Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Tata Cara Pelaksanan Alek Baralek Dibahas Dalam Rapat KAN Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Juni 6, 2010

Baralek dalam bahasa modern diistilahkan dengan pesta, resepsi pernikahan  sementara dalam bahasa agama distilahkan dengan Walimah. Hakikat dari baralek merupakan wujud syukur sekaligus memberi tahukan atau mohon restu kepada kerabat, handai tolan  masyarakat lingkungan sekitar atas  resminya dua orang yang yang diikat oleh tali perkawinan memulai kehidupan baru atau mengarungi bahtera rumah tangga.

Pelaksanaan Baralek dalam adat Minangkabau sangat pleksibel, artinya menurut kadar kesanggupan keluarga yang baralek, Ketek kayu ketek dahan, gadang kayu gadang dahan,  maka ada tiga  bentuk baralek yaitu Baralek ketek-ketek dan ada baralek  sedang dan ada baralek gadang. Maka ada istilah pelaksanaan Baralek habih samalam, ada yang setelah nikah kemudian dilanjutkan dengan acara  makan bersama atau bado’a disalah satu rumah (pihak padusi/laki-laki) Pada umumnya prinsip yang manjadi anutan masyarakat kita dalam mengangkat acara alek  baralek mengerahkan seluruh daya upaya istilahnya ndak kayu janjang dikaping.

Seiring dengan perkembangan roda zaman, apa yang disitilahkan dengan Globalisasi tidak bisa dipungkiri  bahwa ternyata berimbas pada  acara adat alek baralek khususnya di ranah Saniangbaka. Sepertinya mengalami penurunan nilai (distorsi). Kehilangan pesona, bentuk asli, sedikit terasa hambar sehingga  mencitrakan adat Saniangbaka  nan lah memudar, melenceng.  Hal ini terlihat ketika  ada bagian  rangkaian prosesi  adat yang dikurangi  dan malah ada yang ditambah atau ditradisikan. Sementara diakui di Nagari lain  masih bisa mempertahankan tata cara adat alek Baraleknya, pertanyaan untuk kita jawab sendiri kenapa orang lain bisa dan kenapa kita tak bisa.

Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK)  yang menjadi filosofi hidup orang Minagkabau  seakan diuji,   Kekhawatiran sebagian anak nagari Saniangbaka terhadap persoalan diatas telah disikapi  oleh KAN Saniangbaka dengan mengembalikan aturan Alek  Baralek sesuai dengan ketentuan adat nan saban adat.  Dalam 2 x rapat bulanan  akhirnya   pembahasan masalah adat Baralek  dapat dituntaskan. Pembahasan diawali oleh rapat Tim  perumus Tgl 31 Maret 2010, baru kemudian dibawa keforum. Rapat terakhir pembahasan Baralek diadakan pada hari Minggu Tanggal 9 Mei 2010 bertempat  Balai- Balai Adat Saniangbaka  dihadiri oleh hampir sejumlah anggota KAN yang terdiri dari Penghulu suku, kaum, Manti,Dubalang adat, Pandito, utusan Bundo Kanduang, Wali Nagari, Ketua BMN, dan unsur pemuda..(Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: