Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Pulang Basamo IWS Sudah Semakin Dekat

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Hanya tinggal hitungan hari perhelatan besar empat tahunan warga Tangaya segera dilangsungkan. Semakin dekat dengan hari keberangkatan, semakin meningkat pula aktifitas untuk menghadapinya. Kesibukan  tersebut terjadi di semua kalangan, baik pada warga yang akan ikut pulang, jajaran panitia rantau yang mengurus kepulangan serta  panitia di kampung yang akan menyambut kedatangan warganya.

Perkiraan bahwa pulang basamo kali ini akan lebih ramai dibanding sebelumnya kemungkinan tidak meleset. Pada umumnya warga Tangaya yang ada di perantauan sangat bersemangat. Hampir semua warga yang kami jumpai mengatakan ingin sekali ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tidak sedikit yang menyebut kepastiannnya untuk mendaftar. Panitiapun mulai terdesak oleh warga yang menanyakan, kapan, di mana dan kepada siapa menghadap kalau mereka hendak mendaftar.

Semangat menghadapi Pulang Basamo juga ditunjukkan bermacam persiapan oleh warga. Karena semangat, katanya sebagian warga ada yang tetap berkeinginan pulang dengan mengendarai sepeda motor. Padahal sebagian sudah mengingatkan bahwa perjalanan ke Padang tidak sama dengan ke Jawa. Selain jarak yang dua kali lebih jauh sehingga jelas akan sangat melelahkan, serta sepanjang perjalananpun sangat jarang ada bengkel, yang apabila ada kerusakan tentu akan repot. Alasan untuk penghematan biaya juga kurang tepat, karena bagi yang naik bis akan ada subsidi/pengurangan ongkos. Tapi entahlah, mungkin saja alasannya adalah semangat muda yang ingin tantangan dan mencoba pengalaman baru.

Ada lagi informasi tentang semangat warga di Jawa. Katanya bagi yang baru punya motor, akan menggantinya dengan mobil. Dan yang punya mobil tapi seken akan berusaha menggantinya dengan yang lebih baik, bahkan dengan yang baru sekalian. Sepertinya ada keinginan untuk menunjukkan eksistensi diri. Tentu itu merupakan hal yang baik dan wajar asalkan sesuai kemampuan dan bukan atas unsur pemaksaan diri. Biar naik bis pun tetap namanya peserta pulang basamo.

Mereka yang paling sibuk dalam hal ini tentu saja jajaran panitia. Banyak hal yang mereka urus dan persiapkan. Mulai dari pembuatan proposal, upaya sosialisasi, koordinasi antar cabang, penerimaan pendaftaran, pengumpulan dana, dan mencari perusahaan bis yang cocok. Puncaknya adalah nanti pada saat hari pemberangkatan tiba.

Sedangkan bagi warga yang sudah memastikan rencananya untuk pulang, maka kerepotan yang jelas terjadi adalah bagaimana mereka melakukan pengaturan terhadap usaha yang akan ditinggalkan nanti. Seperti memastikan siapa yang akan menggantikan posisi pelaksana kegiatan usaha sehari-hari, agar pada saat pulang nanti tidak meninggalkan usaha dalam keadaan berantakan. Termasuk juga pengaturan jadwal pembayaran barang dagangan agar sesuai dengan kondisi, karena pemakaian dana untuk pulang tentu cukup besar. (yd)

Sajian Utama

23 Perusahaan Distributor Plastik Dapat Ambil Bagian

Dalam rangka menutupi anggaran biaya yang cukup besar, Panitia Pulang Basamo IWS 2010 melakukan upaya pendekatan kepada relasi bisnis warga yang ada. Sekitar 23 perusahaan distributor plastik di lingkungan Jakarta didekati agar mereka ikut ambil bagian dalam mensukseskan kegiatan ini. Cara seperti itu juga sudah dilakukan pada kegiatan Pubas yang lalu. Panitia berharap agar kali ini mereka lebih meningkatkan partisipasinya.

Berkas yang berisi surat permohonan, proposal kegiatan dan blangko komitmen sudah dilayangkan ke semua perusahaan tersebut. Panitia membagi beban penyerahan berkas tersebut kepada pihak yang punya kedekatan lebih terhadap calon sponsor. Yang paling banyak menerima berkas untuk diserahkan adalah Gusmadi, bos Toko Rizal Plastik Ps. Rumput. Pembagian itu dilakukan pada saat rapat panitia di Sekretariat Pubas, Toko SB, Perumnas Klender.

Panitia berkeyakinan bahwa para distributor tersebut tidak akan keberatan untuk berpartisipasi. Sebab mereka tentu tidak akan mau mengecewakan costumernya yang begitu besar. Mayoritas pedagang plastik di wilayah Jabodetabek dan Bandung adalah Anak Tangaya. Diperkirakan jumlahnya bisa mencapai seribuan orang. Sedangkan pedagang jamu gendong saja mendapat sponsor bis gratis pulang ke Jawa dari perusahaan jamu. Padahal transaksi perorangnya nggak besar. Apalagi warga kita yang transaksi per tokonya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Atas keyakinan akan dapat menghimpun dana besar dari para calon sponsor, panitiapun sudah berani menetapkan ongkos bis untuk peserta Pulang Basamo, khusus untuk warga Jakarta, Bekasi dan sekitarnya yaitu sebesar Rp 100 ribu saja, sedangkan kekurangannya akan disubsidi oleh panitia. Diperkirakan kebutuhan untuk Jakarta dan Bekasi bisa mencapai 6 buah bis, bahkan bisa lebih.

Saat berita ini diturunkan, belum didapat informasi sudah seberapa besar respon dari para calon sponsor tersebut. Tapi melihat pengalaman sebelumya, dengan pendekatan yang tidak sebaik sekarang saja Panitia dapat meraih hasil. Apalagi kali ini dengan kelengkapan proposal, plus dengan kemasannya yang lux, tentu hasilnya akan lebih baik juga. (yd)

Sajian Utama

Jogjakarta Siap Sukseskan Pulang Basamo

Syaiful Adnan

“Secara umum warga kami di Jogjakarta siap mensukseskan Pulang Basamo,” demikian pernyataan tiga orang tokoh IWS Jogjakarta di sela-sela rapat pleno DPP IWS di GSG Cibitung, 24 April lalu. Ketiganya adalah, Syaiful Adnan, H. Arlof dan H. Musandri..

Mereka menceritakan berbagai bentuk persiapan warganya. Ada yang  menyatakan siap berangkat dengan naik bis, kelompok ini cukup besar. Ada juga yang lebih mapan mereka diam-diam sudah membeli mobil baru yang memang disengajakan untuk menghadapi pulang basamo nanti. Yang lebih sibuk tentunya adalah jajaran pengurus. Semakin sering dilakukan pertemuan untuk membahas kesiapan dalam menghadapi acara nanti.

Disebutkan juga bahwa  kondisi ekonomi mayoritas warga di lingkungan Jogja itu sulit, kebanyakan pedagang kecil. Tapi semangat mereka untuk ikut pulang itu cukup tinggi. Jadi diperlukan bantuan/subsidi dari pihak lain agar mereka juga dapat ikut pulang sehingga kecintaan dan raso taragak mereka akan kampung halaman itu dapat terobati.

Untuk itu, sebelumnya mereka berharap masih ada program mobil gratis dari panitia pusat. Ternyata untuk sekarang program itu sudah tidak ada. Justru sekarang sebaliknya, Panitia Daerah diharapkan memberikan setoran ke Panitia Pusat agar terkumpul dana besar, supaya bisa membuat program besar pula untuk Nagari. Jadi, untuk pendaftaran dan pengelolaan warga, baik yang ingin naik bis atau dengan mobil pribadi, diserahkan ke masing-masing DPC IWS.

Mengetahui kebijakan tersebut, para Pengurus IWS Jogja ini pun mengaku akan mencari solusi lain. “Kami ada rencana akan mendekati dan memasukkan Proposal kepada tiga perusahaan jamu, karena warga kita di lingkungan Jogja  banyak yang berdagang jamu,” kata H. Arlof dan Syaiful Adnan.

Langkah lain yang akan dilakukan juga adalah mendekati warga yang dianggap punya kemampuan lebih. Ada beberapa yang ekonominya sudah mapan, pasti mereka tidak akan tinggal diam. Pengurus IWS inipun menghimbau lewat majalah Saran ini agar warga bermurah hati menyumbang bila nanti ada pengurus mendatangi. Lebih baik lagi katanya kalau warga berinisiatif mengantarkan bantuannya.

“Kami juga ada rencana akan mensubsidi/membekali bila ada warga kami yang ingin menetap hidup di kampung, tentunya bila dana yang terkumpul mencukupi. Ini sejalan dengan himbauan Dtk Palindih, seorang tokoh KAN, pada Saran edisi lalu,” jelas H. Arlof lagi yang diaminkan oleh Syaiful Adnan.

Pada Saran edisi lalu memang dimuat himbauan E. Dt Palindih, yang intinya menghimbau pada sanak panakan yang di rantau, kalau tidak sanggup lagi rasanya untuk bertahan, maka rancaklah lah pulang. Jadi apa yang direncanakan oleh Pengurus IWS Jogja itu sangat bagus, perlu diprogramkan pula oleh DPC IWS yang lain. Kita semua tentu patut mendukungnya. (yd)

Sajian Utama

Pendapat Sejumlah Tokoh,

Dari Soal Pendidikan Hingga Dukungan Sarana

H. Mustafa Kadir (Ketua Penasehat DPP IWS);

Inti dari melakukan Pulang Basamo adalah silaturahmi. Tanamkanlah semangat persaudaraan antar sesama kita. Hindari prasangka agar tidak mudah timbul kesalah pahaman. Saya mengusulkan agar nanti di kampung diadakan pertemuan para sarjana. Saatnya para cadiak pandai kita itu bicara. Mereka tentu lebih tahu bagaimana dan seperti apa yang terbaik untuk Nagari. Teknisnya bisa dengan mengadakan acara seperti seminar, intinya bagaimana meningkatkan peran sarjana untuk kemajuan Saniangbaka.

Kemudian sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab, maka perlu juga disediakan dana bantuan pendidikan pada sekolah-sekolah yang ada. Terutama sekolah swasta, kita tahu pengelolanya selalu kesulitan. Contohnya seperti Aliyah (MAM), saya dengar sekolah itu sangat butuh bantuan, di samping sarananya yang masih banyak kekurangan, biaya operasionalnya saja selalu tekor. Tsanawiyah dan sekolah yang lainpun tentu perlu juga dibantu. Saya juga setuju kalau ada program beasiswa bagi anak kurang mampu tapi berprestasi. Pokoknya persoalan pendidikan ini harus menjadi perhatian kita bersama.

H. Chairul Umaiya (Ketua Umum Panitia Pubas);

Saya menghimbau pada semua warga di perantauan, mari kita semua meramaikan kegiatan Pulang Basamo ini. Usahakan semua kita dapat ambil bagian dalam kegiatan ini. Mari kita bangun kebersamaan karena banyak hal yang dapat kita lakukan bila kita bersama. Program yang sudah tertulis itu bukanlah program kaku, masih bisa dibicarakan bersama, apa yang belum patut dan program apa yang dianggap perlu kita tetapkan. Yang jelas kita kumpulkan dulu dana sebanyak-banyaknya. Dengan banyaknya dana akan banyak pula yang bisa kita perbuat. 

H. Yunasril Anga (Ketua Umum DPP IWS);

Saya menghimbau kepada semua warga rantau, ayo kita sukseskan Pulang Basamo ini dengan beramai-ramai ikut pulang. Pulang Basamo itu disamping perlu, sebetulnya juga kewajiban kita sebagai anak Nagari. Pulang basamo adalah momentum untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Nagari kita. Dengan gelombang kepulangan warga yang  besar, maka devisa yang akan masuk ke dalam Nagari juga akan besar. Oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat dan pemuka yang ada di kampung untuk mengantisipasi hal ini. Jangan sampai devisa yang masuk itu lebih banyak tumpahnya ke Nagari lain dari pada yang dapat diserap oleh Nagari kita.

H. Azwar Akib (Pemuka IWS Jakarta);

Diharapkan agar Pulang Basamo kali ini hendaknya lebih meriah dibanding yang lalu-lalu. Semua kita perlu mendukung dengan sepenuh hati. Segala potensi kita harus kita nawaitukan untuk kesuksesan acara menuju kemajuan Nagari kta.

H. Jasmi Akib (Pembina IWS Jakarta);

Saya melihat perencanaan dan kerja Panitia sudah maksimal. Saya mengusulkan agar ada program penataan kembali Tangaya kita, jangan sampai terjadi lagi kerusakan dan korban harta benda oleh air bah yang datang. Perlu juga di tetapkan program bantuan langsung tunai pada warga yang sangat butuh, dengan terlebih dulu dilakukan pendataan yang cermat. Saya juga setuju kalau ada program beasiswa bagi siswa/mahasiswa berprestasi. Karena pendidikan itu penting untuk masa depan Nagari kita.

H. Syamsul Bahri Ibrahim (Pembina IWS Jakarta);

Hendaknya kepulangan kita nanti dapat menjauhi hal-hal yang sifatnya hura-hura. Marilah kita isi kegiatan ini dengan nilai-nilai keagamaan, karena itulah jati diri kita urang Saniangbaka yang sesungguhnya. Kepada peserta pulang basamo, saya menghimbau, janganlah kita lupa diri, ingatlah selalu pada Tuhan agar kita terhindar dari mara bahaya.

H. Alirman (Tokoh IWS);

Saya sangat setuju kalau ada program untuk pendidikan dalam kegiatan Pulang Basamo ini. Perlu ada bantuan kepada remaja yang lagi kesulitan dalam melanjutkan studinya. Contohnya ada seorang mahasiswa di Padang yang mana teman sekelilingya sudah punya Laptop, sedangkan dia belum punya. Padahal sekarang ini fungsi Laptop sangat dibutuhkan bagi mahasiswa sekarang.

Syaiful Adnan (Ketua DPC IWS Jogja);

Pada hakekatnya kegiatan Pulang Basamo ini bisa memberikan manfaat untuk kemaslahatan di kampung. Karena itu perlu diwujudkan sarana atau sesuatu yang dapat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi di kampung. Jangan pula kita hanya terkonsentrasi pada hal-hal lahiriah semata, perlu juga perhatian pada hal lainnya. (yd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: