Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Sekretaris DPC IWS Jakarta M. Edrison Kamil: Persoalan Administrasi Sering Diabaikan Dalam IWS

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

“Kita seringkali mengabaikan persoalan administrasi dalam melaksanakan tugas-tugas IWS,” kata M. Edrison Kamil, Sekretaris DPC IWS Jakarta, dalam rapat Panitia Pulang Basamo IWS V di Perumnas Klender Jakarta Timur kepada Jufrizal dari SARAN beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Edrison menjelaskan, “ seringkali pelaksanaan program kerja yang membutuhkan lembaga khusus seperti kepanitiaan tidak dilengkapi dengan surat mandat atau SK (Surat keputusan) pengangkatan. Ini menjadi kendala bagi orang yang ditugaskan untuk melakukan koordinasi pelaksanaan program IWS. Ini kelalaian kita bersama terutama di jajaran DPP (Dewan Pimpinan Pusat) IWS.

Senada dengan Edrison, H. Khairul Umaiya – mantan ketua DPP IWS juga Ketua Umum Pubas V IWS 2010 mengungkapkan hal sama dalam rapat Panitia Pualang Basamo IWS V di Sekretariat panitia – Jalan Wijayakusuma No. 37 pada Desember lalu.

“Panitia Pubas yang telah dibentuk sejak Agustus lalu belum di SK-kan DPP, bagaimana mungkin kita bisa menyebarkan undangan untuk melakukan konsolidasi dalam dengan anggota panitia lain yang mestinya hadir sekarang, sedangkan kita tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi kesuksesan kegiatan ini,”  jelas H. Khairul.

Di temapat terpisah H. Sudasril Darwis Sutan Marajo juga menyampaikan hal yang tidak berbeda dengan fungsional IWS lainya. “Kita, Tim Majalah Saran saja yang sudah bekerja dengan menerbitkan 4 (empat) Edisi dari Maret 2009, belum punya payung hukum dari DPP IWS,” ujarnya.

Lebih lanjut Haji Su panggilan akrab H. Sudasril Darwis mengemukakan, “kita di IWS sudah terbiasa dengan kondisi semacam ini. Memang ini tidak baik untuk kaderisasi dalam organisasi, ke depan harus ada pembenahan dari tradisi administrasi kita.  Bila kita tidak dapat mengadakan perbaikan maka tidak tertutup kemungkinan generasi IWS akan terputus, ini akibat tidak proses re-generasi dalam kepangurusan akan terhenti.”

IWS adalah salah satu  komponen penting bagi kelansungangan pembangunan nagari Saniangbaka. Sebagai organisasi nan meng-akomodir dan mengayomi masyarakat Saniangbaka di perantauan, IWS bersama dengan lembaga nagari lainnya perlu ikut merumuskan dan mengawasi program kerja yang jelas terhadap pembangunan nagari. Hal ini agar kebijakan yang dibuat dan dijalankan oleh pemerintah nagari dapat berjalan maksimal.

Sebagai Organisasi yang Independen dan mempunyai struktur hirarki yang jelas, IWS juga terlebih dahulu perlu  membuat rumusan kerja jangka pendek dan jangka panjangnya.

Tampaknya, untuk menjalankan fungsinya IWS perlu berbenah diri dalam segala hal, terutama yang berkaitan dengan administrasi dan kesekretariatan. Untuk hal yang kedua (kesekretariatan) baik tempat maupun pelaksanannya masing-masing kepengurusan mempunyai sarana dan ke cakapan yang berbeda-beda. Namun untuk administrasi diperlukan keseragaman dan tekat yang sama, sehingga pelaksanaan tugas-tugas koordinasi dan pengayoman terhadap masyarakat menjadi lebih maksimal. (GS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: