Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Ambulan Nagari Kado Yang Tepat Pubas IWS 2010

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Sejalan dengan Program yang dijalankan nagari, ambulan menjadi sangat Istimewa keberadaannya di Saniangbaka. Hal ini disampaikan oleh H.Syukri Datuk Gadang dalam pembicaraan melalui telepon dengan Jufrizal Gindo dari Majalah Saran akhir Desember lalu.

Adanya ambulan untuk nagari yang merupakan oleh-oleh dari perantau menjadi sangat besar artinya bagi masyarakat nagari. Sejauh ini ambulan telah membantu mobilisasi masyarakat kita yang membutuhkannya. “Ambulan ini tidak saja kita gunakan untuk membawa orang meninggal, namun sering juga kita gunakan untuk membawa atau mengantarkan warga yang sakit ke rumah sakit seperti Solok dan  Padang,” jelas ketua KAN.

Menurut Ketua KAN, dalam mengoperasikannya kita menunjuk koordinator dan seorang sopir. Sebagai koordonator operasional Ambulan Nagari  ditunjuk Batrik Malano, karena selain punya pengalaman yang mumpuni  tentang teknik dan mekanik mobil juga berdomisili di depan Masjid Raya sebagai pusat kegiatan masyarakat kita. Hal ini untuk memudahkan masyarakat memesan ambulan ini saat membutuhkannya. “ Agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat. Maka sopir tidak dibenarkan meminta atau menagih kepada keluarga duka,” ucapnya.

Sebagai Biaya operasional KAN telah menetapkan tarif baik ke Solok maupun ke Padang. Kepada Saran ketua KAN Datuk Gadang menjelaskan,  “Secara resmi KAN memang telah menetapkan biaya operasional ambulan ini. Biaya yang kita tetapkan yaitu ke Solok Rp. 150. 000 (seratus Lima Puluh Ribu), dan ke Padang Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu).  Namun ini hanya harapan dan tidak berlaku mutlak,  kita menerima berapapun yang diberikan oleh keluarga duka, dan bahkan ada yang sama sekali tidak membayar karena memang keadaannya”.

Secara khusus beliau juga menghimbau kepada keluarga duka yang mampu untuk ikut memperhatikan juga biaya opersional dari ambulan kita ini, dengan membayar lebih juga. Karena system pembebanan yang dapat kita berlakukan kepada masyarakat memang dengan tambal sulam. Artinya ada yang melebihi  dan ada yang kurang sehingga akan terjadi keseimbangan.

Dalam kesempatan yang sama ketua KAN juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pulang Basamo IWS 2010 yang telah mengupayakan pengadaan Ambulan Nagari ini. Selain sebagai Kado Istimewa dari perantau juga pemilihan armada yang sesuai dengan medan nagari dan medan  Lawang  baru yang telah kita buka ini. “Selain itu, ini semua tidak terlepas dari kuatnya ikatan emosional perantau kita pada kampung halamannya, ditambah lagi dengan komunikasi dan kerjasama yang baik antar perantau  dan masyaraakat nagari,” tegasnya lebih lanjut. (GS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: