Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Pulang Basamo 2010 Dinilai Paling Sukses

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Perhelatan akbar perantau Saniangbaka 2010 H yang dilaksanakan 1 – 9 Juli 2010 telah usai. Panitia yang bekerja ektra untuk mempersiapkan kegiatan ini juga merasakan kepuasan tersendiri. Selain sukses mengusung acara besar ini juga masih menyisakan kas (dana)  sekitar Rp 15 juta. Dana ini akan digunakan untuk biaya pembubaran panitia dan sisanya akan di pergunakan untuk kebutuhan organisasi. Menurut Aidon Fitri, bendahara Panitia Pubas 2010, “Dana ini akan disumbangkan ke Majalah SARAN sebesar Rp 5 juta rupiah dan sisanya akan kita jadikan untuk biaya pembubaran,” jelasnya.

Menurut beliau, dalam penyelenggaraan perhelatan akbar ini kita dapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat kita. Dukungan  inilah yang membuat semua program yang kita usung dapat diwujudkan secara nyata. Selain itu juga antusias peserta yang pulang juga membuat jajaran panitia merasa puas dalam bekerja. Tidak kurang dari 2000 orang secara serentak masuk ke Saniangbaka kala itu. Meskipun secara adminisrtasi di kepanitiaan hanya sekitar 200 mobil pribadi yang terdaftar dan bernomor peserta, namun di lapangan dapat kita saksikan bahwa mobil yang datang ke kampung dari segala penjuru perantauan mendekati angka 500 unit.

Mekanisme kerja

Mekanime  kerja Panitia Pubas 2010  juga sangat terukur. Sempitnya waktu yang tersedia untuk mempersiapkan segala kebutuhan tidak serta merta menjadi hambatan akan kesuksesan acara. Di samping kegiatan ini sebagai bentuk pengulang dari  tahun 2006, namun ada mekanis kerja yang berbeda dalam terapan sehingga hasilnya pun lebih maksimal. Pembagian tugas dan tanggung jawab di kepanitiaan adalah salah satu contoh dari mekanisme yang dimaksud.

Secar garis besar ada 3 sumber keuangan dari kegiatan ini, hal ini disampaikan oleh bendahara panitia kepada SARAN yaitu :

  1. Donatur dari kalangan perantau Saningbaka. Dari donator ini terkumpul dana sekitar 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) . Dari dana ini sebelum berangkat Pulang telah terpakai beberapa di antaranya untuk pembelian Ambulan sebesar Rp. 131.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah) dan biaya administrasi di sekretariat panitia.
  2. Sumbangan dari DPC IWS senilai Rp. 14.600.000 (Empat Belas Juta Enam ratus ribu Rupiah), yang terdiri dari 6 DPC.
  3. Sumbangan dari para Supplier Plastik sebagai mitra kerja urang awak di Jabodetabek sebesar Rp. 53.000.000 ( Lima puluh Tiga Juta Rupiah).

Selain sumbangan berbentuk tunai dukungan dari masyarakat terhadap kesuksesan kegiatan ini juga diberikannya dalam bentuk barang  yang jika diuangkan juga bernilai sekitar Rp 200 juataan, seperti :

  1. Tafsir dalam program seribu tafsir dengan anggaran kurang lebih Rp. 100.000.000,- Seratus Juta Rupiah)
  2. Buku untuk Perpustakaan,
  3. Infocus
  4. Selain dana yang disebutkan ini juga masih ada sumbangan dari sponsor dalam acara “Jalan Sehat Prima.” Untuk biaya kegiatan ini secara keseluruhan ditanggung oleh Prima grup di bawah Pimpinan H. Sudasril Darwis Sutan Marajo.  Secara garis besar beliau menyerahkan 300 paket Door Price yaitu
    1. 100 Paket uang senilai Total Rp. 10 juta.
    2. 100 Paket Tas sekolah
    3. 100 Paket Kain Sarung.

“Semua yang disebutkan di atas merupakan buah tangan yang dikumpulkan panitia dari masyarakat rantau dan diperuntukkan untuk nagari dan masyarkat kita,” ujar Aidon.

Dalam kesemptan terpisah H. Andri Novel selaku Ketua Harian Panitia pulang Basamo IWS 2010 menjelaskan bahwa evaluasi secara umum perhetan Pubas kemarin cukup sukses. “Hampir semua target yang kita tetapkan tercapai maksimal. Mulai dari Jumlah peserta yang kita berangkatkan, sampai dengan program kerja yang kita usung,” jelasnya dengan wajah berseri-seri.

Menyangkut kesuksesan ini kami menanyakan saran dan harapan beliau pada panitia Pubas 2014 mendatang, beliau menjawab singkat.” Kita berharap pada Pubas 2014 nanti akan lebih sukses dan semarak dari tahun ini. Diharapkan panitia yang akan datang dapat mengisi kekosongan dan kealpaan panitia sekarang”, jawabnya lugas.

Saat ditanyakan tentang siapa dan apa kreteria  panitia pubas mendatang beliau menjawab singkat, “Seluruhnya kita serahkan pada mekanisme DPP IWS. Dan kita berharap Panitia mendatang diambil oleh DPC di daerah seperti. Yogya, Bandung,  Semarang, Bali dan lain-lain,” jawabnya.

Dari kerja keras Panitia dan dukungan warga Saningbaka baik di rantau maupun di kampung, Pubas 2010 ini dapat membawa beberapa hal ke nagari, di antaranya Ambulance, Perpustakaan Nagari dan Progran 1000 tafsir. Selain itu tercatat sebagai Pubas paling ramai, juga merupakan “Pulang Kampuang dengan peserta paling banyak sepanjang sejarah urang Minang  marantau,” ujar H. Marwan Paris ketua Gebu Minang di Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam adara pelepasan Rombongan. (GS)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: