Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Lawang Baru Saniangbaka Sudah Siap Pakai

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

KAN (Kerapatan Adat Nagari) Saniangbaka secara resmi  sudah membuka TPU (Taman Pemakaman Umum) Saniangbaka yang baru.Lawang yang bertempat di Tonggak Vila ini sudah siap pakai. Hal ini disampaikan oleh H.Syukri Datuk Gadang, Ketua KAN Saningbaka kepada Jufri  Gindo melalui telepon akhir Desember lalu.

Lahan yang ditetapkan oleh KAN yang berlokasi lebih kurang 1 KM arah Aia Angek dari Tonggak Vila sebagai Lawang baru ini sudah siap dipakai untuk menguburkan warga kita yang meninggal dunia.

“Lahan seluas 2 (dua) hektar ini sudah dipancang dan dirambah beberapa minggu lalu,”  ujarnya. Secara umum persiapan yang diperlukan untuk membuka lawang ini sudah cukup memadai persiapan lawang, karena lokasi yang kita tetapkan tidak terlalu miring. Namun untuk lebih pantas kita sebut sebagai TPU masih menunggu beberapa sentuhan lagi. Sementara ini kita baru memasang plang merek TPU seadanya dari kayu. Untuk langkah pengerjaan ke depan akan kita lakukan secara bertahap yaitu.

  1. Pengkaplingan
  2. Pembuatan Gapura Permanen
  3. Pemagaran Permanen.
  4. Perataan pada bagian tertentu.
  5. Pembuatan Dangau (pondok)

Sejauh ini kita telah menghabiskan dana untuk merambah sebesar Rp. 1,5 juta yang berasal dari Kas KAN Rp.1.juta dan Sumbangan dari H. Hamdani Datuk Rangkayo Basa Rp. 500 ribu.

Secara Khusus H. Syukri Datuk Gadang menghimbau kepada masyarakat kita untuk mulai memanfaatkan lawang ini jika ada keluarga kita yang meninggal. “Himbauan ini sangat penting mengingat sampai sekarang belum ada yang mau membawa keluarganya ke sana,” ujarnya. Padahal pernyataan sudah siap pakai sudah disampaikan pada warga jauh sebelum dilakukan perambahan.

Lebih lanjut ketua KAN menjelaskan bahwa pemanfaatan Ambulan nagari akan lebih maksimal jika kita telah mulai membawa keluarga kita yang meninggal ke lawang baru ini. Pada saat di tanya tentang biaya operasional Ambulan ke sana Datuak Gadang menjelaskan,  “Secara resmi telah memutuskan anggarannya Rp. 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah), Namun dalam pelaksanaannya kita juga berpegang pada azas tambal sulam seperti yang kita jalankan untuk ke Solok atau ke Padang”.

Cara Pengerjaan dan Anggaran Dana.

  1. Untuk mengkapling akan kita kerjakan dengan bergotong royong yang melibatkan seluruh Penghulu terutama penghulu suku dan para pemangku adat. Untuk tahap ini kita mungkin tidak akan membutuhkan biaya karena secara sukarela biasanya masyarakat kita akan berbondong bondong membawa bekal (maantaan nasi) untuk kebutuhan pekerja, di samping itu juga tidak akan membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya. Mengenai kapan akan dikapling, Angku Datuk menjelaskan hanya dalam waktu dekat ini, “mungkin sajo saran alun tabik, pengkaplingan ko alah selasai dikarajoan”, ujarnya sambil berseloroh.
  2. Selain Gapura Pandan pakuburan ini juga perlu dipagar. Selain sebagai pemisah antara lawang dengan lahan lain juga menjadikan lokasi ini lebih aman dari pengaruh buruk binatang liar. Mengingat lahan lawang kita peruntukkan untuk pandan pakuburan (lawang) ini cukup luas sudah barang tentu dalam pemagarannya juga akan memakan biaya besar.  Dari luas tanah lebih kurang 20.000 (Dua Puluh Ribu) meter persegi ini sekelilingnya membutuhkan pagar sepanjang 600 meter. Namun dalam pelaksanaannya kami akan melakukan pemagaran secara bertahap agar kita tidak terlalu terpaku dengan biaya. Sementara untuk pengerjaan yang lain mungkin saja akan kita cicil sesuai dengan kebutuhan lokasi seperti perataan pada tempat-tempat yang diperlukan.(GS)
  1. Jika kita lihat lokasi TPU ini maka memang yang paling penting kita kerjakan terlebih dahulu adalah Gapura (pintu Gerbang). Gapura ini akan secara nyata menunjukkan lokasi, serta akan terlihat lebih serius sehingga tidak ada lagi keraguan warga untuk membawa keluarganya ke sana. Untuk membuat Gapura  permanen akan kita mulai dari mengumpulkan dana dari masyarakat kita. Jika dana sudah memadai untuk kita memulai pekerjaan akan kita cari orang yang akan bekerja (upahan) dan sedapat mungkin dalan hal-hal tertentu kita adakan gotong royong untuk mempercepat proses pengerjaannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: