Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Koperasi Saba Mandiri Masih Berkiprah

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Koperasi Saba Mandiri yang dibentu beberapa tahun lalu, ternyata kini tetap masih berkiprah. Rpat anggota telah diadakan oleh pengurus angkatan ke-5 di rumah ketuanya IY. Dtk Bandaro Basa di bilangan Bukit Duri, 7 Februari 2010, dihadiri oleh hampir semua anggota aktif  (14 dari 20 orang anggota).

Rapat ini menegaskan kembali identitas,  sistem dan mekanisme kerja Koperasi Saba Mandiri ke depan,  di antaranya:

  1. Mengaktifkan  kembali Simpanan wajib agar peluang simpan pinjam dan peluang usaha bersama makin terbuka.
  2. Mengaktifkan Pertemuan bulanan sebagai sarana silaturrahmi anggota dari rumah-kerumah.
  3. Koperasi Saba mandiri kembali ke khittah dengan hanya menjalankan program simpan pinjam setidaknya sampai akhir tahun 2010.

Pengurus sangat bangga dengan masih eksisnya Koperasi Saba Mandiri ini. Betapa tidak, menurut catatan salah seorang anggota dan juga sesepuh IWS Jakarta, Kasrudin, “ini merupakan salah satu usaha bersama urang awak yang eksis lebih dari 5 tahun.” “Apalagi semangat anggotanya juga masih seperti 10 tahun lalu”, lanjutnya di sela-sela rapat anggota kepada SARAN.

Sejarah Koperasi Saba Mandiri

Kala itu, Jum’at – malam Sabtu, 7 Desember 2001 bertempat di rumah kediaman Yudi Harzi sedang berlangsung rapat Hidupi (Himpunan Donatur Pendidikan)- organisasi yang eksis  sampai pertangahan 2005 dengan program menggalang dana untuk tunjangan guru di lembaga pendidikan formal swasta di kampung.

Rapat yang berlangsung hingga dini hari itu dihadiri oleh 18 orang aktifis Hidupi. Semua anggota yang haddir pada malam itu sepakat membetuk usaha bersama, dengan  nama “Koperasi Saba Mandiri”. Dalam beberapa bulan saja, Koperasi yang dibangun dengan Simpanan pokok sebanyak Rp. 100.000.- dan simpanan wajib sepuluh ribu itu mulai terasa manfaatnya bagi anggota. Meskipun baru dapat meminjam sebanyak Rp. 300.000,- secara bergiliran.

Mengingat peminat makin banyak hingga mencapai hampir 40 orang anggota, bergabungnya Drs. Yulnasman Yasin sebagai anggota dan terpilih menjadi Ketua untuk periode II membawa angin segar dalam perkembangan koperasi ini.

Dengan komitmen bersama untuk mengembangkan usaha selain simpan pinjam mendorong anggota untuk meningkatkan simpanan wajib hingga Rp. 50.000,- perbulan. Dalam waktu yang tidak begitu lama masing-masing anggota telah mencukupi simpanannya senilai RP. 1.500.000,-. Ini jaga membuka kesempatan meminjam lebih banyak bagi anggota. Ini juga yang menjadi  cikal bakal dari pendirian Rumah Makan Saba Mandiri yang berada di bilangan Senen Jakarta Pusat kala itu. Namun sangat di sayangkan usaha ini tidak dapat berjalan seperti harapan anggota.

Melalui berbagai lika-liku persoalan para pengurus masih tetap tegar dan mampu menjaga keutuhan Koperasi ini. Selain kegagalan Rumah Makan masih ada persoalan lain yang mesti dihadapi oleh koperasi ini. Persoalan yang tidak kalah rumitnya dalam koperasi ini adalah kredit macet. – persoalan yang lazim dalam usaha Simpan pinjam. Dengan berbagai alasan sebagian dari anggota yang ada telah beranggsur-angsur keluar dan dikeluarkan dari koperasi Saba Mandiri. (GS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: