Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Koordinasi Panitia Untuk Persiapan Pulang Basamo 2010 Perlu Diintensifkan

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Persiapan keberangkatan Pulang Basamo 2010 di beberapa daerah dirasakan masih belum berjalan dengan mulus sehingga perlu lebih diintensifkan. Berdasarkan pengamatan Saran di beberapa daerah, dua bulan menjelang 1 Juli 2010, masalah yang paling mengemuka adalah kurangnya koordinasi antara DPP IWS dengan DPC-DPC, dan kampuang sebagai tuan rumah, sehingga masing-=masing terkesan jalan sendiri-sendiri.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua BMN, Atrizon, S.PD sampai awal april 2010 pemerintah nagari belum menerima surat permintaan pembentukan panitia penyambutan dari DPP IWS. Padahal pada pubas 2006 yang lalu setahun sebelum acara panitia sudah terbentuk.

Hal yang sama juga terjadi di beberapa DPC yang ada di Pulau Jawa. Di Jogja, misalnya, mereka merasa belum dilibatkan dalam persiapan pubas kali ini, karena sampai berita ini diturunkan belum ada undangan dari DPP terkait dengan pembicaraan mengenai persiapan acara dan agenda yang akan dilaksanakan di kampung nantinya. Begitu juga dengan IWS Bandung Raya yang mengeluhkan hal yang sama. Kita berharap persoalan ini bisa diselesaikan sebelum hari keberangkatan, sehingga pelaksanaan pubas kali bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Karena bagaimanapun juga dengan waktu yang hanya sekitar 10 hari dan agenda yang padat, tentu memerlukan koordinasi yang solid diantara sesama peserta agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Harapan Peserta Agar Mendapat Bantuan Biaya

Besar harapan dari para anggota untuk dapat bantuan dalam meringankan biaya keberangkatan, terutama bagi mereka yang perekonomiannya menengah ke bawah. Mereka inilah sebenarnya yang memiliki hasrat cukup besar untuk dapat pulang guna melepaskan kerinduan pada kampung halaman, yang selama ini begitu memuncak. Sebagaimna harapan dari salah seorang anggota IWS Bandung Raya, “kalaupun tidak digratiskan sekurang-kurangnya kami bisa membayar separo ongkos bis untuk pulang.”

Pada hari-hari biasa dikarenakan oleh keadaan sangat sulit bagi mereka untuk pulang kampung. Akibatnya banyak yang sudah bertahun-tahun merantau belum pernah sekalipun pulang. Sedangkan bagi mereka yang sudah mapan dengan segala kemudahan transportasi saat ini tidak sulit untuk pulang kampung. “Bak kecek rang awak, kini sakali maangok se lah tibo wak di kampuang”.

Menyikapi permasalahan tersebut beberapa DPC telah mencoba untuk mencari bantuan dengan cara mereka sendiri. Di Jogja DPC mengambil keputusan untuk meminta bantuan kepada anggota untuk mencari bantuan ke rekan-rekan bisnis. Seperti distributor jamu bagi pedagang jamu, atau pedagang ikan, ayam, atau beras bagi pengusaha “lapau nasi”. Tidak terkecuali sumbangan dari masing-masing anggota.

Di DPC Bandung Raya, menurut informasi yang didapat mereka akan mencoba melobi salah satu distributor jamu untuk menjadi sponsor utama Pubas nantinya. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan belum jelas bagaimana realisasinya.

Sedangkan di Tegal mereka telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari dengan menyisihkan uang kas arisan bulanan untuk meringankan biaya pubas. Dan menurut informasi yang didapat dari kas yang terkumpul sudah bisa membantu separo biaya transportasi Tegal-Saniangbaka-Tegal.

Alangkah labih baik seandainya DPP turun tangan mencari sponsor untuk seluruh peserta. Karena perusahaan-perusahaan besar tentu akan lebih tertarik untuk jadi sponsor kalau pesertanya banyak. Seperti operator seluler yang sedang gencar melakukan promosi, atau perusahaan jamu yang sering mengadakan acara mudik bareng. Jarak tempuh Jakarta-Solok yang mencapai 1500 Km merupakan daya tarik yang cukup ampuh bagi promosi produk mereka. Kalau diakumulasikan jumlah seluruh kendaraan dari Pulau Jawa bisa mencapai seratus kendaraan. Akan tetapi kalau diserahkan ke masing-masing DPC tentu akan sulit, karena paling banyak untuk ukuran DPC paling banyak hanya sekitar 15 kendaraan. Perusahaan tentu kurang tertarik untuk mensponsori karena nilai jualnya rendah.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang muncul kita berharap pubas kali ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, agenda yang sudah direncanakan dapat terealisasi dengan baik. Seluruh peserta bisa selamat pulang kampung dan kembali lagi ke rantau hendaknya (Andi Saputra).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: