Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Maizarman Cai, Trantibmas Mengabdi Mengamankan Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Nagari Saniangbaka yang aman  dan sejahtera merupakan dambaan dari  semua warga nagari. Mewujudkan hal demikian tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan disiplin dan kesadaran dari  warga   untuk turut  berperan serta,  minimal masing masing pribadi menjadi  warga yang taat pada nilai dan norma yang berlaku. Kalau sudah demikian nagari yang aman dan sejahtera lahir batin akan bisa dirasakan.

Secara teori memang demikianlah idealnya,  tetapi dalam kehidupan masyarakat sudah menjadi dinamika sosial. Dalam pergaulan kesaharian terkadang  perbedaan pendirian, kepentingan memicu konflik, berprilaku menyimpang (Deviant), mau menang sendiri sehingga menimbulkan gesekan yang pada akhirnya menganggu keharmonisan, ketentraman hidup dalam keluarga, bertetangga dan kehidupan social masyarakat.

Setiap Pemerintahan  Nagari mempunyai petugas Trantibmas (Ketenteraman dan ketertiban masyrakat).  Maizarman Cai  sejak tahun 2005   diberikan amanah untuk mengemban tugas sebagai Trantibmas  Nagari Saniangbaka. Maizarman Cai  yang berasal dari suku Piliang Sani  kelahiran 3 Mai 1968 mempunyai pendamping hidup yang bernama Netri Liza suku Pinyangek.  Penampilan  ayah  dari 5 orang anak ini sangat tenang, memang pas atau meyakinkan sebagai petugas Trantibmas.

Maizarman Cai di samping  bertubuh tegap, sedikit gelap punya ciri khas rambut jambrik  di kepala bagian belakang yang  dimaksudkan  agar orang lain  menilai dirinya tidak terlalu formal atau tidak  kaku. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas  Trantibmas nagari, Maizarman Cai diberi honor perbulannya dari pemerintahan nagari sebanyak Rp. 500.000.- namun dia tetap bersemangat menjalankan tugas menjaga keamanan dalam nagari.

Untuk mencukupi kebutuhan hari-hari Maizarman Cai harus bekerja di sawah dan Istri di rumah juga membuat kue jajanan yang dijual di kedai-kedai. Fasilitas yang diberikan pemerintahan nagari berupa  Motor Win sebagai kendaraan operasional. Kebutuhan bensin dari motor tersebut dianggarkan dari dana pemerintahan nagari sebanyak Rp. 100.000- perbulannya. Secara berseloroh  dia sampaikan bahwa kesehariannya tak bisa dipisahkan  dari motor Win tersebut maka tak heran kunci motornyapun selalu terpasang supaya Hondanya stand by 24 jam melayani masyarakat.

Ketika Saran menyempatkan diri  mengobrol sejenak dengan  Maizarman Cai.  Sosok petugas Trantibmas yang  sangat dikenal dan sering disapa”Pak cai” oleh anak-anak, kalau ada anak kecil yang, nakal, bandel, rewel maka   sang ibu terkadang menjadikan pak Cai sebagai kabar pertakut sehingga anak menjadi diam.  Banyak  hal yang terungkap yang secara  kasat mata seolah keberadaan dan tugas yang diembannya dianggap sepele dan orang baru akan ingat dan menghubunginya ketika ada masalah.  Ibaratnya  “mondorong mobil rusak” ketika masalah selesai  orang lalu melupakan  Trantibmas.

Masalah yang ditangani petugas Trantibmas  mulai dari masalah ancaman gaangguan keamanan dari luar, pencurian, masalah perdata,  keluarga, perkelahian, muda mudi,  keamanan pemakai jalan  raya hingga sampai ke masalah  cakak (perkelahian) laki bini (suami istri). Kurang berperannya ninik mamak, dan kurang solidnya, koordinasi serta  kurangnya komitmen    lembaga terkait ditambah kurangnya kesadaran warga masyarakat  penyebab  kian maraknya masalah  yang muncul.

Sebagai contoh permasalahan  klasik tentang  larangan menangkap ikan dengan setrum di sepanjang Tangaya yang seolah tak pernah digubris atau diindahkan  oleh warga masyarakat. Dalam hal ini, Maizarman Cai mengusulkan agar komunitas Nelayan Saniangbaka juga melakukan semacam kesepakatan dan sikap yang tegas.

Sebenarnya bentuk  ketegasan seperti apa sebenarnya yang tepat untuk nagari Saniangbaka, kenapa semua pada mengeluh dan kata tidak mungkin seakan sudah dijiwai serta menjadi sebagian pemikiran orang Saniangbaka.  istilah Orang Batak yang bangga dengan aku-nya  “ Ini Medan Bung”  maka kalimat “Ini Saniangbaka”sudah menjadi jurus dan jawaban  pamungkas untuk berhenti di titik tersebut dan tak ada geliat keluar dari permasalahan, apalagi   berubah untuk maju mambangun Saniangbaka.

Kembali lagi ke masalah Trantibmas  yang sebenarnya merupakan  bidang tugas yang penuh dengan tantangan,  karena  banyak kemungkinan resiko yang akan dihadapi. Sehubungan dengan demikian pada  Maizarman Cai pernah dalam menangani suatu permasaalahan, perselisihan punya kiat atau stategi tersendiri. Contohnya dengan  dia menyakinkan dua pihak yang berselisih bahwa kedua pendapatnya benar. Dia berupaya bersikap adil bijaksana, tidak berat sebelah dan senantiasa mengupayakan jalan perdamaian sehingga  persoalan tidak sampai ke polisi atau ranah hukum.

Sebetulnya untuk mengawal keamanan dalam nagari tidak bisa diserahkan  hanya kepada Trantibmas. Perlu adanya koordinasi antar lembaga terkait seperti FKPM/Polmas (Polisi Masyarakat) yang juga di setiap nagari merupakan perpanjangan tangan Polisi akan tetapi karena kurangangnya dana sehingga program di lapangan tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau lebih ekstrim boleh dikatakan mandul.

Kalau memang  kito cinto ka Nagari  Saniangbaka maka Ke depan sangat diharapkan agar komponen  yang ada dalam masyarakat menjauhi sikap yang saling menyalahkan, pamrih.  Taati aturan main atau prosedur yang ada dalam nagari, berbuat untuk nagari jangan karena ada sponsor.  Sebentuk apapun kegiatan yang ada dalam nagari, semestinya harus ada koordinasi dengan pihak yang berkompoten apalagi mendatangkan orang dari daerah lain.

Tugas patroli lapangan sering dilakoni dengan penuh tanggung jawab juga demi menjaga hutan ulayat Nagari. Alhasil pernah  tahun 2006 sebagai petugas Trantibmas Nagari Saniangbaka, Maizarman Cai  menghentikan pergerakan beberapa oknum anggota Brimob melakukan penjelajahan ke Hutan Gedung Beo,  dianggap illegal karena tak diawali dengan proses perizinan dari Nagari pemerintahan Saniangbaka. Maizarman Cai kemudian  tahun 2007 pernah menggagalkan penyeludupan kayu yang siap dipasarkan dari Air Lasi yang dilakukan oleh Oknum TNI.

Menurut Maizarman cai yang juga menjabat sebagai ketua Karang Taruna periode 2005 s.d 2010 dan  anggota Tanggana bahwa mengingat luasnya wilayah cakupan yang menjadi tanggung jawab seorang petugas Trantibmas maka sudah sepatutnya lembaga sepereti BMN (Badan Musyawarah Nagari), tokoh masyarakat Saniangbaka membahas dan   memberikan apresiasi  yang pantas  seperti  peningkatan kesejahteraan, melengkapi peralatan yang dibutuhkan seorang Trantibmas dalam menjalankan tugas lapangan  seperti kamera Digital  sehingga dalam situasi  tertentu yang perlu barang bukti seorang Trantibmas tinggal menyodorkannya saja lagi.

Sosok yang tanpa pamrih ini  mempunyai prinsip memberikan yang terbaik untuk nagari Saniangbaka. Harapan ditujukan pada warga di rantau, jikalau ada berita   miring  tentang kampuang hendaknya tidak serta merta dilulua atau diterima mentah-mentah. Konfirmasikan keakuratannya terlebih dahulu kepada pihak yang berkompoten di dalam Nagari, seperti melalui Trantibmas Nagari  yaitu : Maizarman Cai  yang bisa dihubungi dengan  No. HP: 08526338695.

Berbicara tentang  penanganan masalah gangguan  keamanan dan ketertiban dalam nagari sebetulnya sudah ada pemangku adat yang  ditugaskan , yaitu “dubalang” (hulubalang) . Sementara yang menjadi Parik Paga dalam Nagari adalah semua pemuda yang ada di Nagari. Prinsip yang dipakai dalam menjaga keamanan Nagari jadinya adalah: Mangabek padi jo daunnyo, sehingga sifatnya adalah pencegahan (preventif) dan bujukan (persuasive). Tak perlu maangok kalua badan. Semua diselesaikan sendiri secara semestinya. Penanganan dan pelekatan sanksi terhadap siapapun yang bersalah biasanya tidak tebang pilih atau pilih kasih, tibo di paruik ndak dikampihan, tibo di mato ndak dipiciangkan”. (Nusa)

Satu Tanggapan to “Maizarman Cai, Trantibmas Mengabdi Mengamankan Saniangbaka”

  1. Celine said

    akronimnya trantibmas apa yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: