Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Tanggapan Wali Nagari Saniangbaka Seputar Pemberitaan Saran Edisi 04

Posted by majalahsaran pada Februari 28, 2010

Membaca tulisan pada Majalah SARAN Edisi 04, Desember 2009 dengan judul: Wali Nagari Dasrizal Chandra Bahar “Kami Melakukan Penggeseran”, Saya sebagai Wali Nagari memberikan tanggapan dan penjelasan sebagai berikut:

Tanggapan Secara Umum

Saya sudah lama mendengar isu dan fitnah yang cenderung mendiskriditkan, menghakimi dan menzalimi dg tujuan membunuh karakter Wali Nagari.  Selama ini Wali Nagari diam saja (No Comment) karena Wali mendengar dari mulut ke mulut yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak sportif, tidak bertanggung jawab dan tidak gentelman (jantan). Sudah lebih 2 tahun saya menjalankan roda pemerintahan Nagari, tidak pernah satu pun warga datang menyampaikan secara sportif dan terang-terangan tentang kelemahan dan kesalahan saya sebagai Wali Nagari.

Nah, sekarang karena telah di Ekspus disebarluaskan secara terbuka di media SARAN dan FACEBOOK, website: Saniangbaka.org,  Tangaya Community, IWS-FB, Wali Nagari sangat tersinggung dan kecewa, karena bahasa dan Redaksionalnya, sarat dg muatan isu dan fitnah, dan propokasi, yang cenderung mendiskriditkan  dg tujuan membunuh Karakter wali Nagari.

Saya berpikir, bahwa SARAN punya Pemred Usman Yatim yang Profesional dalam bidangnya, ternyata tidak melakukan cek and recek,  tidak punya sensitivity, tidak punya kepekaan sosial, atau memang tidak sempat memeriksa isi SARAN, wallahua alam. Dari cara menulis berita ini sangat tercemin, jiwa suuzon dan sentiment berlebihan dari si penulis, baik di media SARAN maupun yang di dunia maya lainnya seperti; Facebook, Saniangbaka.org, Tangaya Community, IWS-FB.  Apapun alasannya, mereka harus mempertanggung jawabkan semuanya ini. Sadar atau tidak sadar, cara mereka ini sangat berbahaya kalau di baca oleh orang lain yang bukan warga Saniang Baka, bak pepatah orang tua kita, Samo manapuk aia di dulang dan maadok an Badia kajanjang.

Yang pasti, Pemerintah (Wali) Nagari dipilih dan di angkat oleh masyarakat, bukan untuk dihujat, didiskriditkan, dan dihakimi seenak perut saja, kalau seandainya ada kesalahan dan kelemahannya, bagaimana pun, Wali juga manusia biasa, yang takkan luput dari kilaf dan salah, namun cara menegur dan menyampaikannya harus dengan yang bermoral dan tatakrama baik, ada prosedurnya, ada aturan hukumnya, tidak langsung menghujat dan memfonis di media terbuka.

Masih banyak cara yang lebih terhormat untuk menyelesaikan semua permasalahan. Kalau anda masih memakai cara menfitnah, menghujat dg menghakimi se enak perut kita, berarti sistem dan cara yang anda pakai itu mundur 30 tahun kebelakang kembali, dimana cara ini sangat meracuni kemajuan dan pembangunan Nagari. Padahal zaman sekarang menuntut kita harus sportif, bertanggung jawab dan gentelman, semua itu ada hukum dan aturan mainnya. Kalau memang ada indikasi adanya kesalahan dan penyelewengan oleh pemerintah (Wali) Nagari,usutlah menurut aturan dan hukum yang berlaku, kalau perlu bentuk TPF (Team Pencari Fakta), kalau benar anda bisa memproses dan melaporkan nya ke Bawasda Kabupaten Solok. Karena Negara kita Negara Hukum dan roda pemerintahan itu berjalan dg sistem dan undang-undang yang sangat jelas, ketat, tegas dan pasti.

Semua orang tentu cinta kepada Nagari Saniangbaka, tapi beginikah caranya anda menyatakan Cinta ka Nagari?, Peduli ka Nagari?’ Berbakti ka Nagari?, Dan membangun Nagari?  Tolonglah rasa cinta, peduli, dan bakti kepada Nagari Saniangbaka itu ditunjukkan dalam bentuk yang nyata di Nagari, bukan dengan cara menggunjing, ghibah, fitnah, dan juga bukan dengan retorika politik yang kosong.

Tanggapan secara khusus:

1.      Masalah anggaran Gapura, Saran Menulis:

Mensiasati sering tersendat cairnya dana dari atas (Pemkab), Wali Nagari Dasrizal Chandra Bahar melakukan kebijakan ‘penggeseran‘, yaitu pengalihan penggunaan keuangan. Di antara yang sempat kena pengalihan itu adalah Anggaran Pembangunan Gapura perbatasan dengan Sumani. Dalam percakapan telepon dengan Yudi dari Majalah SARAN, disebutkan bahwa pembangunan gapura itu sudah dianggarkan sebanyak Rp 25 juta dalam dua tahun anggaran (2008-2009).”Yang sudah terpakai untuk gapura itu sebanyak Rp 10 juta,” jelas Dasrizal. Jadi, sisanya yang Rp 15 juta itulah yang sudah terpakai untuk keperluan lain. “Kami melakukan pergeseran, dan itu untuk menyelamatkan nyawa kami pula,” ujarnya.

Kami menjelaskan:

Tidak benar anggaran tahun 2008-2009 telah tersedia dalam bentuk kontan. Harus dibedakan antara Rencana Anggaran dan Realisasi Anggaran. Yang benar adalah, Rencana Anggaran tahun 2008-2009 sebesar Rp. 25 juta, Realisasi Anggaran tahun 2008 cairnya bulan Desember 2008 sebesar Rp. 15 juta, dan telah dipakai utk membangun Gapura sebesar Rp. 10 juta, sisanya  Rp. 5 juta dialihkan untuk dana operasianal kantor Wali Nagari. Semua ini pasti diketahui BMN (DPRD-Nya Nagari) penggeseran dan penundaan semuanya itu terjadi, karena situasi dan kondisi terpaksa! Begitu kompleknya permasalahan yang ada. Disini peran pemimpin harus bisa memenej sedemikian rupa dg menejerial secara global, dan tidak menyalahi aturan dan prinsip yang sudah diatur oleh pemerintah.

Sisanya Anggaran Rp. 10 juta lagi masuk ke RAPB-Nagari tahun 2009, sampai saran Edisi 04 Desember 2009 terbit, dana tersebut belum turun (cair).

2.      Selanjutnya SARAN menulis:

Tidak dijelaskan kenapa ketersendatan gaji yang hanya sampai enam bulan tetapi proyek nya terbengkalai sampai dua tahun. Apalagi kabarnya pembangunan gapura itu baru berbentuk tiang fondasi.

Kami menjelaskan:

Kalimat SARAN diatas bersifat menuduh Wali Nagari telah memakai uang Anggaran selama dua tahun.  Ini adalah sebuah tuduhan yang full ngawur.  Sebetulnya dari penjelasan butir 1 diatas dapat diperiksa bahwa Realisasi Anggaran sebesar Rp. 15 juta tersebut baru cair satu tahun, bagaimana bisa proyek terbengkalai selama dua tahun.

3.      Masalah tanggung jawab Wali Nagari, SARAN menulis:

Sepertinya bagi Dasrizal hal tersebut tidak masalah, yang penting semuanya bisa dipertanggungjawabkan. “Toh semua ada kwitansinya di Bendahara,” jelasnya lagi. Diapun mempersilahkan pihak yang berkepentingan untuk memeriksa semuanya. Hanya saja dia mengaku pertanggung jawabannya bukanlah kepada masyarakat, tetapi kepada Bawasda.

Kami menjelaskan:

Kalimat diatas memberikan kesan dan tuduhan bahwa Wali Nagari adalah seorang yang arogan tidak mau tahu dengan tanggapan masyarakat.  Sebenarnya kami tidak pernah mengatakan bahwa Wali Nagari tidak bertanggung jawab kpd masyarakat. Yang benar, pertanggung jawaban Wali Nagari kpd masyarakat melalui perwakilan masyarakat di BMN. Begitulah bentuknya pertanggung jawaban Wali kepada masyarakat, dan tidak berbentuk langsung kepada masyarakat.

Masalah pertanggung jawaban keuangan kantor Wali Nagari, sesuai aturan pemerintah dan Standard Operation Procedures (SOP), yang berhak memeriksa adalah Bawasda Kabupaten Solok.  Jadi, kalau warga merasa curiga bahwa Wali Nagari melakukan penyimpangan Anggaran, maka warga melaporkan kepada Bawasda, kemudian Bawasda akan melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan keuangan kantor Wali Nagari.  Semua itu ada aturannya, tidak bisa semua warga datang kekantor Wali Nagari untuk memeriksa keuangan Pemerintah Nagari.

Demikian tanggapan dan penjelasan saya sebagai Wali Nagari Saniangbaka, supaya dapat dimuat pada majalah SARAN dan media lain yang mengutipnya.  Saya berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi kita bersama sebagai warga Saniangbaka yang mendambakan masa depan Nagari Saniangbaka yang lebih baik, dan perlu diselesaikan dengan cara yang elegan dan adil, menurut hukum yang belaku.

3 Januari, 2010

Wali Nagari Saniangbaka,

Dasrizal C. Bahar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: