Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Jalan Nagari Saniangbaka Terancam Rusak Parah

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Jalan nagari Saniangbaka adalah jalan kelas III C yaitu Jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2,1 meter, ukuran panjangnya tidak melebihi 9 meter dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 Ton.

Kelas Jalan menurut fungsi dan muatan sumbu terberat (MST)(Ton) dikelompokan menurut Peraturan Pemerintah Pasal 11 No. 43/1993, UU RI no. 38 tahun 2004 tentang Jalan, UU RI no. 14 tahun 1992  tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan, sebagai berikut:

 

Fungsi Kelas Muatan Sumbu Terberat, MST (ton)
Arteri I

II

III A

>10

10

8

Kolektor III A

III B

8

8

Lokal III C 8

 

Kenyataannya Jalan nagari Saniangbaka sering dilewati oleh truk angkutan material kerikil/ batu Split yang muatan sumbu terberatnya melebihi 10 Ton (mencapai 18 ton persumbu) dan mempunyai lebar mobil melebihi 2,1 meter. Truk yang melewati nagari Saniangbaka tersebut tiap hari, terutama pada waktu malam hari sehingga berakibat banyaknya jalan di nagari kita bergelombang ,lambat laun akan menjadi berlobang.

Sebenarnya rambu-rambu lalu lintas sudah ada dipasang di nagari Sumani  persisnya dekat Huller setelah simpang tiga Sumani – Saniang Baka, yang isi dari rambu-rambu tersebut tertulis IIIC namun dibuka oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga ini dijadikan alasan oleh sopir truk untuk dapat melewati Jalan ini dengan leluasa.

Akankah kita biarkan jalan kampung kita dibiarkan rusak berat akibat truk yang melewati nagari kita melebihi kapasitas angkut muatannya?. Perlu kita renungkan untuk membuat jalan nagari kita mulus dan baik, butuh waktu bukan satuan tahun tapi puluhan tahun, seandainya terjadi kerusakkan jalan di nagari kita apakah langsung ada dana dari pemerintah untuk memperbaikinya. Kita tetap menunggu antrian dan proposal Pemda daerah  disetujui Oleh DPRD tingkat II , I atau dari DPR Pusat.

Kita juga tidak kaku dalam hal ini, kalau mobil berat yang kosong atau pulang ke kandangnya yang melewati nagari Saniangbaka kita masih bisa memakluminya.(Dt Rky. Basa).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: