Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Semangat Kebersamaan Tanpa Prasangka

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Assalamu`alaikum wr.. wb..

Pembaca yang terhormat!

Alhamdulillah, kita kembali bersua dalam edisi ke-5 media tercinta kita ini. Kini tanpa terasa kita sudah memasuki bulan ketiga tahun 2010. Artinya, tinggal tiga-empat bulan lagi kita mengadakan acara Pulang Basamo. Kini di mana-mana, DPC-DPC IWS tengah sibuk menyiapkan diri untuk menyambut Pulang Basamo yang dirangkaikan dengan turnamen bulutangkis IWS Cup VIII 2010.

Menjelang Pulang Basamo itu tentu saja selain persiapan yang bersifat fisik atau materi, diperlukan juga kesiapan mental dan spiritual. Artinya, bagaimana hati dan perasaan kita dikaitkan dengan tujuan untuk Pulang Basamo. Dalam konteks kehidupan bersama, Pulang Basamo tentu kita maksudkan untuk membangun silaturahim, tali kasih sayang sesama kita, keluarga besar warga Saniangbaka.

Semangat kebersamaan terasa perlu diketengahkan karena kini di antara kita sempat tercuat perasaan, sikap dan prilaku yang mencerminkan jauhnya rasa persaudaraan di antara kita. Tak pelak lagi, hal ini contohnya dapat kita baca dari surat Wali Negara Chandra Bahar kepada SARAN yang kita muat secara utuh dalam Suara Pembaca, sebagai pelurusan berita SARAN yang beliau minta.

Pengasuh media ini sesungguhnya tetaplah berkomitmen sebagaimana motto SARAN, yaitu membangun dinamika masyarakat Saniangbaka. Dinamika yang dikembangkan benar-benar untuk kemajuan masyarakat nagari di manapun berada dengan semangat kebersamaan. Kita dalam setiap rapat redaksi selalu memasang niat tulus ikhlas, obyektif, tidak memihak, dan tidak mau ikut dalam sikap berprasangka buruk kepada siapapun.

Patut kita ingatkan, SARAN selalu tampil tanpa mau ikut berpolemik dalam konteks konflik. SARAN bukan media untuk saling menuding, klaim kebenaran, apalagi menjadi forum unjuk rasa yang provokatif, mengajak untuk berbuat anarkis. Kode Etik Jurnalistik bukan sekadar slogan tapi jadi pegangan utama bagi jajaran redaksi SARAN.

Namun, kita menyadari  upaya dan komitmen SARAN itu tidaklah mudah dalam suasana kebebasan, keterbukaan informasi saat ini. Kita tidak dapat mengekang, termasuk menuding  secara emosional berbagai tindakan, sikap dan prilaku yang dapat saja kita nilai sebagai membangun semangat permusuhan, kebencian, fitnah dan sebagainya. Dalam hal ini, surat protes yang dilayangkan pak Wali sesungguhnya dilayangkan terhadap berbagai  opini atau pendapat, kritik, rasa ketidapuasan dan mungkin fitnah dalam internet, situs, blog atau facebook.

Ternyata media maya yang kini juga merambah Saniangbaka telah dimanfaatkan sebagai sarana pengungkapan berbagai perasaan dan sikap, termasuk ditujukan kepada pak Wali Nagari. Hebatnya, para facebooker dalam beropini juga memanfaatkan sepenggal berita SARAN untuk mendapatkan legitimasi. Tindakan mempelintir berita SARAN memang sangat disayangkan meski juga tidak dapat terlalu disalahkan dalam konteks era kebebasan saat ini.  SARAN, sebagus apapun isinya, sebagai media massa tetap saja ibarat pisau, dia dapat digunakan untuk yang positif tetapi juga negative, tergantung dari orangnya.

Jadi, menurut  kita,  mari kita bangun terus semangat dan sikap kebersamaan tanpa prasangka. Hal ini terutama kepada para pemimpin yang memang harus memiliki sikap kearifan, kedewasaan, dan terutama mampu menghadapi suara masyarakat yang dapat saja kita nilai tidak mengandung kebenaran.

Bagi SARAN, tidak ada kata, kecuali menyatakan  maaf terhadap berbagai hal yang dinilai sebagai kekeliruan, termasuk surat tanggapan yang dilayangkan Wali Nagari, Bapak Chandra Bahar. Kita menyadari betul, kita dapat saja lalai, khilaf dan salah, terlebih bagi awak redaksi yang sebagian memang masih banyak harus belajar.

Akhirnya, mari kita baca saja sajian SARAN edisi ini yang mengedepankan semangat kebersamaan yang dimotori oleh para pemimpin kita, Wali Nagari, Ketua KAN dan Ketua BMN Saniangbaka.

Wassalam,

redaksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: