Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

P3A Saniangbaka Dapat 4 Mesin Bajak, Gapoktan Siap Bangun Gudang

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) “ Tuah Sakato dan Bakti Manunggal” Saniangbaka  mendapat bantuan  4  buah Hand Tractor (mesin bajak) bermerek “Honda”. Bantuan yang berasal dari Bapeda Kabupaten Solok merupakan proyek Tahun Anggaran 2009. Bantuan itu untuk penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani  Pemakai Air dengan harapan dapat membantu  petani pemakai air dalam mengatasi kesulitan  akan mesin bajak. Selain itu supaya adanya pola tanam berkelanjutan yang teratur.

Tarmizi Mkt Sutan, ketua P3A Bakti Manunggal Saniangbaka, menjelaskan bahwa bantuan senilai Rp. 44 juta itu sudah termasuk biaya transport dan paket pelatihan pengemudi  hand Traktor itu sendiri.  Lebih lanjut dijelaskan sebagai anggota P3A mempunyai hak dan kewajiban yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan  Dinas pertanian. Diantara hak anggota P3A adalah mendapat pasokan air ke sawah milik anggota P3A. Kewajiban  sebagai anggota P3A membayar iyuran  10 sukek padi, sekali panen. Hasil pengumpulan tersebut digunakan untuk pemeliharaan  irigasi (banda).  Masalah kewajiban sebagai anggota P3A ini belum disadari sepenuhnya karena  kebutuhan air sawah petani di nagari Saniangbaka selama ini terbilang  normal atau aman dan lancar.

Herison sebagai Sekretaris dari P3A  Bakti Manunggal menjelaskan bahwa penunjukkan siapa yang akan menjadi pengemudi dari mesin bajak tersebut akan ditentukan berdasarkan rapat pengurus. Diharapkannya, harus ada semacam perjanjian tertulis berapa pembagian hasil dari pengoperasian mesin bajak tersebut. Yang jelas sudah disepakati keuntungan dari mesin bajak diluar biay operasional akan digunakan untuk perbaikan Banda irigasi.

Gapoktan Saniangbaka  bangun Gudang

Sementara itu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang mempunyai keanggotaan secara sukarela  berfungsi sebagai peningkatan produksi pertanian, pemasaran hasil tani, serta menghindari petani dari jeratan rentenir. Dari segi pemasaran, Gapoktan  membeli hasil tani anggota dengan harga yang wajar. Untuk menghindari anggota dari rentenir, Gapoktan mengusahakan cadangan pangan yang sumbernya iyuran anggota berupa Padi sebanyak 10 Kg  tiap kali panen.

Untuk tahun sekarang, Gapoktan Nagari  Saniangbaka dapat bantuan dana dari pemerintah sebanyak Rp. 150 juta yang disalurkan melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat  (LDPM) yang merupakan bagian  lembaga Gapoktan akan tetapi lembaga ini bersifat otonom, Tarmizi Mkt Sutan selaku ketua menjelaskan bahwa ketentuan bantuan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan perincian penggunaan untuk distribusi sebanyak Rp.102 juta,  Pembangunan fisik sebanyak Rp.30 juta, dan untuk Cadangan Pangan sebanyak Rp,18 juta. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dana cadangan dimaksudkan untuk  mengantisipasi situasi paceklik sehingga anggota Gapoktan  dalam situasi demikian tetap bisa aman.

Sebagai tahap awal Gapoktan Saniangbaka telah berhasil mengupayakan pembelian tanah untuk pembangunan Gudang yang berlokasi di Banda Rawang yang sekarang dalam tahap pembangunan. Tanah yang diusahakan untuk pembangunan gudang merupakan tanah yang sudah dibeli dari iyuran anggota Gapoktan  Nagari Saniangbaka.(Nusa )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: