Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Para Tokoh Bicara: Saatnya Pendidikan Jadi Prioritas

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Setelah selama ini fokus perjuangannya lebih terarah ke penguatan ekonomi, maka sekarang sudah saatnya komunitas masyarakat Saniangbaka menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Pendidikan itu dapat membawa kepada kehidupan yang lebih bermutu. Demikian kesimpulan pembicaraan secara terpisah dengan beberapa tokoh yang dihubungi SARAN. Mereka itu adalah H. Mustafa Kadir, Ketua Dewan Penasehat DPP IWS, dan H. Yunasril Anga, Ketua Umum DPP Iws, H. Sudasril Darwis dan termasuk juga Wali Nagari Dasrizal Candra Bahar.

Ada dua masalah yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Pertama persoalan Lembaga Pendidikan yang ada, yaitu kurangnya fasilitas dan kesulitan biaya operasional rutin. Kedua tentang masalah banyaknya generasi putus sekolah dan tidak lanjut sampai perguruan tinggi, yang penyebabnya sering karena faktor biaya.

H. Mustafa Kadir, Ketua Dewan Penasehat DPP IWS yang saat ini menjabat sebagai Purek III Universitas Ibnu Khaldun itu mengatakan bahwa pendidikan itu sangat perlu. Menurutnya, melalui pendidikan dapat dilakukan upaya perubahan secara lebih terarah. Oleh karena itu lembaga pendidikan harus kita benahi. “Perlu ditingkatkan perhatian kita terhadap institusi pendidikan yang ada dalam Nagari,” ucapnya.

Pak Mus, demikian Penasehat DPP ini biasa dipanggil oleh koleganya, menyoroti tentang kesulitan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan yang ada di kampung. Ia menyebut sekolah Aliyah (MAM) sebagai contohnya. Menurut beliau  sekolah itu perlu mendapat perhatian  dari  kita semua. Bahkan lebih dari itu ia meminta agar IWS aktif memberikan dukungan,  “Kalau perlu IWS ikut turun tangan mempromosikan  sekolah tersebut. MAM adalah asset pendidikan yang berharga bagi Nagari,” ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Wali Nagari Dasrizal Candra Bahar. Beliau mengaku setuju kalau pada Pulang Basamo nanti ada pos anggaran untuk bantuan kepada lembaga pendidikan, seperti Tsanawiyah, MAM  dan yang lainnya. “Yang perlu sekali adalah MAM, itu lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Pak Wali juga mengaku lebih cenderung agar pada Pulang Basamo nanti disediakan juga dana beasiswa untuk anak berprestasi tapi kurang mampu agar mereka bisa melanjutkan studinya sampai tingkat atas. “Kalau saya pribadi kalau ditanya, maka saya lebih cenderung disediakan dana beasiswa bagi anak kurang mampu,” katanya.

Sedangkan H.Yunasril Anga juga sependapat bahwa Pendidikan itu memang merupakan hal penting. Beliau mengatakan, kalau berkeinginan untuk mendukung maka kita harus serius. Orang nomor satu di IWS inipun mengusulkan agar dibentuk sebuah badan yang khusus mengurusi masalah kepedulian akan pendidikan ini. Namanya bisa Badan Peduli Pendidikan atau yang lain. Anggotanya tentu para tokoh dan para praktisi pendidikan yang ada dikampung, serta juga melibatkan pihak yang dirantau. “Bentuklah badan yang bisa memberikan rekomendasi tentang anak yang kurang mampu,” katanya.

Pendapat yang  sama juga disampaikan oleh H, Sudasril Darwis. Beliau menekankan agar untuk masa mendatang jangan ada lagi generasi kita yang putus sekolah d itengah jalan. “Amat disayangkan kalau ada yang studinya berhenti di tengah jalan,” ujarnya. Sedangkan pada pulang basamo nanti, Pimpinan Prima Group ini mengusulkan agar diadakan acara seminar sehari yang membahas tentang perekonomian dan pendidikan di Nagari kita Saniangbaka.

Semoga untuk ke depan dua persoalan pendidikan tersebut dapat teratasi. Lembaga Pendidikan yang ada perlu diperhatikan. Kalau bisa tidak hanya sekedar bagaimana operasionalnya lancar, kalau perlu bagaimana fasilitas dan mutunya lebih ditingkatkan lagi. Begitu juga tentang generasi ke depan, makin banyak sarjana tentu akan membawa dampak lebih baik untuk Nagari kita Saniangbaka.

Usulan Ketua Umum DPP IWS, H. Yunasril Anga agar dibentuk sebuah badan yang mengurusi masalah pendidikan di Nagari itu sangat bagus. Semoga pihak yang ada di kampung, seperti Wali Nagari dan Lembaga lainnya dapat menindak lanjuti usulan tersebut. Semoga semangat untuk memperhatikan masalah pendidikan itu terus berlanjut. Jangan sampai menjadi memudar karena kurangnya respon dan lemahnya tindak lanjut. Angan-angan membuat Saniangbaka  menjadi Nagari Pendidikan tidaklah mustahil bila kita sama-sama mendukung dan konsisten. (yd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: