Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Hukum Adat Larangan Perbuatan Zina di Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Masalah kerusakan moral, perbuatan maksiat, terutama perzinahan menjadi perhatian serius para tokoh masyarakat dalam nagari Saniangbaka. Menyikapi berbagai masalah moral tersebut telah dibentuk suatu tim yang merumuskan hukum adat tentang perbuatan zina. Berikut ini hasil rumusan Tim Perumus hukum Adat “Larangan Perbuatan Zina di Saniangbaka“ yang akan diparipurnakan dalam Rapat KAN Saniangbaka, Januari 2011

DASAR HUKUM

Nagari Saniangbaka adalah nagari yang menjunjung tinggi adat yang memelihara kebersihan dan kemuliaan diri serta keturunan dari zina dan segala akibatnya sesuai firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Israa` ayat 32 yang artinya: “dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”.

Dan prinsip adat “basandi syara`, syara` basandi kitabullaah” dan berdasarkan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah.

  1. TUJUAN:
    1. Menciptakan kehidupan sosial yang stabil dan aman dengan status yang jelas dan sah
    2. Menjaga kelangsungan hidup setiap anggota masyarakat dalam melaksanakan kewajiban dan hak yang benar dan sah
    3. Melindungi garis keturunan dari hal-hal yang mengacaukannya
    4. Melindungi setiap anggota masyarakat dan nagari dari akibat-akibat buruk yang ditimbulkan oleh perzinaan
    5. Mewujudkan nagari Saniangbaka yang sejahtera dan bersih dari perzinaan
    6. Menjalin, memperkokoh dan memelihara tali silaturahim dalam nagari Saniangbaka sebagaimana pepatah adat mengatakan “Urek bajalin pucuk baampeh”
    7. Menjaga dan memelihara harkat dan martabat nagari Saniangbaka
  2. DEFINISI ZINA

“Zina adalah perbuatan senggama di luar ikatan tali pernikahan yang sah antara seorang atau lebih laki-laki dengan seorang atau lebih perempuan dan atau sesama jenis”

  1. BIMBINGAN DAN PENGAWASAN
    1. Memberikan bimbingan akan bahaya zina dan akibatnya secara lisan, tulisan dan lain sebagainya dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat baik pemerintah nagari, ninik mamak, pemuka masyarakat, pendidik, orang tua, pemuda dan sebagainya
    2. Menghimbau para da’i, muballig, ustadz, dan buya untuk membahas masalah perzinaan di pengajiannya secara serempak atau berkala agar masyarakat paham dan menghindarinya.
    3. Mengawasi segala tindak tanduk yang menjurus kepada perzinaan dan perilaku seks menyimpang agar dapat dicegah sebelum terjadi
    4. Pengusaha warnet dilarang membiarkan akses ke situs porno dan dilarang memberi sekat pembatas antar pengguna

 

  1. PENCEGAHAN
    1. Pencegahan dilakukan dengan mengawasi secara intensif dan terus menerus, baik secara umum oleh setiap elemen masyarakat atau secara khusus oleh satuan keamanan yang berwenang
    2. Memberantas  dan atau mencegah munculnya tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat perzinaan
    3. Tim keamanan yang berwenang menerima dan menindak lanjuti laporan dari anggota masyarakat yang mengetahui adanya indikasi ke arah perzinaan seperti: sms, telpon, berduaan dan sejenisnya
    4. Dilarang pengendara motor (ojek) untuk membawa penumpang lebih dari 1 (satu) jika berlawanan jenis.
    5. Mendata setiap pendatang yang menetap di nagari Saniangbaka, bagi yang sudah berkeluarga dibuktikan dengan surat nikah
    6. Mewajibkan bagi wanita yang telah baligh memakai pakaian muslimah ketika keluar rumah.
    7. Menghimbau kepada suami atau istri agar tidak meninggalkan istri atau suami lebih dari 4 (empat) bulan
    8. Adat tidak mengakui pernikahan dalam pernikahan seperti wanita bersuami dengan lelaki lain ketika masih bersuami dengan suaminya yang sah.
  2. PENYIDIKAN
    1. Penyidikan didasari atas hal-hal berikut:

1.Bukti, seperti hamil di luar nikah

2.Keterangan saksi yang bisa dipercaya

3.Pengakuan

    1. Penyidikan dilakukan oleh satuan keamanan yang berwenang atau pemuka kaum yang bersangkutan yang tidak berusaha menutup-nutupi
    2. Penyidikan tetap didasari oleh praduga tidak bersalah tanpa mengabaikan adanya bukti dan atau saksi
    3. Penangkapan langsung ketika terjadi perzinaan yang tidak sempat dicegah

 

  1. HUKUMAN/SANGSI
    1. Hukuman yang disepakati bagi pelaku zina adalah sebagai berikut:
  1. Tidak diakui nasab anak yang lahir dari perzinaan kepada lelaki yang menghamili ibunya, sehingga ia tidak berhak menjadi wali bagi anak yang lahir dari zina, walinya adalah wali hakim, keduanya juga tidak waris mewarisi
  2. Tidak sah menikahkan wanita yang hamil karena zina ketika dia hamil, pernikahan yang tetap dilaksanakan ketika si wanita hamil tidak sah
  3. Baik dan buruknya pelaku zina dan keluarganya tidak diurus oleh adat dan masyarakat selama 1 (satu) tahun kecuali kematian
  4. Pelaku zina dicambuk sepuluh kali dengan rotan atau denda yang ditanggung oleh pelaku dan keluarga sebanyak 10 (sepuluh) emas
  5. Pelaku zina tidak boleh diangkat sebagai pemuka masyarakat
  6. Pendatang yang melakukan zina dikenakan denda 10 (sepuluh) emas dan tidak boleh tinggal di Saniangbaka
  7. Penegakan hukuman dilaksanakan oleh satuan keamanan yang berwenang
  8. Penegakan hukuman dilakukan setelah shalat jumat di mesjid Raya di hadapan sebagian masyarakat agar menjadi pelajaran
  9. Bagi pelaku zina, namanya dituliskan di balai-balai Adat selama 1 (satu) tahun
  1. PENUTUP

Demikianlah peraturan adat ini kami buat dan kami sepakati dengan hati ikhlas dan ketakwaan kepada Allah, dan demi kemaslahatan bersama masyarakat nagari Saniangbaka saat ini dan di masa akan datang.

Mengesahkan :

Kerapatan Adat Nagari Saniangbaka

Badan Musyawarah Nagari Saniangbaka

Majelis Ulama Nagari Saniangbaka

Wali Nagari Saniangbaka

Bundo Kanduang Saniangbaka

Pemuda Nagari Saniangbaka

dan  seluruh Urang Ampek Jinih dari masing-masing suku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: