Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Pendapat Urang Nagari: Program Mobil Ambulan Masih Perlu Dipertimbangkan

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Berat memang   perjuangan dan tantangan. yang dihadapi panitia Pubas 2010, terkadang apa yang telah direncanakan tidak mudah dipahami dengan baik oleh orang lain. Jalan pikiran dan cara berpikir serta menyikapi sesuatu obyek persoalan   berbeda-berbeda ndak ada yang sama.

Maksud dan niat baik kita belum tentu diterima baik pula oleh orang lain. Banyak hal yang menjadi sebab semua itu diantaranya sudut pandang,latar belakang pengalaman, pendidikan, pekerjaan, pergaulan seseorang dsb. Tetapi manakala anggota kelompok sosial  lebih menonjolkan pendirian-masing-masing maka semangat, kekuatan menjadi sirna. Tidak mudah menyatukan hati dan semangat orang Saniangbaka.  Setidaknya itulah simpulan pokok persoalan pro kontranya rencana Mobil Ambulan sebagai kenangan untuk urang kampuang  pada Pubas 2010 nanti.

Ketika Saran mencoba mengorek komentar masyarakat masyarakat Saniangbaka  di kampuang terhadap kegiatan Pulang Basamo  2010.   Ternyata memang beragam, pro dan kontra. Sebetulnya hal yang wajar ada ditengah masyarakat yang berkembang. dan itu akan menjadi topik pembicaraan siapa dan dimana saja. Baik di palanta, tempat kerja dsb    sebagai contoh terhadap wacana  pengadaan  Mobil Ambulan pada  Pulang Basamo 2010.

Sebetulnya sebuah ide yang strategis jangka panjang menggiring masyarakat untuk berpikir jauh kedepan. Ada target yang diharapkan dibalik pengadaan ambulan tersebut., pertama sebagai layanan kemudahan alat trasportasi disaat situasi darurat, kedua mewujudkan lokasi Pandam pakuburan  baru di tanah ulayat nagari yang belum diolah, karena Pandam pakubaran  yang ada dalam nagari sudah sempit. Ketiga, mengajak orang kampuang  untuk bisa mengelola aset bersama.

Dasrizal Candra Bahar,Wali Nagari Saniangbaka menanggapi bahwa adanya rencana pengadaan  Mobil Ambulan pada Pubas 2010 patut dihargai, cuma saja perlu dipertimbangkan dan diantisipasi betul bagaimana  masalah teknis operasionalnya.yang tepat sehingga tidak menimbulkan masalah.

Salah seorang ninik mamak  suku piliang inisial “A” sangat respek dengan rencana pengadaan mobil ambulan pada pulang basamo nanti, karena ini membuka pintu rencana berikutnya penyediaan lahan Pandam pakuburan umum nagari Saniangbaka tempatnya terserah bisa di Vila atau di bukit  tampat. Tergantung kesepakatan Lembaga pemerintahan Nagari Saniangbaka bersama  masayarakat Saniangbaka.

Seorang ibu rumah tangga berinisial “AS’ mempunyai pendapat  berbeda, menganggap program tersebut belum saatnya masih belum penting dan  berarti menyuruh orang Saniangbaka cepat mati.

Bapak dengan inisial “B” adalah ninik mamak suku Sikumbang menyatakan sangat setuju dengan pengadaan Mobil Ambulan pada Pubas 2010 nanti, terkait dengan lokasi pandam pakuburan baru yang jauh dari pemukimam  penduduk secara pribadi beliau siap dan berwasiat kalau mati tolong ditanamkan di Lokasi Pakuburan baru tersebut. Sebab kalau kita sudah  mati dimana saja bakubua, jauh dekat itu tak jadi persoalan.  (Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: