Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Nasihat Para Tokoh Nagari Memerangi Perzinahan

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من والاه

و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده و رسوله

أما بعد:

Sebuah nasehat dari MUN (Majlis Ulama Nagari) untuk seluruh warga Saniangbaka khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Nasehat ini timbul dari rasa cinta sesama muslim, timbul dari rasa peduli akan keselamatan bersama di dunia dan akhirat, timbul dari keinginan untuk kebaikan bersama dunia dan akhirat, timbul dari hati yang paling dalam yang prihatin akan kemungkaran yang semakin subur dan kebaikan yang semakin memudar……………semoga Allah menundukkan hati kita semua….aamiin.

Zina, hukum, bahaya dan akibatnya

  1. Hukum zina:

Zina adalah haram, termasuk kejahatan besar, salah satu dosa besar setelah syirik kepada Allah, dan membunuh jiwa yang tidak berdosa. Zina itu bertingkat-tingkat keburukan dan kekejiannya, berzina dengan istri orang lain, berzina dengan istri tetangga termasuk yang paling keji dan paling hina.

Bahaya zina:

    1. Secara fitrah setiap manusia pasti tahu baik mu’min maupun kafir bahwa zina itu adalah perbuatan keji dan menjijikkan
    2. Merusak moral pelakunya dan memenuhi hatinya dengan angan-angan kesenangan sesaat yang membuatnya mudah diperbudak setan
    3. Merusak fisik pelakunya, jika belum dirasakan di saat muda maka di saat tua dia pasti merasakannya, itu jika dia berumur panjang.
    4. Merusak kehormatan
    5. Merusak garis keturunan, sehingga banyak anak zina yang tidak punya bapak yang sah
    6. Menimbulkan penyakit berbahaya yang bahkan tidak pernah ada pada ummat sebelum saat ini
    7. Melahirkan dosa-dosa lain, seperti dusta, membunuh dan lain sebagainya
    8. Di dunia pelaku zina dihukum dengan rajam jika muhshon (telah menikah) dan dicambuk 100 kali serta diasingkan bagi yang bujang.
    9. Di akhirat pelaku zina di dipanggang di sebuah tungku khusus untuk para pezina
    10. Mengundang azab di dunia bagi pelaku dan orang-orang sekitarnya, seperti gempa dan bencana lainnya.
    11. Hilangnya rasa malu
    12. Timbulnya kemerosotan moral pada masyarakat secara umum
    13. Menyebabkan munculnya generasi yang lemah kemauan, lemah mental, lemah iman, lemah kebajikan dan lain-lain.
    14. Dan masih banyak lagi

Jalan menghindari zina:

Sebaik-baik jalan agar tidak terjerumus pada zina adalah menghindari segala hal yang menggiring pada perzinaan sebagaimana Allah firmankan dalam surah Al-Israa` ayat 32:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

32. dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. (Al-Israa`)

Mendekati  zina saja sudah Allah larang apalagi melakukannya.

Beberapa hal yang mendekatkan pada zina adalah:

  1. Berduaan
  2. Pacaran
  3. Menonton film-film keji dan hina yang bahkan binatang pun malu melakukannya
  4. Membaca bacaan buruk dan keji
  5. Mendengarkan cerita-cerita menjijikkan dan hina
  6. Berbaurnya laki-laki dan perempuan seperti dalam konser-konser, perhelatan-perhelatan dan sejenisnya
  7. Pengaruh kawan yang suka berzina
  8. Pengaruh minuman keras dan narkoba
  9. Dan banyak lagi

 

Bagi yang masih bujangan untuk menekan gejolak nafsu di samping menghindari segala hal yang mendekatkan diri pada zina, adalah dengan cara berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah. Dan jalan terbaik adalah menikah.

Adapun bagi yang telah menikah jika terpancing syahwatnya karena tidak sengaja melihat wanita lain hendaklah dia mendatangi istrinya, karena itulah jalan yang halal baginya dan bahkan berpahala bagi suami istri.

Yang tidak kalah penting adalah menundukkan pandangan bagi semuanya, karena mayoritas perzinaan berawal dari pandangan yang merupakan pintu masuk setan untuk menggelorakan nafsu birahi seseorang.

Hukuman bagi pelaku zina:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢)الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (٣)

2. perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

3. laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin (An-Nuur)

 

Hukuman pelaku zina adalah sebagai berikut:

  1. Dicambuk seratus kali jika bujangan dan dirajam dengan batu jika pelakunya telah menikah
  2. Pelaksanaan hukum pezina dilakukan di hadapan khalayak ramai agar mereka mengambil pelajaran, dan mereka dilarang merasa kasihan pada pelaku yang dihukum, agar agama Allah tidak dilanggar hanya karena rasa kasihan
  3. Tidak diakui nasab anak zina kepada lelaki yang menghamili ibunya dgn zina, walaupun terbukti dialah bapaknya, sehingga mereka berdua tidak waris mewarisi, jika anaknya perempuan maka tidak boleh lelaki itu menjadi walinya, dan jika dia bersikeras menjadi wali maka pernikahan itu tidak sah. Jika pernikahan tidak sah maka itu artinya sama dengan zina
  4. Tidak sah menikah dengan wanita yang hamil karena zina ketika dia dalam keadaan hamil, baik itu pelakunya maupun bukan.
  5. Jika tidak ada pemerintahan yang menegakkan hukum zina, maka seseorang bisa saja lepas dari hukuman di dunia, namun dia tidak akan bisa menghindari hukuman Allah di akhirat kelak, dan azab Allah sangatlah pedih.

 

  1. Zina menyebabkan iman seseorang terlepas darinya saat berzina dan kembali setelah ia selesai, namun dalam keadaan sudah berkurang

 

قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ :إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang yang berzina beriman ketika ia berzina, dan tidaklah ia beriman ketika minum khamr, dan tidaklah ia beriman ketika mencuri”

 

Hadits riwayat Imam Bukhari juz 17 hal 282 nomor 5150

 

  1. Penegakan hukuman atas pezina dan pencuri adalah kaffarat atas perbuatannya dan di akhirat dia bebas dari azab, dan barangsiapa yang tidak melakukan namun Allah tutupi dosanya (tidak diketahui manusia) maka nasibnya terserah kepada Allah, apakah menyiksanya atau mengampuninya:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِي الزِّنَا وَالسَّرِقَةِ مَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَأُقِيمَ عَلَيْهِ الْحَدُّ فَهُوَ كَفَّارَةُ ذَنْبِهِ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَسَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ

Dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda tentang zina dan mencuri, “barangsiapa yang melakukannya lalu ditegakkan hukuman atasnya maka hukuman itu adalah kaffarat (penghapus) dosanya, dan barangsiapa yang melakukannya lalu Allah tutupi perbuatannya maka urusannya terserah kepada Allah, jika Allah menghendaki maka Dia mengazabnya pada hari kiamat atau jika Dia menghendaki maka Dia mengampuninya”.

Hadits riwayat imam Tirmidzi  9/212 no. 2549

 

  1. Orang tua bertanggung jawab untuk menjaga keluarganya dari zina di dunia dan akhirat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahriim)

 

Orang tua yang membiarkan perzinaan dalam keluarganya berarti telah membiarkan keluarganya menjadi bahan bakar neraka. Begitu juga membiarkan kemungkaran yang lainnya.

 

  1. Membiarkan zina terjadi apalagi secara terang-terangan berarti mengundang azab untuk semuanya, pelaku maupun bukan:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢٥)

 

25. dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfaal)

 

Wahai para pemimpin, para ninik mamak, para bapak, para ibu, para lelaki, para wanita baik tua maupun muda, bangkitlah dan ketahuilah bahwa mendiamkan kemungkaran adalah sama dengan memupuk kemungkaran itu agar tumbuh besar dan merajalela. Maka takutlah akan azab Allah yang sangat pedih karena telah membiarkan kemungkaran terjadi dan terus terjadi…………berlindunglah kepada Allah.

Untuk Para Lelaki beriman:

Wahai para lelaki  beriman!

Takutlah pada Allah! Allah tidak lalai akan perbuatan hambanya.

Jika kalian ingin berzina maka sadarlah! Bahwa wanita yang ingin engkau zinai adalah anak perempuan orang lain, bukankah engkau tidak suka jika anak perempuanmu dizinai? Begitu juga orang lain tidak suka jika anaknya dizinai.

Sadarlah! Wanita yang ingin engkau zinai adalah saudari dari orang lain, bukankah engkau tidak suka jika saudarimu dizinai? Begitu juga orang lain tidak suka saudarinya dizinai.

Sadarlah! Wanita yang ingin engkau zinai itu adalah ibu dari orang lain, bukankah engkau tidak suka ibumu dizinai? Begitu juga orang lain tidak suka ibunya dizinai.

Sadarlah! Wanita yang ingin engkau zinai itu adalah bibi dari orang lain, bukankah engkau tidak suka bibimu dizinai? Begitu juga orang lain tidak suka bibinya dizinai

Oleh karena itu janganlah engkau berzina!

Takutlah azab Allah, sesungguhnya azab Allah sangat pedih. Atau apakah kalian sanggup menahan azabNya?!

Untuk Para Wanita beriman:

Wahai para wanita beriman!

Takutlah kepada Allah! Allah tidak lalai akan perbuatan hambanya.

Sadarlah bahwa segala yang engkau miliki adalah anugrah dan karunia Allah. Maka gunakanlah segalanya untuk mencari ridha Allah.

Wanita adalah mutiara, dan mutiara tidak sepantasnya diserakkan di jalan-jalan dan tempat-tempat umum lainnya yang menjadikannya tidak bernilai. Dan tidak seorangpun yang membiarkan mutiara diletakkan di tempat-tempat kotor bahkan orang bodoh sekalipun.

Wahai para wanita beriman, satu saja dari kalian menampakkan aurat yang tidak semestinya nampak kecuali bagi suami dan mahramnya, maka dia telah menjerat seorang lelaki, bahkan belasan, bahkan puluhan, bahkan ratusan, bahkan ribuan, bahkan jutaan, bahkan belasan juta, bahkan puluhan juta, bahkan ratusan juta dst……..bisakah kalian membayangkan dosanya? Bisakah kalian membayangkan pedihnya azab neraka? Atau apakah kalian sanggup menahan azab neraka?!

Demikianlah, agar nasehat ini menjadi bahan renungan kita bersama sambil berharap agar Allah memberi kita petunjuk dan kemudahan untuk takwa kepadaNya dengan mentaati perintahNya dan menghindari laranganNya, di antaranya zina dan segala yang menjurus padanya.

بارك الله لي و لكم

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Saniangbaka 08 Desember 2010

Majlis Ulama Nagari Wali Nagari

Ttd                                                                        ttd

 

( Asmon Nurijal Lc)                                           (Dasrizal Chandra Bahar)

 

Kerapatan Adat Nagari Badan Musyawarah Nagari

 

Ttd                                                                      ttd

 

(S. Dt. Gadang)                                                  (Atrizon, S.Pd)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: