam era sekarang ini, kebebasan  berbicara  seakan sudah kebablasan. Kadang-kadang warga masyarakat yang tujuannya yang katanya baik demi kemajuan nagari,  mengkritisi jalannya pemerintahan nagari bertindak menghakimi sendiri. Sementara tidak tahu persis substansi atau  akar suatu permasalahan. Jadi ke depan diharapkan agar bertanya kepada wakilnya  di BMN, dari  suku mana dia berada,  karena anggota BMN secara representatif sudah mewakili suku –suku yang di nagari Saniangbaka.

Bila ada warga kita dari rantau yang ingin tahu akan suatu permasalahan dan perkembangan nagari tanyakan atau welcome kepada badan atau lembaga resmi seperti lansung kepada Wali Nagari atau ketua BMN  Saniangbaka  via HP atau telepon. Disarankan bila ada Informasi  atau isu yang menyebar  jangan ditelan mentah-mentah.  No Telp  kantor  Wali Nagari : .(0755) 7708333  dan No HP ketua BMN Atrizon SPd : 081363327749  semoga nagari Saniangbaka Nagari nan Sejahtera (nusa )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: