Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Pustaka Saniangbaka Kembangkan Masyarakat Informasi

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Oleh Reginal Maukar, Ketua Pustaka Nagari Saniangbaka

Saniangbaka  terus berupaya menjadi nagari  yang warga masyarakatnya tidak ketinggalan informasi (masyarakat informasi). Berbicara tentang informasi, maka tidak akan lepas dari perpustakaan. Sesuai dengan salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi informatif maka sudah menjadi kewajiban bagi perpustakaan untuk menyediakan layanan khusus informasi. Apabila informasi di perpustakaan sudah bisa didayagunakan oleh masyarakat penggunanya maka informasi tersebut memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Pada tatanan masyarakat Saniangbaka, perpustakaan akan menjadi salah satu institusi yang akan dijadikan basis dalam penyediaan pengetahuan dan informasi bagi masyarakat. Maka dari itu, perpustakaan akan memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan masyarakat tersebut Saniangbaka. Perpustakaan sangat  erat  keterkaitannya dengan keberadaan masyarakat di sekitarnya maka masyarakat pun dituntut bertanggung jawab untuk senantiasa memelihara dan menjaga perpustakaan agar mampu memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat.

Cenderung Diabaikan.

Perlu dicatat, bahwa perpustakaan masa kini tidak hanya memiliki koleksi buku-buku, melainkan juga berupa perangkat digital untuk penyajian bahan melalui CD, VCD, CD-ROM, dsb. sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.

Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi, perpustakaan juga bisa berfungsi lebih dari sekedar tempat simpan pinjam bahan pustaka ditambah ruang baca belaka. Perpustakaan modern seharusnya bisa berfungsi bagi penyelenggaraan berbagai forum penerangan dan pembahasan tentang masalah-masalah aktual yang dihadapi masyarakat Saniangbaka, antara lain melalui penyelenggaraan diskusi panel, seminar, simposium, lokakarya, dsb.

Gerakan untuk membangun kecerdasan masyarakat biasa disebut dengan gerakan literasi lokal. Untuk menjadi bagian dari masyarakat global yang menjadikan informasi sebagai kebutuhan utamanya, dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai untuk menyonsong tantangan global tersebut.

Namun demikian, dukungan tersebut sebaiknya ditujukan pada tumbuhnya kesanggupan swakelola perpustakaan oleh masyarakat yang bersangkutan. Kecenderungan untuk menggantungkan eksistensi perpustakaan pada dukungan dari luar masyarakatnya perlu diubah dengan menyadarkan masyarakat yang bersangkutan untuk sanggup secara mandiri mengelola dan mempertahankan kehadiran perpustakaannya demi peningkatan kecerdasan serta mutu kehidupan warganya. Kehadiran perpustakaan di kawasan demikian itu niscaya besar dampaknya yang bersifat edukatif.

Swakelola perpustakaan bisa menjadi nyata apabila masyarakat yang bersangkutan menyadari betapa perpustakaan dapat menjadi sumber belajar dan pada gilirannya berperan sebagai agen perubahan bagi segenap warganya.

Bahan pustaka juga bisa diperoleh melalui kampanye pengumpulan sumbangan buku dan majalah dari perorangan maupun lembaga swadaya masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan tersedianya bahan pustaka dan dokumentasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai instansi, terutama bahan bacaan yang bersifat penyuluhan.

Dalam kerjasama dengan sekolah-sekolah dapat juga diusahakan pembuatan kliping dari media cetak oleh para pelajar sebagai pekerjaan rumah atau kegiatan ekstrakurikuler yang kemudian diteruskan sebagai sumbangan bahan bacaan di perpustakaan pedesaan.

Apabila hal-hal tersebut bisa ditanamkan dengan baik maka nanti selanjutnya kita akan menuai hasil yang ditanam yaitu kesadaran untuk membaca dan kesadaran untuk terus belajar.

Kesadaran untuk membaca tidak hanya berarti hanya membaca buku ataupun koleksi bahan pustaka di perpustakaan saja. Tetapi juga membaca dalam pengertian luas yaitu, membaca perubahan zaman, membaca perkembangan pemikiran masyarakat, membaca kondisi sosiologis masyarakat setelah terbentuknya masyarakat informasi, dsb.

Kesadaran untuk belajar terus menerus akan menimbulkan suatu pemahaman-pemahaman, dan pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dengan belajar memahami sesuatu, individu akan memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi manusia yang seutuhnya.

Partisipasi Pihak Lain

Kesadaran ini juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah maupun pihak swasta. Pada dasarnya pendidikan adalah hak dan kewajiban seluruh warga negara. Dengan demikian, pemerintah harus menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk melaksanakan amanat tersebut.

Partisipasi pihak swasta pun diperlukan untuk menimbulkan kepercayaan dari masyarakat. Selain itu juga, partisipasi pihak swasta dalam penyediaan faslilitas perpustakaan umum dan pemberdayaan masyarakat merupakan salah bentuk dari corporate social responsibility.

Apabila elemen-elemen ini mampu bersatu dengan masyarakat disekitarnya maka terbentuknya suatu masyarakat yang cerdas dan siap bersaing menghadapi tantangan dunia global bukan lagi sekedar omong kosong. (Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: