Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Strategi Meningkatkan Usaha Dagang Urang Awak

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Oleh  Dr. Yesi Elsandra*

Umumnya urang awak yang merantau adalah pedagang. Hampir seluruh pasar khususnya yang ada di Jakarta ada urang Saniangbaka yang berdagang di situ. Banyak yang berhasil dan sukses, namun tidak sedikit juga yang belum beruntung. Tulisan ringan dan sederhana ini saya sembahkan untuk para pedagang tersebut. Bagaimana meningkatkan penjualan dengan mengaplikasikan strategi-strategi yang ada di marketing

Berdagang hari ini tidak sama dengan dahulu. Hari ini pedagang pasar tradisional menghadapi saingan yang sangat ketat dari peritel besar. Peritel tersebut memiliki modal yang kuat, tempat yang nyaman dan sangat memperhatikan kualitas pelayanan. Berbeda sekali dengan pasar tradisional yang sering dikonotasikan becek dan desak-desakan. Sebagian besar urang awak berdagang di pasar tradisional, jika tidak hati-hati, tidak memiliki keunggulan bersaing, pelayanan yang diberikan kepada konsumen tidak baik, dikhawatirkan urang awak tidak akan berkembang.

Tak peduli betapa hebatnya ritel asing menyaingi usaha kita, tidak ambil pusing betapa hari ini usaha kita mengalami keterpurukan, putar langkah sekarang juga. Lakukan perubahan dalam manajemen usaha. Jika saat ini kita berdagang dengan cara yang sangat tradisonal, gunakan sekarang juga strategi marketing untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan langganan. Menurut Philip Kotler dan Amstrong (2006) marketing adalah suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Secara sederhana dapat saya katakan bahwa pemasaran adalah suatu proses menciptakan, menawarkan atau mempertukarkan suatu barang dari produsen (pedagang) kepada konsumen (pembeli).

Ada beberapa alat yang sudah sangat terkenal sekali dalam strategi marketing yaitu P4 yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (distribusi) dan promotion (promosi). Walau marketing tidah hanya P4, tapi saya ingin menguraikan strategi marketing ini agar kita dapat bersaing, meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggan.

  1. Product (Produk)

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan pedagang kepada pembeli. Produk dapat berupa barang fisik (seperti sepatu, baju, plastik dll) maupun jasa (restoran, salon, penginapan dll). Konsep produk secara total meliputi barang, kemasan, merek, label, pelayanan dan jaminan.

Untuk meningkatkan kepuasan dan mempertahankan pelanggan maka produk yang kita jual haruslah produk yang berkualitas. Jika barang kita cacat sebaiknya tidak kita jual. Atau kalau kita tetap mau menjualnya katakana kepada pembeli bahwa barang ini cacat dan tunjukkan bagian yang cacatnya. Misalnya kita berdagang baju, ada sedikit bagian baju yang kotor atau lepas jahitanya, maka katakana kepada pelanggan kita sejujurnya bahwa baju ini sedikit kotor dan jahitanya sedikit lepas di bagian ini (tunjukkan bagiannya). Jika tidak kita sampaikan dan pembeli mengtahuinya setelah transaksi maka pembeli akan kecewa dan pasti tidak akan mau lagi membeli di toko kita. Kejujuran adalah sesuatu yang sangat penting dalam berdagang. Jika pembeli tidak keberatan dengan informasi kita maka transaksi bisa dilakukan.. Begitu juga dengan produk yang sudah kadaluarsa, jangan menjual produk yang sudah habis masa berlakunya, hal ini akan membahayakan pelanggan kita.

Syarat transaksi yang baik adalah adanya kesepakatan, suka sama suka antara pembeli dan pedagang Sebaliknya bila pembeli keberatan maka itu tidak akan merugikan kita, justru akan memberi point kepada kita karena kejujuran kita.

  1. Price (Harga)

Agar penjualan kita terus meningkat maka kita harus menetapkan harga secara tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur dalam strategi marketing yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi penjual. Harga juga merupakan unsur yang fleksibel karena dapat diubah secara cepat. Harga juga merupakan unsur yang berpengaruh langsung terhadap keutungan penjual. Keuntungan merupakan total pendapatan setelah dikurangi segala biaya-biaya.

Tingkat harga yang kita tetapkan akan mempengaruhi penjualan. Dari segi pembeli harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai. Sering seseorang memutuskan pembelian karena melihat harga. Pembeli cenderung memilih harga yang lebih murah untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari dan homogen. Kadang-kadang karena selisih harga Rp. 50 saja seseorang dapat memutuskan membeli atau tidak. Misalnya  sabun merek X kita jual Rp. 1.500. Pesaing kita menjual Rp. 1.450. Kecenderungan pembeli akan memilih harga yang lebih murah untuk produk yang sama, kecuali mungkin jika penjual memiliki kualitas pelayanan yang paripurna. Tetapkan harga dengan cara yang tepat.

  1. Place (Distribusi)

Distribusi adalah kegiatan yang berusaha memperlancar dan mempermudah diperolehnya poduk oleh pembeli. Misalnya tempat usaha atau toko kita harus strategis. Jika ada pesanan maka segera antarkan pesanan tersebut sesuai waktu yang telah dijanjikan. Tempat merupakan faktor yang sangat mempengaruhi penjualan. Jika tempat/toko kita strategis maka pembeli akan mudah menemukan toko kita dan mempermudah transksi. Sebaliknya jika toko kita terpencil, jauh dari keramaian, tidak terlihat, maka kecenderunganya pembeli akan sulit berbelanja di toko kita.

Usahakan toko kita berada di tempat yang sangat strategis, mudah diakses dari manapun. Usahakan juga toko kita menarik perhatian pembeli. Tata dagangan semenarik mungkin. Kalau bisa pajang produk kita sehingga mudah terlihat oleh pembeli. Letakkan barang-barang dagangan sesuai spesifikasinya. Jangan dicampur-campur agar mudah mengambilnya. Jika punya gudang, usahakan tempatnya berdekatan dengan toko agar mudah mengambil barang di gudang.

  1. Promotion (Promosi)

Promosi merupakan bagian dari strategi marketing yang juga perlu diperhatikan oleh seorang pedagang. Promosi merupakan komunikasi yang dilakukan pedagang/penjual kepada konsumen/pembeli. Promosi sangat penting artinya bagi pedagang karena tujuan utama promosi adalah unuk menginformasikan, mempengaruhi, membujuk serta menginggatkan konsumen tentang toko/produk yang kita jual. Beberapa alat promosi yang dapat dilakukan adalah (1) Iklan (brosur, poster, selebaran, display, simbol/logo, iklan cetak di majalah/koran, dll). (2) Promosi penjualan (brosur, sample, pemberian kupon, misalnya belanja Rp. 100.000 dapat satu kupon yang dapat ditukarkan atau diundi, pameran, diskon, coba gratis, hadiah, dll). (3) Personal selling (presentasi penjualan, pertemuan penjualan dll) (4) Direct marketing (catalog,surat, telemarketing dll).

Pedangang dapat memilih salah satu atau kombinasi dari alat-alat promosi tersebut untuk memasarkan tokonya. Misalnya buat nama toko semenarik mungkin yang dapat terlihat dari berbagai arah. Dapat juga pedagang membuat iklan tentang produk dan layanan yang dapat di tempel di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh orang banyak. Pedagang juga bisa membuat kalender yang dibagikan setiap awal tahun kepada langganan. Sekali-kali tidak ada salahnya memberikan voucer. Misalnya jika pedagang berbelanja plastik sekian ratus ribu, pelanggan dapat voucer belanja gula pasir ¼ kg. Jika pedagang memiliki anggaran membuat brosur dan membagikanya kepada masyarakat sekitar pasar juga akan mendorong peningkatan penjualan. Pedagang juga bisa beriklan gratis di internet dengan membuat web sederhana. Banyak cara promosi lainya yang bisa dilakukan, sesuaikan dengan anggaran.

Era persaingan yang semakin ketat saat ini memerlukan strategi-strategi marketing yang cerdik agar kita tetap bisa bertahan. 4P di atas dapat kita praktekkan secara sederhana. Perhatikan produk kita (jual hanya produk yang berkualitas), tetapkan harga barang kita secara tepat (terjangkau oleh konsumen, sedapat mungkin harga jual kita lebih rendah dari pesaing), distribusi (pilih lokasi yang strategis, usahakan toko kita mudah diakses, jika ada pesanan segera antarkan pesanan tepat waktu), promosi (lakukan promosi untuk menginformasikan toko kita kepada masyarakat, pilih alat promosi yang menurut kita sesuai dengna produk kita).

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk urang awak dalam berdagang. Jangan pernah menyerah dalam persaingan seberat apapun. Tetap berusaha, berdoa dan setelah itu serahkanlah semuanya kepada Allah SWT…

* Adalah Ibu Rumah Tangga, Dosen STIE Dharma Andalas, Dosen Pascasarjana Universitas Andalas, Dosen Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Trainer dan Motivator, Koselor Laktasi, Book Advisor, Penulis.

“Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan”

Yesi Elsandra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: