Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Ketua MUN Saniangbaka, Ust. Asmon Nurijal Lc:Perlu Perjuangan Menjadikan Saniangbaka Lebih Baik

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Kian hari persoalan  dan tantangan yang dihadapi umat Islam semakin kompleks, maka MUI merupakan sebuah lembaga keagamaan yang diakui pemerintah mempunyai wewenang dan tugas mengayomi persoalan umat, dengan harapan  umat terhindar dari keragua-raguan dan kesesatan.

Di tingkat terendah seperti di Nagari, lembaga MUI dikenal dengan istilah MUN (Majelis Ulama Nagari). Sekarang jabatan MUN Saniangbaka dipercayakan kepada Ust Asmon. Dia dalam kesehariannya,  abi dari kedua anak ini, selalu berpenampilan sederhana dan bersahaja .

Apa dan bagaimanakah peran yang  dimainkan dalam mencerahkan persoalan  keberagaamaan   masyarakat  Saniangbaka saat sekarang ini.  Guna membahas lebih lanjut, Koresponden Saran,Nusa Jaya.S.Ag S.Pd melakukan wawancara dengan Ketua MUN Saniangbaka, Ust. Asmon Nurijal Lc.

Bagaimana perasaan Ustad, ketika didaulat sebagai ketua MUN Saniangbaka pada rapat  Menjelang Ramadhan  di Masjid Raya?

Sebetulnya  dalam rapat tersebut ingin mengelak, akan tetapi karena dorongan kawan-kawan demi membangkitkan kembali keberadaan MUN di tengah masyarakat yang selama ini terjadi kevakuman, apalagi saat sekarang ini banyak kasus-kasus kemungkaran, ajaran-ajaran sesat yang membuat masyarakat kita terkadang mudah terbawa arus dan terjerumus. Untuk mengembalikan masyarakat kejalan yang benar tentu tidak bisa sendiri-sendiri dan  perlu suatu wadah  untuk “ka jadi tampek batanyo  bagi masyarakat, wadah itu bernama MUN.

Apa yang menjadi program prioritas MUN Saniangbaka saat sekarang ini?

Meskipun  sampai sekarang belum juga dibuatkan SK sebagai pengurus MUN, kami telah mencoba merumuskan beberapa program, di antaranya membuat papan MUN di setiap surau yang nantinya akan kami tempelkan beberapa nasehat agama sesuai dengan permasalah yang aktual yang dihadapi  warga masyarakat, dan juga tiap surau disediakan kotak yang berisi pertanyaan tentang seputar agama. Sebab tidak semua surau, kami  diberi kesempatan memberikan wirid atau pengajian rutin. Kemudian MUN akan merencanakan pengusulan pembahasan topik yang terarah dalam setiap wirid yang diadakan di surau atau di mesjid.

Kenapa kepengurusan MUN Saniangbaka sekarang ini terdiri dari angkatan muda?

Tidak  adanya nama yang tua bukan berarti kami tidak menghargai yang tua, akan tetapi ini merupakan suatu upaya agar dalam penyusunan dan menjalani program  tidak terdapat banyak benturan  karena hanya perbedaan paham atau pandangan. Jadi yang tua sebaiknya sebagai  Pembina atau penasehat  saja.

Sejauhmana pengamalan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat Saniangbaka?

Secara umum pengamalan agama masyarakat kita masih lemah. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya para juru dakwah yang mendasari dakwahnya atas dasar logika  bukan atas dasar Al-Quran dan Hadist dan pendekatan ketaatan pada Allah, sehingga jamaahpun memahami agama main logika. Hal ini terbukti banyaknya para juru dakwah yang ilmu bahasa Arabnya dan ilmu agama Islam lainnya  masih dangkal.

Bagaimana semestinya prinsip seorang juru dakwah yang baik?

Seorang juru dakwah yang baik hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama  dan dunia ini hanyalah sambilan , sehingga dalam hal ini seorang juru dakwah tidak menjadikan honor atau amplop sebagai tujuan utama  bahkan tak perlu berkecil hati bila tidak diberikan honor. Begitu juga bagi yang lainnya janganlah dunia menjadi tujuan hidup kita.

Dakwah yang bagaimana  bisa membawa perubahan masyarakat Saniangbaka ke arah yang lebih baik?

Dalam mewujudkan  Saniangbaka yang berubah ke arah yang lebih baik  secara bertahap  diperlukan adanya suatu perjuangan, pengorbanan dari semua pihak. Seperti dalam kegiatan dakwah  di surau ataupun di masjid sebaiknya diutamakan juru dakwah yang berasal dari dalam (lokal), karena dia lebih tahu  penyakit yang diderita umat atau lingkungannya.

Sementara kebanyakan selama ini juru dakwah luar pasti tak tahu kasus yang terjadi atau  sungkan-sungkan membahasnya. Alhasil yang disampaikan sanjungan atau yang baik-baik saja. Bapak/Ibu disiko elok-elok nan ambo sabuik ditampek lain” Lebih jelas hal ini silakan lihat Al Quran  surat At-Taubah ayat : 122

Apa tantangan  Dakwah  di nagari Saniangbaka saat sekarang ini?

Kecenderungan masyarakat kita sekarang ini, apalagi yang muda-muda  banyak yang tergiur dengan kehidupan dunia sehingga membuat dia lalai dan lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar. Gaya  hidup seperti ini  telah mempengaruhi ahklak  menjadi rendah. Lihatlah pergaulan bebas menjadi hal yang biasa,  semua  serba boleh. Kalau diperhatikan, orang yang mau mengajak ke pada amar makruf masih banyak akan tetapi menemukan orang yang mau mencegah yang mungkar itu menjadi suatu hal langka.

Sebagai kepala Keluarga, konsep apa yang diterapkan  di dalam membangun keluarga Sakinah Mawaddah?

Bagi saya keluarga adalah nomor satu, maka saya menjadikan  rumahku adalah surgaku (baiti jannati). Mewujudkan hal demikian perlu kesabaran dan keteguhan hati  dalam membangun ikatan lahir batin sehingga  hubungan anggota keluarga antara suami dan istri serta anak selalu hangat dan kompak. Pada akhirnya  anggota keluarga merasa betah tinggal di rumah. Tak kalah penting dari semua itu adalah adanya kesadaran  anggota keluarga akan hak dan kewajibannya masing-masing, jangan  egois.(Nusa)

BIO DATA

1. Nama

Tempat Tgl Lahir

Orang Tua: Ayah

: Ibu

Suku

:

:

:

:

:

Asmon Nurijal Lc

Solok, 22 Maret 1974

H.Nurijal Dt Sinaro Nan Kuniang

Hj. Afdhalna

Sumpadang Saniangbaka

2. Istri

Anak  ke-1

Anak  ke-2

:

:

:

Vera Kurnializa S.Pt

Azizatiy Al- Athifa

Izzat Muhammad Hanif

3. Pendidikan :  
  SD

SLTP

SLTA

PT

:

:

:

:

Solok  Tahun 1981 s.d 1987

PM Darussalam Gontor 1987 s.d

PM Darussalam Gontor 1993

Fakultas Syari’ah LIPIA Jakarta 1999 s.d 2003

4. Pengalaman Organisasi :

:

:

:

:

:

Ketua Tim Kesenian OPPM

Sekretaris OPPM

Staf Pengajar khusus Mengetik OPPM

Anggota Dewan aktifitas pramuka

Penggerak Bahasa Asrama

Ketrampilan OPPM

Ketua bidang Dakwah  dan Konsultasi www.Al-Islam .com 2000 s.d 2004

5. Pengalaman Mengajar :

 

:

 

:

Mengajar di Ponpes Havan  Yamani Pol-Man Sulbar 1993 s.d 1994

Mengajar  di Ponpes  Darul Huffaz Tuju-Tuju Bone Sulsel 1994 s.d 1996

Mengajar di Ponpes Modern Diniyah  Pasia Bukitinggi 2004 s.d 2006

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: