Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Taman Kanak-Kanak (TK) Aysiyah Saniangbaka Butuh Bantuan

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Taman Kanak-Kanak (TK) Aysiyah  Saniangbaka, sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan organisasi Muhammadiyah,  berdiri sejak tahun 1974, berarti hingga sekarang ini sudah  lebih 36 tahun. Setiap tahun, tidak kurang 50 orang anak didik yang menamatkan pendidikan di TK Aysiyah. Diperkirakan sudah ribuan anak didik yang menjadi alumni TK Aisyiah Saniangbaka, dan di antara mereka tentu sudah banyak yang   menjadi orang.

Hanya saja, satu tahun sekarang  anak didik yang diasuh TK Aysiyah ini mengalami kekurangan murid. Tahun yang berjalan ini, SD Inti 24 Saningbaka juga membuka kelas TK satu atap. Ketidak jelasan sistem  rayon dan tidak terakomodirnya dengan baik oleh pihak yang berkompeten di nagari  Saniangbaka sehingga sempat menimbulkan riak-riak kecil.

Masih  seperti yang dulu, itulah kata yang pas menggambarkan kondisi fisik  bangunan TK Aiysiah  Saniangbaka, suasana ceria dan sebagian orang tua murid terlihat   ketika SARAN datang   berkunjung ke sekolah tersebut.  Nurhayati S.Pd sebagai kepala sekolah didampingi oleh empat orang majelis guru yaitu Syamsuarni A.Ma,  Delfianis, Yulia Metri dan Sri wahyuni.

Hadir secara kebetulan Ibu Hj Asmaniar Jalal,  salah seorang pengurus TK Aysiyah yang masih aktif. Dia ketika itu  sedang  melihat  hasil perbaikan atap  gedung  TK  yang ambruk ditimpa  pohon  besar. Banyak hal yang diungkapkan kepada SARAN dalam kunjungan tersebut. Semuanya tidak lain dengan suatu harapan warga Saniangbaka untuk lebih penduli kepada pendidikan, khususnya TK Aysiyah Saniangbaka yang seakan terlupakan.

Bangunan TK  Aysiyah terdiri dari 2 buah ruang belajar 1 buah ruang Kantor  dan satu lagi merupakan ruang penyimpanan barang atau media belajar. Keseluruhan ruang tersebut   merupakan  bangunan lama  semi permanen akan tetapi terlihat masih kokoh. Hanya saja sebagian dari kayu konsen jendela  dan pintu lokal sudah melapuk.

Areal dan lokasi  TK  Aysiyah  Saniangbaka boleh dikatakan sangat memadai  bila dibandingkan dengan TK di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan  halaman sekolah yang lumayan luas terdapatnya aneka  permainan  anak-anak  mulai dari luncua-luncuan, ayunan dan lain sebagainya, sehingga membuat anak akan betah  dan nyaman untuk bermain. Dari segi pelaksanaan proses Belajar pada sekolah TK sangat kondusif karena dengan sistem belajar sambil bermain.

Nurhayati S.Pd menjelaskan, sebetulnya pelaksanaan PBM (Proses Belajar Menagajar) cukup lancar,  karena  2 orang dari majelis guru sudah berstatus Pegawai Negeri, 3 guru lainnya masih berstatus tenaga honorer yang menerima gaji setiap bulannya hanya Rp. 50.000. Akan tetapi  guru tersebut tetap semangat. Pelaksanaan tugas mengajar secara team teaching lebih memungkinkan  ditambah guru yang ada sudah berpengalaman.

Sebagai sekolah dibawah naungan organisasi  Muhammadiyah ini, senantiasa tetap konsisten dengan  penekanan pada bidang keagamaan  untuk terciptanya anak didik yang mandiri, berahklak mulia untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Dasar (SD).

Hj.Asmaniar Jalal mengatakan, terkait dengan pendanaan, pengurus selalu  berupaya mencarikan dana untuk operasional seperti honor guru, di antaranya berupa iyuran pembangunan dan bulanan dari orang tua murid, dari dermawan yang sifatnya dadakan seperti kalau ada perantau yang pulang maka pengurus mencoba memohonkan  uluran tangan dari pribadi perantau tersebut.

Untuk kebutuhan media pemebelajaran di lokal baru tahun kemarin,  TK Aysiyah mendapatkan bantuan dari Kanwil Kementerian Pendidikan Nasional Sumatera Barat senilai Rp. 10 juta. Sementara untuk aneka  permainan di luar lokal  dan perawatan gedung dananya bersumber dari orang tua  murid dan dari Donatur.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebetulnya kepengurusan TK Aysiyah Saniangbaka, rasanya perlu dilengkapi strukturnya karena pengurus yang ada sekarang ini hanya terdiri dari  : Ketua dijabat oleh Hj Asmaniar Jalal, Wk Ketua :  Evawarni S.Pd, Sekretaris ; Yulia metri, dan Bendahara dijabat oleh : Harnoflis.

Perevisi Struktur demikian perlu dilakukan untuk memacu kualitas  dan kuantitas pendidikan sehingga tidak ada lagi  warga Saniangbaka yang sekolah TK keluar dari segi biaya  dan waktu kurang efektif ditambah imbasnya terhadap rasa percaya diri  anak terhadap  jati dirinya sebagai anak  Saniangbaka.

Hal lain yang diungkapkan sebagai keluhan majelis guru adalah adanya sarana halaman sebagai  arena bermain anak TK yang diusulap menjadi lapangan Takraw oleh sekelompok pemuda.  Pernah kaca ruang belajar pecah, berat dugaan karena hantaman  bola takraw.  Laporan seperti ini hendaknya disikapi oleh pihak yang terkait agar tidak terulang lagi.   (Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: